alexametrics
25.2 C
Madura
Tuesday, August 16, 2022

Menko Airlangga: Masyarakat Siap Digital Menuju Visi Indonesia 2045

NUSA DUA – Pemerintah mendorong berbagai program untuk mendukung masyarakat siap digital. Beberapa program tersebut antara lain Literasi Digital Nasional dan Indonesia Makin Cakap Digital.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir secara virtual dalam sesi Leaders Insight pada Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2022 mengatakan, pembentukan masyarakat siap digital bisa dilakukan dengan mendorong aspek-aspek penting. Yaitu peningkatan dari sisi literasi, aksesibilitas, keterampilan, dan ketenagakerjaan.

“Pembentukan masyarakat Indonesia yang siap digital adalah prasyarat mutlak untuk dapat merealisasikan manfaat ekonomi dan keuangan digital,” kata Airlangga pada Jumat (15/7).

Airlangga menegaskan, pemerintah terus mengupayakan layanan jangkauan dan kualitas yang lebih baik untuk meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana. Tujuannya agar konektivitas bisa tersambung lebih merata dan adil. Pemerintah juga menyadari pentingnya penguatan kerja sama serta dukungan dari pihak swasta. Terutama dari Big Tech Firms untuk pengembangan aksesibilitas digital di Indonesia.

Baca Juga :  Airlangga Hartarto Minta Kader Golkar Berpartisipasi Tanggulangi Covid

“Pemerintah berupaya agar pengembangan keahlian digital dengan menyediakan beasiswa di bidang TIK melalui program Digital Talent Scholarship,” ujar Airlangga.

Sebagai informasi, FEKDI 2022 merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan digitalisasi di Indonesia. Kegiatan yang diinisiasi Bank Indonesia dan Kemenko Bidang Perekonomian bersama stakeholder lainnya tersebut digelar sebagai menjadi wadah bagi para stakeholder untuk bersinergi agar ekonomi keuangan digital di Indonesia dapat meningkat. Sinergi tersebut diperkuat dengan komitmen bersama melalui peluncuran Gerakan Nasional Ekonomi dan Keuangan Digital.

Dalam FEKDI 2022, para kolaborator juga berdiskusi mengenai tantangan dan peluang dari mata uang digital (digital currency), percepatan inovasi digital, dan crossborder payment. “Diskusi itu telah memberikan gambaran bahwa digitalisasi merupakan pilar menuju Indonesia Maju. FEKDI 2022 juga merupakan momentum showcasing untuk mendorong ekonomi dan keuangan digital yang inklusif dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN),” jelas Airlangga.

Baca Juga :  Pemerintah Dorong UMKM Perempuan Bangkit

Beberapa contoh showcasing dalam FEKDI 2022 antara lain QRIS dan penggunaan teknologi virtual reality dalam proses pendidikan dan pelatihan vokasi. Terkait QRIS, Airlangga mengatakan bahwa QRIS sebagai payment gateway memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi baik domestik dan crossborder.

“Untuk menyukseskan proses transformasi digital, dukungan dan kesiapan masyarakat sangat diperlukan. Tujuan tidak hanya untuk meminimalkan dampak disrupsi, tapi juga mampu mengoptimalkan peluang dan manfaat dari perkembangan teknologi digital,” tutur Airlangga.

Airlangga mengapresiasi penyelenggaraan FEKDI 2022 yang digelar selama lima hari karena berhasil menghadirkan tidak kurang dari 1.000 peserta offline dan 10.000 peserta online. “Saya berharap kegiatan FEKDI 2022 yang merupakan side event G20 bisa merepresentasikan kemajuan sektor ekonomi dan keuangan digital. Termasuk menjadi ajang upaya peningkatan kerjasama regional dan global. Mari kita akselerasi keuangan digital agar PEN terwujud untuk mencapai Visi Indonesia 2045,” pungkas Airlangga. (ltg/fsr/*/par)

NUSA DUA – Pemerintah mendorong berbagai program untuk mendukung masyarakat siap digital. Beberapa program tersebut antara lain Literasi Digital Nasional dan Indonesia Makin Cakap Digital.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir secara virtual dalam sesi Leaders Insight pada Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2022 mengatakan, pembentukan masyarakat siap digital bisa dilakukan dengan mendorong aspek-aspek penting. Yaitu peningkatan dari sisi literasi, aksesibilitas, keterampilan, dan ketenagakerjaan.

“Pembentukan masyarakat Indonesia yang siap digital adalah prasyarat mutlak untuk dapat merealisasikan manfaat ekonomi dan keuangan digital,” kata Airlangga pada Jumat (15/7).


Airlangga menegaskan, pemerintah terus mengupayakan layanan jangkauan dan kualitas yang lebih baik untuk meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana. Tujuannya agar konektivitas bisa tersambung lebih merata dan adil. Pemerintah juga menyadari pentingnya penguatan kerja sama serta dukungan dari pihak swasta. Terutama dari Big Tech Firms untuk pengembangan aksesibilitas digital di Indonesia.

Baca Juga :  Kontingen Silat Raih 2 Perunggu di Kejurprov

“Pemerintah berupaya agar pengembangan keahlian digital dengan menyediakan beasiswa di bidang TIK melalui program Digital Talent Scholarship,” ujar Airlangga.

Sebagai informasi, FEKDI 2022 merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan digitalisasi di Indonesia. Kegiatan yang diinisiasi Bank Indonesia dan Kemenko Bidang Perekonomian bersama stakeholder lainnya tersebut digelar sebagai menjadi wadah bagi para stakeholder untuk bersinergi agar ekonomi keuangan digital di Indonesia dapat meningkat. Sinergi tersebut diperkuat dengan komitmen bersama melalui peluncuran Gerakan Nasional Ekonomi dan Keuangan Digital.

Dalam FEKDI 2022, para kolaborator juga berdiskusi mengenai tantangan dan peluang dari mata uang digital (digital currency), percepatan inovasi digital, dan crossborder payment. “Diskusi itu telah memberikan gambaran bahwa digitalisasi merupakan pilar menuju Indonesia Maju. FEKDI 2022 juga merupakan momentum showcasing untuk mendorong ekonomi dan keuangan digital yang inklusif dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN),” jelas Airlangga.

Baca Juga :  Ngaji Tanpa Dasar Bisa Bingung
- Advertisement -

Beberapa contoh showcasing dalam FEKDI 2022 antara lain QRIS dan penggunaan teknologi virtual reality dalam proses pendidikan dan pelatihan vokasi. Terkait QRIS, Airlangga mengatakan bahwa QRIS sebagai payment gateway memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi baik domestik dan crossborder.

“Untuk menyukseskan proses transformasi digital, dukungan dan kesiapan masyarakat sangat diperlukan. Tujuan tidak hanya untuk meminimalkan dampak disrupsi, tapi juga mampu mengoptimalkan peluang dan manfaat dari perkembangan teknologi digital,” tutur Airlangga.

Airlangga mengapresiasi penyelenggaraan FEKDI 2022 yang digelar selama lima hari karena berhasil menghadirkan tidak kurang dari 1.000 peserta offline dan 10.000 peserta online. “Saya berharap kegiatan FEKDI 2022 yang merupakan side event G20 bisa merepresentasikan kemajuan sektor ekonomi dan keuangan digital. Termasuk menjadi ajang upaya peningkatan kerjasama regional dan global. Mari kita akselerasi keuangan digital agar PEN terwujud untuk mencapai Visi Indonesia 2045,” pungkas Airlangga. (ltg/fsr/*/par)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/