alexametrics
20.4 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Mita KPU Teliti Ulang DPT Pemilu

PAMEKASAN – Temuan internal DPC PPP mengenai anak usia lima tahun masuk daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 menjadi perhatian publik. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan diminta meneliti ulang daftar pemilih yang ditetapkan itu.

DPT yang sudah ditetapkan 706.619 pemilih. Sementara tempat pemungutan suara (TPS) ada 3.133 lokasi.

Aktivis Lembaga Kajian Kebijakan Pemerintah (LKKP) Zahrul Anam mengatakan, temuan dari tim internal DPC PPP mengenai data pemilih yang diduga bermasalah itu harus ditindaklanjuti. KPU wajib menelusuri kebenaran informasi tersebut.

Tujuannya, agar masyarakat yakin bahwa data pemilih tidak bermasalah. ”Temuan itu segera ditindaklanjuti,” desaknya.

Jika perlu, KPU meminta seluruh panitia pemilihan kecamatan (PPK) mengkroscek ulang DPT yang ditetapkan itu. Tidak menutup kemungkinan, kesalahan entri data memang terjadi.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Terduga Pencabul Buron

Mengingat, lanjut Anam, yang menginput data adalah petugas sehingga kemungkinan human error bisa terjadi. Hasil kroscek disampaikan ke publik untuk ditanggapi. Harapannya, masyarakat terlibat langsung dalam pendataan tersebut.

Data pemilih merupakan salah satu bagian paling urgen dalam pemilihan. Jika KPU tidak bisa meyakinkan masyarakat bahwa data pemilih valid, akan berdampak buruk pada tingkat partisipasi. ”Validisi data pemilih harus terus dilakukan,” kata dia kemarin (14/2).

Menanggapi itu, Komisioner KPU Pamekasan Divisi Perencanaan dan Data Muhammad Subhan menegaskan, sejauh ini belum ada laporan mengenai DPT bermasalah. Jika masyarakat melapor secara detail, penyelenggara akan langsung menindaklanjuti. ”Kalau ada temuan, akan langsung kami tindak lanjuti,” janjinya.

Baca Juga :  Pasca Terima Laporan Data Ganda dan Invalid dari Partai Gerindra

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu Ketua DPC PPP Pamekasan Halili Yasin mengaku menemukan data pemilih bermasalah. Di antaranya, ada warga meninggal tercantum sebagai pemilih.

Bahkan, ditemukan anak usia lima tahun terdata memiliki hak pilih. Temuan itu merupakan hasil kroscek tim internal Halili di daerah pemilihan (dapil) 4 yang meliputi Kecamatan Kadur, Pegantenan, dan Pakong.

 

PAMEKASAN – Temuan internal DPC PPP mengenai anak usia lima tahun masuk daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 menjadi perhatian publik. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan diminta meneliti ulang daftar pemilih yang ditetapkan itu.

DPT yang sudah ditetapkan 706.619 pemilih. Sementara tempat pemungutan suara (TPS) ada 3.133 lokasi.

Aktivis Lembaga Kajian Kebijakan Pemerintah (LKKP) Zahrul Anam mengatakan, temuan dari tim internal DPC PPP mengenai data pemilih yang diduga bermasalah itu harus ditindaklanjuti. KPU wajib menelusuri kebenaran informasi tersebut.


Tujuannya, agar masyarakat yakin bahwa data pemilih tidak bermasalah. ”Temuan itu segera ditindaklanjuti,” desaknya.

Jika perlu, KPU meminta seluruh panitia pemilihan kecamatan (PPK) mengkroscek ulang DPT yang ditetapkan itu. Tidak menutup kemungkinan, kesalahan entri data memang terjadi.

Baca Juga :  Curi Baterai, Polisi Ringkus Karyawan PT Huawei Services

Mengingat, lanjut Anam, yang menginput data adalah petugas sehingga kemungkinan human error bisa terjadi. Hasil kroscek disampaikan ke publik untuk ditanggapi. Harapannya, masyarakat terlibat langsung dalam pendataan tersebut.

Data pemilih merupakan salah satu bagian paling urgen dalam pemilihan. Jika KPU tidak bisa meyakinkan masyarakat bahwa data pemilih valid, akan berdampak buruk pada tingkat partisipasi. ”Validisi data pemilih harus terus dilakukan,” kata dia kemarin (14/2).

Menanggapi itu, Komisioner KPU Pamekasan Divisi Perencanaan dan Data Muhammad Subhan menegaskan, sejauh ini belum ada laporan mengenai DPT bermasalah. Jika masyarakat melapor secara detail, penyelenggara akan langsung menindaklanjuti. ”Kalau ada temuan, akan langsung kami tindak lanjuti,” janjinya.

Baca Juga :  KPU Segera Lakukan Verifikasi Faktual

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu Ketua DPC PPP Pamekasan Halili Yasin mengaku menemukan data pemilih bermasalah. Di antaranya, ada warga meninggal tercantum sebagai pemilih.

Bahkan, ditemukan anak usia lima tahun terdata memiliki hak pilih. Temuan itu merupakan hasil kroscek tim internal Halili di daerah pemilihan (dapil) 4 yang meliputi Kecamatan Kadur, Pegantenan, dan Pakong.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/