alexametrics
20.8 C
Madura
Tuesday, June 28, 2022

PPP Gelar Silaturahmi Kader se-Madura

PAMEKASAN – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar konsolidasi di Pondok Pesantren Darul Ulum Banyunayar (Duba) Senin (14/8). Konsolidasi tersebut dikemas dengan silaturahmi kader PPP se-Madura. Kegiatan konsolidasi tersebut dihadiri Ketua Umum DPP PPP Ir H. M. Romahurmuziy, M,T.

Pada kesempatan tersebut, dia menyampaikan pidato politik di depan ribuan kader PPP. Dia didampingi Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Bidang OKK DPP PPP Achmad Baidowi bersama pengurus lainnya. Hadir juga Ketua DPW PPP Jatim Drs. H. Musyaffa’ Noer dan ketua DPC PPP se-Madura.

Seluruh pengurus PAC se-Madura juga hadir. Yang tidak kalah penting Pengasuh Ponpes Duba RKH. Muhammad Syamsul Arifin hadir dan berkesempatan memberikan sambutan. Kedatangan ketua umum PPP dalam rangka konsolidasi persiapan Madura sebagai provinsi.

Selain itu, dalam rangka persiapan Pilkada 2018 di Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. ”Memantapkan kader terbaik PPP sebagai calon bupati,” terang Romahurmuziy.

Romy mengungkapkan, pertemuan itu juga sebagai silaturahmi untuk menjelaskan kebijakan mutakhir DPP PPP merespons situasi dan perkembangan politik nasional. Begitu juga tabayyun atau mengklarifikasi informasi yang tidak benar di tingkat bawah.

Tabbayun yang dimaksud adalah menyikapi informasi mengenai politik yang berkembang. Beberapa waktu lalu sebagian ulama menyatakan mufaraqah dari kepengurusan PPP. Pada kesempatan ini, DPP PPP memberikan penjelasan kepada ulama dan kader PPP di Madura.

Baca Juga :  KPU Sumenep Coret 19.734 Daftar Pemilih Pilgub

”Saat itu kita memiliki kesibukan-kesibukan dalam menghadapi konflik yang belum selesai. Sehingga saya tidak bisa melakukan tabayyun atau klarifikasi ke ulama-ulama di Madura. Baru setelah konflik selesai, saya bisa turun ke Madura untuk menjelaskan,” ujarnya.

”Hal itu dilakukan dalam rangka niat untuk menjadikan PPP sebagai pemenang nomor satu. Bukan hanya di Pamekasan, tapi di kabupaten lainnya. Sebagai ikhtiar kita untuk menghidupkan syiar islam melalui PPP,” papar Romy.

Karena itu, dia berharap ulama yang sempat menyampaikan gagasan atau seruan mufarrqoh untuk kembali ke PPP. Sebab PPP tidak seperti yang diasumsikan di dalam sebab-sebab dalam mufaraqah itu. ”Saya sudah jelaskan yang sebenarnya kepada kiai-kiai sehingga dapatnya disampaikan kepada masyarakat luas,”terangnya.

Sekretaris DPC PPP Pamekasan Muksin Salim memastikan bahwa kiai PPP saat ini solid. Setelah ada penjelasan dari DPP PPP tentang pilkada di DKI Jakarta, ulama di Pamekasan tidak lagi mufaraqah dari kepengurusan PPP. Klarifikasi tersebut secara resmi telah disampaikan kepada pengasuh Duba, RKH Muhammad Syamsul Arifin sebagai wakil ketua majelis syariah DPP PPP.

Baca Juga :  Korupsi Banyak Terjadi di Pemerintah Desa

Klarifikasi secara resmi dikirim melalui surat tertanggal 24 Juli 2017 ditandatangani Wakil Ketua Umum Dra Hj Ermalena, MHS dan H. Arsul Sani sebagai Sekjend. Pilkada DKI Jakarta, DPP PPP telah menggunakan hak konstitusionalnya pada putaran pertama dengan mengusung Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.

Pengusungan tersebut telah didaftarkan di KPU DKI Jakarta dan tidak dapat ditarik kembali. Pada putaran kedua, DPP PPP memberikan keleluasaan kepada DPW PPP DKI untuk menentukan sikap politik. Pada perjalanannya, sebagian kader DPW DKI menyatakan dukungan kepada Basuki Thahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, sehinggga menimbulkan kontroversi di masyarakat.

”Karenanya, DPP PPP mengajukan permohonan maaf atas sikap kader DPW PPP provinsi pada pilkada putara kedua. Sebab, sudah ada klarifikasi ulama tetap solid di PPP,” kata Muksin membacakan isi surat klarifikasi itu.

PAMEKASAN – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar konsolidasi di Pondok Pesantren Darul Ulum Banyunayar (Duba) Senin (14/8). Konsolidasi tersebut dikemas dengan silaturahmi kader PPP se-Madura. Kegiatan konsolidasi tersebut dihadiri Ketua Umum DPP PPP Ir H. M. Romahurmuziy, M,T.

Pada kesempatan tersebut, dia menyampaikan pidato politik di depan ribuan kader PPP. Dia didampingi Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Bidang OKK DPP PPP Achmad Baidowi bersama pengurus lainnya. Hadir juga Ketua DPW PPP Jatim Drs. H. Musyaffa’ Noer dan ketua DPC PPP se-Madura.

Seluruh pengurus PAC se-Madura juga hadir. Yang tidak kalah penting Pengasuh Ponpes Duba RKH. Muhammad Syamsul Arifin hadir dan berkesempatan memberikan sambutan. Kedatangan ketua umum PPP dalam rangka konsolidasi persiapan Madura sebagai provinsi.


Selain itu, dalam rangka persiapan Pilkada 2018 di Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. ”Memantapkan kader terbaik PPP sebagai calon bupati,” terang Romahurmuziy.

Romy mengungkapkan, pertemuan itu juga sebagai silaturahmi untuk menjelaskan kebijakan mutakhir DPP PPP merespons situasi dan perkembangan politik nasional. Begitu juga tabayyun atau mengklarifikasi informasi yang tidak benar di tingkat bawah.

Tabbayun yang dimaksud adalah menyikapi informasi mengenai politik yang berkembang. Beberapa waktu lalu sebagian ulama menyatakan mufaraqah dari kepengurusan PPP. Pada kesempatan ini, DPP PPP memberikan penjelasan kepada ulama dan kader PPP di Madura.

Baca Juga :  Soal Full Day School, Ini Sikap PPP

”Saat itu kita memiliki kesibukan-kesibukan dalam menghadapi konflik yang belum selesai. Sehingga saya tidak bisa melakukan tabayyun atau klarifikasi ke ulama-ulama di Madura. Baru setelah konflik selesai, saya bisa turun ke Madura untuk menjelaskan,” ujarnya.

”Hal itu dilakukan dalam rangka niat untuk menjadikan PPP sebagai pemenang nomor satu. Bukan hanya di Pamekasan, tapi di kabupaten lainnya. Sebagai ikhtiar kita untuk menghidupkan syiar islam melalui PPP,” papar Romy.

Karena itu, dia berharap ulama yang sempat menyampaikan gagasan atau seruan mufarrqoh untuk kembali ke PPP. Sebab PPP tidak seperti yang diasumsikan di dalam sebab-sebab dalam mufaraqah itu. ”Saya sudah jelaskan yang sebenarnya kepada kiai-kiai sehingga dapatnya disampaikan kepada masyarakat luas,”terangnya.

Sekretaris DPC PPP Pamekasan Muksin Salim memastikan bahwa kiai PPP saat ini solid. Setelah ada penjelasan dari DPP PPP tentang pilkada di DKI Jakarta, ulama di Pamekasan tidak lagi mufaraqah dari kepengurusan PPP. Klarifikasi tersebut secara resmi telah disampaikan kepada pengasuh Duba, RKH Muhammad Syamsul Arifin sebagai wakil ketua majelis syariah DPP PPP.

Baca Juga :  Tetap Siap Besarkan PPP

Klarifikasi secara resmi dikirim melalui surat tertanggal 24 Juli 2017 ditandatangani Wakil Ketua Umum Dra Hj Ermalena, MHS dan H. Arsul Sani sebagai Sekjend. Pilkada DKI Jakarta, DPP PPP telah menggunakan hak konstitusionalnya pada putaran pertama dengan mengusung Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.

Pengusungan tersebut telah didaftarkan di KPU DKI Jakarta dan tidak dapat ditarik kembali. Pada putaran kedua, DPP PPP memberikan keleluasaan kepada DPW PPP DKI untuk menentukan sikap politik. Pada perjalanannya, sebagian kader DPW DKI menyatakan dukungan kepada Basuki Thahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, sehinggga menimbulkan kontroversi di masyarakat.

”Karenanya, DPP PPP mengajukan permohonan maaf atas sikap kader DPW PPP provinsi pada pilkada putara kedua. Sebab, sudah ada klarifikasi ulama tetap solid di PPP,” kata Muksin membacakan isi surat klarifikasi itu.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/