alexametrics
26.5 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

8,75 Kg Sabu-Sabu Dimusnahkan

SAMPANG – Kasus peredaran narkoba dengan barang bukti 8,75 kilogram sabu-sabu masih berjalan. Polisi mendapat informasi baru tentang seorang yang diduga terlibat dalam bisnis terlarang itu. Seorang berinisial S diyakini sebagai kurir dalam kasus yang menjerat dua tersangka tersebut.

Kasus narkoba terbesar se-Jawa Timur itu melibatkan dua orang. Mereka adalah Faisol, 31, warga Dusun Taman, Kelurahan Mengok, Kecamatan Pujer, Bondowoso. Seorang lagi Misbah bin Rahman, 37, warga Dusun Lebak Tengah, Desa Sotabar, Kecamatan Pasean, Pamekasan. Polisi juga belum menetapkan mereka sebagai kurir, pemakai, atau bandar.

Meski demikian, barang bukti dari kasus tersebut dimusnahkan di Mapolres Sampang Kamis (14/9). Pemusnahan dihadiri Bupati Sampang Fadhilah Budiono, Kasi Intel Kejari Joko Suharyanto, Dandim Letkol Inf Indrama Bodi, dan Wakil Ketua PN Purnama. Selain itu, Kepala Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya Kombes Pol Ir R. Agus Budiharta dan Kasi Tahanan dan Barang Bukti Bidang Pemberantasan BNNP Jatim Kompol Khabibah.

Baca Juga :  Kejari Bangkalan Gali Dugaan Korupsi Kambing Etawa

Wakapolres Sampang Kompol Gusti Bagus Sulasana mengatakan, pemusnahan BB berdasarkan pasal 91 UU 35/2009 tentang Narkotika. Pemusnahan dilakukan setelah kepala kejaksaan mendapat pemberitahuan tentang penyitaan barang narkoba dari penyidik Polri atau penyidik BNN.

Paling lama tujuh hari wajib menetapkan status barang sitaan narkoba untuk kepentingan pembukaan perkara. ”Setelah uji labfor dan proses lanjut kepada pengadilan, kita koordinasi dengan JPU, sebagian dari penyisihan itu kita musnahkan,” katanya.

Perwira menengah dua melati emas di pundak itu menambahkan, BB yang dimusnahkan 8,74 kilogram. Sisanya disisihkan sesuai peraturan. ”Mudah-mudahan nanti bisa didapatkan nama alamat dan foto sesuai informasi dari HP. Secepatnya kita lakukan penyelidikan. Selidikan mudah-mudahan nantinya bisa dilakukan penangkapan,” tegasnya.

”Inisial yang diduga S. Kalau ke atas, setelah kita penangkapan pengendali ini. Mudah-mudahan nanti bisa segera menangkap. Inisial S ini tugasnya kurir,” imbuhnya.

Baca Juga :  Video Viral Sopir Bus Pariwisata Maut Kabur Dan Tak Mau Ditolong

Pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengungkap gerbong narkoba di Sampang. Pihaknya juga belum bisa menetapkan status dari dua tersangka yang sudah diamankan. Entah itu sebagai kurir, pemakai, atau bandar.

”Untuk dikuatkan menjadi Bandar, perlu satu orang lagi untuk dijadikan saksi. Kalau di badan sudah. Namun untuk menguatkan sebagai bandar belum. Mudah-mudahan kita bisa menangkap inisial S ini,” pungkasnya.

Kasubdit Narkoba Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya AKBP Arif Andi Setiawan menyampaikan, 8,75 kilogram sabu itu merupakan jenis narkotika golongan I atau metilfentanil. Atau golongan narkoba yang tercantum dalam pasal 6 ayat 1 UU 35/2009. ”Sebelum dimusnahkan kita uji dulu,” terangnya.

Pengujian dua kali dilakukan di halaman Polres Sampang. Metode yang digunakan dengan cairan marques dan simon A dan B. ”Kalau terbukti narkoba jenis sabu, cairan berwarna cokelat. Sedangkan jenis cairan simon berwarna biru,” terangnya. 

SAMPANG – Kasus peredaran narkoba dengan barang bukti 8,75 kilogram sabu-sabu masih berjalan. Polisi mendapat informasi baru tentang seorang yang diduga terlibat dalam bisnis terlarang itu. Seorang berinisial S diyakini sebagai kurir dalam kasus yang menjerat dua tersangka tersebut.

Kasus narkoba terbesar se-Jawa Timur itu melibatkan dua orang. Mereka adalah Faisol, 31, warga Dusun Taman, Kelurahan Mengok, Kecamatan Pujer, Bondowoso. Seorang lagi Misbah bin Rahman, 37, warga Dusun Lebak Tengah, Desa Sotabar, Kecamatan Pasean, Pamekasan. Polisi juga belum menetapkan mereka sebagai kurir, pemakai, atau bandar.

Meski demikian, barang bukti dari kasus tersebut dimusnahkan di Mapolres Sampang Kamis (14/9). Pemusnahan dihadiri Bupati Sampang Fadhilah Budiono, Kasi Intel Kejari Joko Suharyanto, Dandim Letkol Inf Indrama Bodi, dan Wakil Ketua PN Purnama. Selain itu, Kepala Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya Kombes Pol Ir R. Agus Budiharta dan Kasi Tahanan dan Barang Bukti Bidang Pemberantasan BNNP Jatim Kompol Khabibah.

Baca Juga :  Kejari Bangkalan Gali Dugaan Korupsi Kambing Etawa

Wakapolres Sampang Kompol Gusti Bagus Sulasana mengatakan, pemusnahan BB berdasarkan pasal 91 UU 35/2009 tentang Narkotika. Pemusnahan dilakukan setelah kepala kejaksaan mendapat pemberitahuan tentang penyitaan barang narkoba dari penyidik Polri atau penyidik BNN.

Paling lama tujuh hari wajib menetapkan status barang sitaan narkoba untuk kepentingan pembukaan perkara. ”Setelah uji labfor dan proses lanjut kepada pengadilan, kita koordinasi dengan JPU, sebagian dari penyisihan itu kita musnahkan,” katanya.

Perwira menengah dua melati emas di pundak itu menambahkan, BB yang dimusnahkan 8,74 kilogram. Sisanya disisihkan sesuai peraturan. ”Mudah-mudahan nanti bisa didapatkan nama alamat dan foto sesuai informasi dari HP. Secepatnya kita lakukan penyelidikan. Selidikan mudah-mudahan nantinya bisa dilakukan penangkapan,” tegasnya.

”Inisial yang diduga S. Kalau ke atas, setelah kita penangkapan pengendali ini. Mudah-mudahan nanti bisa segera menangkap. Inisial S ini tugasnya kurir,” imbuhnya.

Baca Juga :  Gara-Gara Barang dalam Sarung, Rudi Diciduk Polisi

Pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengungkap gerbong narkoba di Sampang. Pihaknya juga belum bisa menetapkan status dari dua tersangka yang sudah diamankan. Entah itu sebagai kurir, pemakai, atau bandar.

”Untuk dikuatkan menjadi Bandar, perlu satu orang lagi untuk dijadikan saksi. Kalau di badan sudah. Namun untuk menguatkan sebagai bandar belum. Mudah-mudahan kita bisa menangkap inisial S ini,” pungkasnya.

Kasubdit Narkoba Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya AKBP Arif Andi Setiawan menyampaikan, 8,75 kilogram sabu itu merupakan jenis narkotika golongan I atau metilfentanil. Atau golongan narkoba yang tercantum dalam pasal 6 ayat 1 UU 35/2009. ”Sebelum dimusnahkan kita uji dulu,” terangnya.

Pengujian dua kali dilakukan di halaman Polres Sampang. Metode yang digunakan dengan cairan marques dan simon A dan B. ”Kalau terbukti narkoba jenis sabu, cairan berwarna cokelat. Sedangkan jenis cairan simon berwarna biru,” terangnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/