alexametrics
21.5 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Moch. Tarsun, Pemenang I Tokoh Pendidikan Madura Awards 2017

PAMEKASAN – Masyarakat Madura, terutama Pamekasan, sangat akrab dengan nama Mochammad Tarsun atau biasa disingkat Moch. Tarsun. Nama ini sering muncul di media massa, baik cetak, online, maupun media elektronik lainnya. Terlebih setelah terpilih sebagai Tokoh Pendidikan Terpopuler Madura Awards 2017.

Moch. Tarsun bukan nama baru dalam jagat dunia pendidikan di Pamekasan. Lebih 35 tahun dia mengabdi. Tepatnya sejak menjadi guru di SDN Kertagena Laok I pada 1982. Di sekolah tersebut dia mengabdi hingga 1989 atau kurang lebih tujuh tahun.

Selepas di SDN Kertagena Laok I, dia mulai meniti karir di jabatan struktural dinas pendidikan. Dimulai sebagai staf Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Pakong pada 1989–1992 hingga terpilih sebagai kepala Dinas Pendidikan Pamekasan per 17 Mei 2017.

Baca Juga :  Ronaldinho Beri Airlangga Jersey Tim Nasional Brasil Berwarna Kuning

Selama lebih 35 tahun menjadi sebagai abdi negara, dia hanya lima tahun mengabdi di luar dinas pendidikan. Yakni, saat diangkat menjadi Kasi perlindungan konsumen dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) 2001–2006. Selebihnya, karir pria yang pernah meraih penghargaan sebagai Kader Pembangunan Desa 1989 itu dihabiskan di bidang pendidikan.

Selama menjadi pejabat struktural, banyak terobosan yang dilakukan Tarsun. Terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Gerbang Salam. Penghargaan teranyar, pria asal Kecamatan Galis ini dinobatkan sebagai Pemenang I Tokoh Pendidikan Terpopuler Madura Awards 2017.

Penghargaan ini sekaligus menjadi awal yang baik bagi karir jabatan Tarsun sebagai kepala dinas pendidikan. Penghargaan ini diraih karena banyaknya dukungan dari bawah. Hampir seluruh sekolah di bawah naungan Disdik Pamekasan memberikan dukungan. Termasuk, organisasi-organisasi guru, sekolah, dan lain sebagainya.

Baca Juga :  KPU Tetapkan Berbaur sebagai Pemenang Pilkada

Banyaknya dukungan itu tak lepas dari cara pandang Tarsun yang senantiasa menempatkan struktur sebagai jembatan pengabdian yang lebih luas. Jabatan tidak dimaknai sebagai tempat menakutkan. Tetapi sebagai wadah untuk mengayomi yang ada di bawah. ”Kami ini sebenarnya tetap guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala dinas,” ujar Tarsun, Minggu (14/1).

Dalam membina hubungan kerja, Tarsun menempatkan bawahan sebagai keluarga. Dia menganggap bawahan seperti seorang anak. Sedangkan bawahan menjadikan Tarsun sebagai orang tua. Itulah prinsip yang selama ini dijaga hingga tercipta situasi kepemimpinan yang akrab dan egaliter.

”Kami bangun dengan penuh kekeluargaan. Membangun hubungan emosional kepada mereka. Sehingga mereka tidak hanya menganggap saya ini sebagai pimpinannya, tapi juga terkesan sebagai orang tua,” tegas Tarsun.

PAMEKASAN – Masyarakat Madura, terutama Pamekasan, sangat akrab dengan nama Mochammad Tarsun atau biasa disingkat Moch. Tarsun. Nama ini sering muncul di media massa, baik cetak, online, maupun media elektronik lainnya. Terlebih setelah terpilih sebagai Tokoh Pendidikan Terpopuler Madura Awards 2017.

Moch. Tarsun bukan nama baru dalam jagat dunia pendidikan di Pamekasan. Lebih 35 tahun dia mengabdi. Tepatnya sejak menjadi guru di SDN Kertagena Laok I pada 1982. Di sekolah tersebut dia mengabdi hingga 1989 atau kurang lebih tujuh tahun.

Selepas di SDN Kertagena Laok I, dia mulai meniti karir di jabatan struktural dinas pendidikan. Dimulai sebagai staf Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Pakong pada 1989–1992 hingga terpilih sebagai kepala Dinas Pendidikan Pamekasan per 17 Mei 2017.

Baca Juga :  Ringkus Dua Anak di Bawah Umur

Selama lebih 35 tahun menjadi sebagai abdi negara, dia hanya lima tahun mengabdi di luar dinas pendidikan. Yakni, saat diangkat menjadi Kasi perlindungan konsumen dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) 2001–2006. Selebihnya, karir pria yang pernah meraih penghargaan sebagai Kader Pembangunan Desa 1989 itu dihabiskan di bidang pendidikan.

Selama menjadi pejabat struktural, banyak terobosan yang dilakukan Tarsun. Terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Gerbang Salam. Penghargaan teranyar, pria asal Kecamatan Galis ini dinobatkan sebagai Pemenang I Tokoh Pendidikan Terpopuler Madura Awards 2017.

Penghargaan ini sekaligus menjadi awal yang baik bagi karir jabatan Tarsun sebagai kepala dinas pendidikan. Penghargaan ini diraih karena banyaknya dukungan dari bawah. Hampir seluruh sekolah di bawah naungan Disdik Pamekasan memberikan dukungan. Termasuk, organisasi-organisasi guru, sekolah, dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Karang Taruna Bantu Masyarakat

Banyaknya dukungan itu tak lepas dari cara pandang Tarsun yang senantiasa menempatkan struktur sebagai jembatan pengabdian yang lebih luas. Jabatan tidak dimaknai sebagai tempat menakutkan. Tetapi sebagai wadah untuk mengayomi yang ada di bawah. ”Kami ini sebenarnya tetap guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala dinas,” ujar Tarsun, Minggu (14/1).

Dalam membina hubungan kerja, Tarsun menempatkan bawahan sebagai keluarga. Dia menganggap bawahan seperti seorang anak. Sedangkan bawahan menjadikan Tarsun sebagai orang tua. Itulah prinsip yang selama ini dijaga hingga tercipta situasi kepemimpinan yang akrab dan egaliter.

”Kami bangun dengan penuh kekeluargaan. Membangun hubungan emosional kepada mereka. Sehingga mereka tidak hanya menganggap saya ini sebagai pimpinannya, tapi juga terkesan sebagai orang tua,” tegas Tarsun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/