alexametrics
28.9 C
Madura
Friday, May 27, 2022

Pelapor Nilai Kinerja Penyidik Lamban

SUMENEP – Penyelidikan kasus dugaan penggelapan dan penipuan dengan terlapor Kepala Desa Essang, Kecamatan Talango, Pulau Poteran, dinilai lamban. Sejak dilaporkan tujuh bulan lalu, kasus tersebut belum ada perkembangan signifikan. Hingga Selasa (15/1), penyidik belum menetapkan tersangka.

            Kamarullah, kuasa hukum pelapor Junaidi, mengatakan, kasus itu kali pertama dilaporkan ke Polda Jatim. Kemudian, polda melimpahkan ke Polres Sumenep. Sejumlah saksi dari pelapor sudah dipanggil oleh penyidik. Namun, setelah itu tidak ada tindak lanjut. Jika tetap, pihaknya akan melakukan upaya lain.

            ”Kami bakal datangi polres untuk menanyakan kembali perkembangan penanganannya. Informasinya, gelar perkara telah dilakukan. Bila tak ada tersangka, kami akan gugat polres,” ancamnya.

Baca Juga :  Pembahasan RPJMD Dikebut

            Menurut Kamarullah, dalam laporan itu, sudah jelas ada indikasi penipuan. Kesepakatan bahwa terlapor akan menyetor Rp 750 ribu setiap hari dari hasil pengoperasian kapal tongkang tak dipenuhi pihak terlapor. Terlebih Junaidi menang dalam gugatan perdata di Pengadilan Negeri (PN) Sumenep.

            Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Abd. Mukit menyatakan, kasus itu masih ditangani penyidik. Dalam kasus tersebut belum ada tersangka karena masih tahap pemeriksaan saksi-saksi. Setelah itu, baru akan ditentukan status kasus tersebut. ”Masih pemeriksaan saksi-saksi,” katanya.

            Anang, salah seorang orang dekat Karsono, mengatakan tidak benar jika Karsono dianggap melakukan penggelapan. ”Sejak adanya laporan, kapal tetap di lokasi semula,” katanya. Mengenai putusan pengadilan, pihaknya masih mengajukan banding. Dia meminta semua pihak menunggu.

Baca Juga :  Polres Sumenep Belum Bisa Tangkap Bandar

Untuk diketahui, mulai April 2015, Junaidi memercayakan pengelolaan kapal tongkang miliknya kepada Karsono. Kapal itu melayani penyeberangan Kalianget–Talango. Karsono sepakat menyetor Rp 750 ribu per hari kepada Junaidi. Namun, hingga kemarin kesepakatan itu tidak ditepati.

           

 

 

 

 

SUMENEP – Penyelidikan kasus dugaan penggelapan dan penipuan dengan terlapor Kepala Desa Essang, Kecamatan Talango, Pulau Poteran, dinilai lamban. Sejak dilaporkan tujuh bulan lalu, kasus tersebut belum ada perkembangan signifikan. Hingga Selasa (15/1), penyidik belum menetapkan tersangka.

            Kamarullah, kuasa hukum pelapor Junaidi, mengatakan, kasus itu kali pertama dilaporkan ke Polda Jatim. Kemudian, polda melimpahkan ke Polres Sumenep. Sejumlah saksi dari pelapor sudah dipanggil oleh penyidik. Namun, setelah itu tidak ada tindak lanjut. Jika tetap, pihaknya akan melakukan upaya lain.

            ”Kami bakal datangi polres untuk menanyakan kembali perkembangan penanganannya. Informasinya, gelar perkara telah dilakukan. Bila tak ada tersangka, kami akan gugat polres,” ancamnya.

Baca Juga :  Jalin Keakraban, Ini Yang Dilakukan Kapolres Bersama Dandim Sumenep

            Menurut Kamarullah, dalam laporan itu, sudah jelas ada indikasi penipuan. Kesepakatan bahwa terlapor akan menyetor Rp 750 ribu setiap hari dari hasil pengoperasian kapal tongkang tak dipenuhi pihak terlapor. Terlebih Junaidi menang dalam gugatan perdata di Pengadilan Negeri (PN) Sumenep.

            Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Abd. Mukit menyatakan, kasus itu masih ditangani penyidik. Dalam kasus tersebut belum ada tersangka karena masih tahap pemeriksaan saksi-saksi. Setelah itu, baru akan ditentukan status kasus tersebut. ”Masih pemeriksaan saksi-saksi,” katanya.

            Anang, salah seorang orang dekat Karsono, mengatakan tidak benar jika Karsono dianggap melakukan penggelapan. ”Sejak adanya laporan, kapal tetap di lokasi semula,” katanya. Mengenai putusan pengadilan, pihaknya masih mengajukan banding. Dia meminta semua pihak menunggu.

Baca Juga :  Pembahasan RPJMD Dikebut

Untuk diketahui, mulai April 2015, Junaidi memercayakan pengelolaan kapal tongkang miliknya kepada Karsono. Kapal itu melayani penyeberangan Kalianget–Talango. Karsono sepakat menyetor Rp 750 ribu per hari kepada Junaidi. Namun, hingga kemarin kesepakatan itu tidak ditepati.

           

 

 

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/