alexametrics
26.5 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Kejari Sampang Terima Pelimpahan 2 Tersangka Korupsi Pengadaan Sapi

SAMPANG – Kelompok masyarakat (pokmas) mestinya memang mengerjakan program pemerintah sesuai ketentuan. Jika melenceng, bukan tidak mungkin akan menyeret pelaku ke ranah hukum. Seperti dua pegawai Biro Administrasi Sumber Daya Alam Pemprov Jatim ini.

Sekitar pukul 14.30, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang menerima pelimpahan berkas dan dua tersangka kasus korupsi pengadaan sapi dan kandang Kamis (14/9). Dua tersangka itu masing-masing honorer bernama Doni dan seorang PNS bernama Obet. Keduanya sama-sama warga Surabaya.

Mereka diduga terlibat dalam kegiatan pengadaan sapi dan kandang fiktif pada anggaran 2013 di Desa Gulbung, Kecamatan Pengarengan, Sampang. Kasus tersebut dilimpahkan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Surabaya.

Kasipidsus Kejari Sampang Yudie Arieanto Tri Santosa menjelaskan, kedua tersangka sama-sama bekerja di Biro Administrasi SDA Pemprov Jatim. Menurut pria asal Sidoarjo itu, pelimpahan kedua tersangka karena kasusnya berada di wilayah hukum Sampang.

Baca Juga :  Laporkan Dugaan Penggelapan Dana PKH

Dua tersangka itu merupakan hasil pengembangan kasus yang dilakukan Nasiri, dkk. Nasiri  berasal dari Desa Torjunan, Kecamatan Robatal. Dia sudah menjalani masa hukuman. ”Kasusnya pengadaan sapi dan kandang pokmas fiktif. Saya juga kaget karena menerima pelimpahan ini untuk diproses,” tuturnya.

Anton Zulkarnaen selaku JPU kasus pokmas fiktif itu mengatakan, kerugian negara dalam kasus pengadaan sapi dan kandang itu Rp 40 juta. Program tersebut merupakan bantuan dana hibah bergulir untuk pengadaan sepuluh sapi beserta kandangnya.

”Anggaran totalnya kami tidak tahu karena itu berlaku se-Jawa Timur. Kami hanya fokus satu pokmas saja. Kerugiannya hanya Rp 40 juta. Kedua tersangka saat ini ditahan di Rutan Kelas II-B Sampang selama 20 hari ke depan,” jelas pria asal Sumenep itu. 

Baca Juga :  Tim Gabungan Polda Dua Kali Olah TKP Kasus Penembakan

SAMPANG – Kelompok masyarakat (pokmas) mestinya memang mengerjakan program pemerintah sesuai ketentuan. Jika melenceng, bukan tidak mungkin akan menyeret pelaku ke ranah hukum. Seperti dua pegawai Biro Administrasi Sumber Daya Alam Pemprov Jatim ini.

Sekitar pukul 14.30, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang menerima pelimpahan berkas dan dua tersangka kasus korupsi pengadaan sapi dan kandang Kamis (14/9). Dua tersangka itu masing-masing honorer bernama Doni dan seorang PNS bernama Obet. Keduanya sama-sama warga Surabaya.

Mereka diduga terlibat dalam kegiatan pengadaan sapi dan kandang fiktif pada anggaran 2013 di Desa Gulbung, Kecamatan Pengarengan, Sampang. Kasus tersebut dilimpahkan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Surabaya.


Kasipidsus Kejari Sampang Yudie Arieanto Tri Santosa menjelaskan, kedua tersangka sama-sama bekerja di Biro Administrasi SDA Pemprov Jatim. Menurut pria asal Sidoarjo itu, pelimpahan kedua tersangka karena kasusnya berada di wilayah hukum Sampang.

Baca Juga :  Asik Rekap Togel, Polisi Tangkap Pria Paruh Baya

Dua tersangka itu merupakan hasil pengembangan kasus yang dilakukan Nasiri, dkk. Nasiri  berasal dari Desa Torjunan, Kecamatan Robatal. Dia sudah menjalani masa hukuman. ”Kasusnya pengadaan sapi dan kandang pokmas fiktif. Saya juga kaget karena menerima pelimpahan ini untuk diproses,” tuturnya.

Anton Zulkarnaen selaku JPU kasus pokmas fiktif itu mengatakan, kerugian negara dalam kasus pengadaan sapi dan kandang itu Rp 40 juta. Program tersebut merupakan bantuan dana hibah bergulir untuk pengadaan sepuluh sapi beserta kandangnya.

”Anggaran totalnya kami tidak tahu karena itu berlaku se-Jawa Timur. Kami hanya fokus satu pokmas saja. Kerugiannya hanya Rp 40 juta. Kedua tersangka saat ini ditahan di Rutan Kelas II-B Sampang selama 20 hari ke depan,” jelas pria asal Sumenep itu. 

Baca Juga :  Sisakan Sembilan Kasus Korupsi, Kejari Janji Seret Semua yang Terlibat
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/