alexametrics
24 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Polisi Tembak Pelaku Begal, Tujuh DPO Belum Tertangkap

BANGKALAN – Dedy Setiawan, pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) atau begal, akhirnya tertangkap. Warga Desa Parseh, Kecamatan Socah, itu masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Pria 33 tahun tersebut diburu polisi karena diuga kuat terlibat dalam curas milik Fahrur Rosi, 24, warga Kelurahan Pejagan, Bangkalan, Senin (13/2/2017). Namun, saat itu pelaku beberapa kali bisa meloloskan diri dari penggerebekan polisi.

Senin (10/9) dia diciduk di kawasan Kecamatan Tandes, Surabaya. Saat hendak ditangkap, Dedy mencoba melawanan polisi dan berusaha melarikan diri. Polisi langsung menyarangkan timah panas ke kaki kanan pelaku.

Dedy mengaku memang kerap melakukan pencurian dan pembegalan. Selain itu pernah melakukan tindakan penggelapan sepeda motor. Sudah beberapa kali keluar masuk penjara.

Di antaranya pernah diringkus di Mapolda Jawa Timur karena kasus narkoba pada tahun 2012. Kemudian pada 2015 juga diciduk gara-gara terlibat kasus penipuan dan penggelapan.

Baca Juga :  DPT Disabilitas Capai 1.453 Orang

”Dan yang sekarang ini sempat empat kali masuk penjara. Satunya lupa,” akunya Jumat (14/9).

Dedy tidak seorang diri menjalankan aksi. Dia biasa bersama temannya yang berinisial S dan R yang juga masuk dalam DPO. Komplotannya biasa mangkal di Lapangan Kerap Sendang, Desa Sanggra Agung, Socah. Kemudian dia juga pernah melakukan pencurian di Kelurahan Pejagan, Bangkalan.

”Biasa bertiga. Hanya melakukan di Bangkalan. Saya dapat bagian Rp 300 ribu. Buat beli rokok dan kebutuhan,” ungkap Dedy.

Dia menyadari ditetapkan sebagai DPO dan menjadi target polisi di salah satu tayangan video di YouTube. Karena itu, Dedy melarikan diri ke Surabaya.

Dedy juga mengaku kenal dengan tujuh DPO dalam kasus curas. Namun, hanya dua orang yang biasa beraksi dengannya. ”Kurang tahu. Kabur semua,” ujarnya.

Baca Juga :  Semoga Terus Aman

Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan menerangkan, dari delapan DPO, satu sudah ditangkap. Pelaku telah melakukan tindakan terhadap curanmor ataupun pembegelan di delapan lokasi di Kota Salak.

Boby sudah mengetahui sebagian besar keberadaan DPO lainnya. Untuk itu, sebelum ditangkap paksa dia meminta para DPO bisa menyerahkan diri. Jika tidak, pihaknya tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas terukur kepada para pelaku.

”Posisinya sudah kami ketahui. Berbagai cara akan kami lakukan untuk menangkap pelaku. Kami akan tetap mengejar ke mana pun dan di mana pun bersembunyi,” janjinya.

BANGKALAN – Dedy Setiawan, pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) atau begal, akhirnya tertangkap. Warga Desa Parseh, Kecamatan Socah, itu masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Pria 33 tahun tersebut diburu polisi karena diuga kuat terlibat dalam curas milik Fahrur Rosi, 24, warga Kelurahan Pejagan, Bangkalan, Senin (13/2/2017). Namun, saat itu pelaku beberapa kali bisa meloloskan diri dari penggerebekan polisi.

Senin (10/9) dia diciduk di kawasan Kecamatan Tandes, Surabaya. Saat hendak ditangkap, Dedy mencoba melawanan polisi dan berusaha melarikan diri. Polisi langsung menyarangkan timah panas ke kaki kanan pelaku.


Dedy mengaku memang kerap melakukan pencurian dan pembegalan. Selain itu pernah melakukan tindakan penggelapan sepeda motor. Sudah beberapa kali keluar masuk penjara.

Di antaranya pernah diringkus di Mapolda Jawa Timur karena kasus narkoba pada tahun 2012. Kemudian pada 2015 juga diciduk gara-gara terlibat kasus penipuan dan penggelapan.

Baca Juga :  Berbaur Cerminan Koalisi Rakyat

”Dan yang sekarang ini sempat empat kali masuk penjara. Satunya lupa,” akunya Jumat (14/9).

Dedy tidak seorang diri menjalankan aksi. Dia biasa bersama temannya yang berinisial S dan R yang juga masuk dalam DPO. Komplotannya biasa mangkal di Lapangan Kerap Sendang, Desa Sanggra Agung, Socah. Kemudian dia juga pernah melakukan pencurian di Kelurahan Pejagan, Bangkalan.

”Biasa bertiga. Hanya melakukan di Bangkalan. Saya dapat bagian Rp 300 ribu. Buat beli rokok dan kebutuhan,” ungkap Dedy.

Dia menyadari ditetapkan sebagai DPO dan menjadi target polisi di salah satu tayangan video di YouTube. Karena itu, Dedy melarikan diri ke Surabaya.

Dedy juga mengaku kenal dengan tujuh DPO dalam kasus curas. Namun, hanya dua orang yang biasa beraksi dengannya. ”Kurang tahu. Kabur semua,” ujarnya.

Baca Juga :  DPT Disabilitas Capai 1.453 Orang

Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan menerangkan, dari delapan DPO, satu sudah ditangkap. Pelaku telah melakukan tindakan terhadap curanmor ataupun pembegelan di delapan lokasi di Kota Salak.

Boby sudah mengetahui sebagian besar keberadaan DPO lainnya. Untuk itu, sebelum ditangkap paksa dia meminta para DPO bisa menyerahkan diri. Jika tidak, pihaknya tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas terukur kepada para pelaku.

”Posisinya sudah kami ketahui. Berbagai cara akan kami lakukan untuk menangkap pelaku. Kami akan tetap mengejar ke mana pun dan di mana pun bersembunyi,” janjinya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/