alexametrics
19 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Diduga Spesialis Maling, Nyaris Diamuk Massa

PAMEKASAN – Suhaimi, warga Dusun Crokcok, Desa Banyupelle, Kecamatan Palenggan nyaris diamuk massa kemarin (15/1). Pemuda 22 tahun itu diduga spesialis maling sepeda motor. Kejadiannya di Universitas Madura (Unira).

Syaifuddin, salah seorang mahasiswa Unira, mengatakan, sekitar pukul 09.30 Suhaimi hendak meminjam motor mahasiswa fakultas teknik. Namun, pemilik motor langsung berteriak karena diduga kuat pemuda tersebut maling.

Sebab, beberapa waktu sebelumnya, mahasiswa juga kehilangan motor dengan modus yang sama. Yakni, ada pemuda pura-pura mau meminjam motor. Tetapi, motor yang dipinjam itu tidak dikembalikan.

Mendengar teriakan mahasiswi, sejumlah mahasiSwa dan civitas akademika langsung berkerumun. Sementara Suhaimi lari menuju Gedung Islamic Center. Mahasiswa yang memang resah terhadap aksi pencurian mengejar pemuda yang diduga maling itu.

Baca Juga :  Bangkalan Raih Opini WTP Lima Kali Berturut-turut

Akhirnya, Suhaimi tertangkap. Pemuda dengan kaus silver itu nyaris dimassa. Beruntung, aksi main hakim sendiri bisa dilerai petugas kepolisian dan TNI yang sigap datang ke lokasi. ”Dulu pernah ada sepeda motor hilang,” katanya.

Syaifuddin menyampaikan, Suhaimi mengakui bahwa pencurian itu bukan yang pertama. Motor milik mahasiswa fakultas teknik yang hilang beberapa waktu juga dicuri olehnya.

Bahkan, Suhaimi dicurigai sebagai pelaku pencurian sepeda motor di beberapa perguruan tinggi yang terjadi beberapa waktu lalu. Di antaranya, di IAIN Madura dan Universitas Islam Madura (UIM).

KBO Reskrim Satreskrim Polres Pamekasan Iptu Sutiyono membenarkan penangkapan kasus penipuan tersebut. Modus operandi yang dilakukan yakni meminjam sepeda motor, lalu dijual.

Baca Juga :  Residivis Curanmor Diamuk Massa

Pelaku penipuan itu diserahkan oleh mahasiswa kepada Polres Pamekasan. Selanjutnya, petugas melakukan pemberkasan dan penyelidikan lebih lanjut. ”Masih dalam proses penyelidikan,” katanya.

Berdasar pengakuan tersangka, ternyata sudah beberapa kali dia melancarkan aksi. Bahkan, motor yang hilang di IAIN Madura dan UIM juga dicuri olehnya. ”CCTV di IAIN Madura dan UIM identik dengan pelaku,” katanya.

Motor hasil curian itu dijual di jalan. Kemudian, uang yang didapat dibelanjakan untuk beberapa barang seperti handphone (HP). Akibat perbuatannya, Suhaimi terancam mendekam di penjara maksimal tujuh tahun. 

 

 

PAMEKASAN – Suhaimi, warga Dusun Crokcok, Desa Banyupelle, Kecamatan Palenggan nyaris diamuk massa kemarin (15/1). Pemuda 22 tahun itu diduga spesialis maling sepeda motor. Kejadiannya di Universitas Madura (Unira).

Syaifuddin, salah seorang mahasiswa Unira, mengatakan, sekitar pukul 09.30 Suhaimi hendak meminjam motor mahasiswa fakultas teknik. Namun, pemilik motor langsung berteriak karena diduga kuat pemuda tersebut maling.

Sebab, beberapa waktu sebelumnya, mahasiswa juga kehilangan motor dengan modus yang sama. Yakni, ada pemuda pura-pura mau meminjam motor. Tetapi, motor yang dipinjam itu tidak dikembalikan.


Mendengar teriakan mahasiswi, sejumlah mahasiSwa dan civitas akademika langsung berkerumun. Sementara Suhaimi lari menuju Gedung Islamic Center. Mahasiswa yang memang resah terhadap aksi pencurian mengejar pemuda yang diduga maling itu.

Baca Juga :  Polisi Tembak Pencuri Spesialis Rumah Kos

Akhirnya, Suhaimi tertangkap. Pemuda dengan kaus silver itu nyaris dimassa. Beruntung, aksi main hakim sendiri bisa dilerai petugas kepolisian dan TNI yang sigap datang ke lokasi. ”Dulu pernah ada sepeda motor hilang,” katanya.

Syaifuddin menyampaikan, Suhaimi mengakui bahwa pencurian itu bukan yang pertama. Motor milik mahasiswa fakultas teknik yang hilang beberapa waktu juga dicuri olehnya.

Bahkan, Suhaimi dicurigai sebagai pelaku pencurian sepeda motor di beberapa perguruan tinggi yang terjadi beberapa waktu lalu. Di antaranya, di IAIN Madura dan Universitas Islam Madura (UIM).

KBO Reskrim Satreskrim Polres Pamekasan Iptu Sutiyono membenarkan penangkapan kasus penipuan tersebut. Modus operandi yang dilakukan yakni meminjam sepeda motor, lalu dijual.

Baca Juga :  Pelaku Pemerkosaan Diamuk Massa

Pelaku penipuan itu diserahkan oleh mahasiswa kepada Polres Pamekasan. Selanjutnya, petugas melakukan pemberkasan dan penyelidikan lebih lanjut. ”Masih dalam proses penyelidikan,” katanya.

Berdasar pengakuan tersangka, ternyata sudah beberapa kali dia melancarkan aksi. Bahkan, motor yang hilang di IAIN Madura dan UIM juga dicuri olehnya. ”CCTV di IAIN Madura dan UIM identik dengan pelaku,” katanya.

Motor hasil curian itu dijual di jalan. Kemudian, uang yang didapat dibelanjakan untuk beberapa barang seperti handphone (HP). Akibat perbuatannya, Suhaimi terancam mendekam di penjara maksimal tujuh tahun. 

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/