alexametrics
20.9 C
Madura
Friday, July 8, 2022

Diduga Aniaya Warga, Pamong Desa Dipolisikan

PAMEKASAN – Perangkat Desa Potoan Daya, Kecamatan Palengaan, yakni Safiudin dilaporkan ke polisi kemarin (15/2). Pria 45 tahun itu diduga melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap Sri Handayani, 21.

Saat melapor polisi, perempuan yang mengaku menjadi korban pemukulan itu didampingi kuasa hukum dari LBH Pusara. Laporan tersebut dengan nomor register LP/48/II/2019/JATIM/RES PMK.

Koordinator LBH Pusara M. Alfian mengatakan, dugaan tindak pidana penganiayaan terjadi Minggu (10/2). Kronologinya, Jumat (8/2) Safiudin mengantarkan bantuan ke rumah Bu Sunarya, bibi Sri Handayani.

Bantuan tersebut informasinya untuk rumah tidak layak huni (RTLH). Tapi, yang diberikan hanya batu bata sebanyak 500 batang. ”Kurang tahu bantuan apa itu, kok hanya batu 500 batang,” katanya.

Baca Juga :  Terdakwa Kembalikan Kerugian Negara Rp 134 Juta

Sebagai tanda terima kasih, Bu Sunarya membelikan Safiudin rokok. Sri Handayani menyarankan agar tidak membelikan rokok dengan harga mahal. Sebab bantuannya hanya batu.

Rupanya, pernyataan Sri Handayani membuat Safiudin marah. Pada Minggu (10/2), pamong desa itu mendatangi Sri Handayani dan membentak dengan kata-kata kasar. Tanpa basa basi, perempuan berkerudung itu dipukul menggunakan tangan kosong.

Pukulan pamong desa itu mendarat di kepala Sri Handayani. Pukulannya diindikasikan keras. Perempuan itu langsung jatuh pingsan. ”Setelah kejadian itu, klien kami sering pingsan,” kata Alfian.

Pemukulan itu membuat gejolak. Aksi balas dendam dari keluarga korban nyaris tak terbendung. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, Sri Handayani memilih menempuh jalur hukum.

Baca Juga :  Lagi, Pengedar SS Lolos, Polisi Ciduk Dua Pengguna

Alfian menyampaikan, kasus tersebut harus segera ditindaklanjuti. Pamong desa semestinya memberikan perlindungan terhadap warga. Perilaku perangkat desa hendaknya menjadi panutan.

Namun, Safiudin justru diduga menganiaya warganya. Ironisnya, korban pemukulan itu perempuan yang masih berusia 21 tahun. ”Kasus ini akan kami kawal sampai tuntas. Tindakan pamong desa itu tidak memberikan contoh yang baik,” tukas Alfian.

PAMEKASAN – Perangkat Desa Potoan Daya, Kecamatan Palengaan, yakni Safiudin dilaporkan ke polisi kemarin (15/2). Pria 45 tahun itu diduga melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap Sri Handayani, 21.

Saat melapor polisi, perempuan yang mengaku menjadi korban pemukulan itu didampingi kuasa hukum dari LBH Pusara. Laporan tersebut dengan nomor register LP/48/II/2019/JATIM/RES PMK.

Koordinator LBH Pusara M. Alfian mengatakan, dugaan tindak pidana penganiayaan terjadi Minggu (10/2). Kronologinya, Jumat (8/2) Safiudin mengantarkan bantuan ke rumah Bu Sunarya, bibi Sri Handayani.


Bantuan tersebut informasinya untuk rumah tidak layak huni (RTLH). Tapi, yang diberikan hanya batu bata sebanyak 500 batang. ”Kurang tahu bantuan apa itu, kok hanya batu 500 batang,” katanya.

Baca Juga :  Begini Warning KPK pada Kepala Daerah, ASN, hingga Kades

Sebagai tanda terima kasih, Bu Sunarya membelikan Safiudin rokok. Sri Handayani menyarankan agar tidak membelikan rokok dengan harga mahal. Sebab bantuannya hanya batu.

Rupanya, pernyataan Sri Handayani membuat Safiudin marah. Pada Minggu (10/2), pamong desa itu mendatangi Sri Handayani dan membentak dengan kata-kata kasar. Tanpa basa basi, perempuan berkerudung itu dipukul menggunakan tangan kosong.

Pukulan pamong desa itu mendarat di kepala Sri Handayani. Pukulannya diindikasikan keras. Perempuan itu langsung jatuh pingsan. ”Setelah kejadian itu, klien kami sering pingsan,” kata Alfian.

Pemukulan itu membuat gejolak. Aksi balas dendam dari keluarga korban nyaris tak terbendung. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, Sri Handayani memilih menempuh jalur hukum.

Baca Juga :  Terdakwa Datangkan Saksi Ahli dari UTM

Alfian menyampaikan, kasus tersebut harus segera ditindaklanjuti. Pamong desa semestinya memberikan perlindungan terhadap warga. Perilaku perangkat desa hendaknya menjadi panutan.

Namun, Safiudin justru diduga menganiaya warganya. Ironisnya, korban pemukulan itu perempuan yang masih berusia 21 tahun. ”Kasus ini akan kami kawal sampai tuntas. Tindakan pamong desa itu tidak memberikan contoh yang baik,” tukas Alfian.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/