alexametrics
25.8 C
Madura
Monday, July 4, 2022

Laporkan Dugaan Penggelapan Kendaraan R3 dan R4

SAMPANG – Pegiat Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Korda Sampang melaporkan dugaan penggelapan kendaraan roda tiga (R3) dan roda empat R4 yang dikelola dinas perhubungan (dishub) ke polisi. Pelaporan ke penegak hukum dilakukan Jumat (11/8).

Pelaporan tersebut karena aset daerah R3 dan R4 ditengarai tidak jelas perjanjiannya dengan para pengguna. Bahkan, ada satu unit roda empat yang ditengarai hilang. Akibat pengelolaan aset yang tidak jelas tersebut, ditengarai terjadi kebocoran uang negara hingga ratusan juta.

”Ini (laporan, Red) sebagai bentuk tindak lanjut kami setelah audiensi dengan dishub. Kami menduga, aset daerah itu digelapkan,” tegas  Ketua Pegiat Jaka Jatim Korda Sampang Sidik.

Baca Juga :  Ra Latif Berdedikasi

Atas ketidakjelasan itu, lanjut dia, berpotensi ada kebocoran pendapatan asli daerah (PAD). Pengelolaan retribusi dua jenis kendaraan itu mencapai Rp 275 juta. Hal tersebut diketahui pada 2016. ”Bisa saja tahun-tahun sebelumnya juga banyak,” imbuh pria yang akrab disapa Didik itu.

Di sisi lain, Didik mengaku pihaknya ingin menggandeng polisi untuk menyelamatkan aset milik Pemkab Sampang yang keberadaannya tidak jelas hingga saat ini. Didik meminta kepolisian bekerja maksimal untuk mengetahui keberadaan aset milik pemkab.

”Data kami sudah ada. Kami berharap, kerja sama ini menemukan titik terang tentang keberadaan aset daerah,” harap pria asal Kecamatan Sokobanah itu.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto berjanji akan menindaklanjuti laporan dari Jaka Jatim. Jadi nantinya ada kejelasan tentang keberadaan aset yang diduga tidak diketahui itu.

Baca Juga :  Halili Ngaku Tidak Minat Nyalon Bupati

”Kami sudah terima laporannya. Kami akan melakukan pemanggilan kepada beberapa pihak terkait, seperti dishub maupun pengguna kendaraan untuk mengumpulkan data,” ucapnya mewakili Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar.

Untuk diketahui, ada 141 unit kendaraan R3 dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) pada 2013 dan 2014. Kendaraan itu disewakan kepada pengguna Rp 150 ribu per bulan. Sementara untuk R4 sebanyak 30 unit. Perinciannya, 19 unit merupakan pengadan tahun anggaran 2009 dan 11 unit pada 2010. Kendaraan R4 disewakan Rp 600 ribu per bulan.

SAMPANG – Pegiat Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Korda Sampang melaporkan dugaan penggelapan kendaraan roda tiga (R3) dan roda empat R4 yang dikelola dinas perhubungan (dishub) ke polisi. Pelaporan ke penegak hukum dilakukan Jumat (11/8).

Pelaporan tersebut karena aset daerah R3 dan R4 ditengarai tidak jelas perjanjiannya dengan para pengguna. Bahkan, ada satu unit roda empat yang ditengarai hilang. Akibat pengelolaan aset yang tidak jelas tersebut, ditengarai terjadi kebocoran uang negara hingga ratusan juta.

”Ini (laporan, Red) sebagai bentuk tindak lanjut kami setelah audiensi dengan dishub. Kami menduga, aset daerah itu digelapkan,” tegas  Ketua Pegiat Jaka Jatim Korda Sampang Sidik.

Baca Juga :  Slamet Junaidi Berharap Segera Dilantik

Atas ketidakjelasan itu, lanjut dia, berpotensi ada kebocoran pendapatan asli daerah (PAD). Pengelolaan retribusi dua jenis kendaraan itu mencapai Rp 275 juta. Hal tersebut diketahui pada 2016. ”Bisa saja tahun-tahun sebelumnya juga banyak,” imbuh pria yang akrab disapa Didik itu.

Di sisi lain, Didik mengaku pihaknya ingin menggandeng polisi untuk menyelamatkan aset milik Pemkab Sampang yang keberadaannya tidak jelas hingga saat ini. Didik meminta kepolisian bekerja maksimal untuk mengetahui keberadaan aset milik pemkab.

”Data kami sudah ada. Kami berharap, kerja sama ini menemukan titik terang tentang keberadaan aset daerah,” harap pria asal Kecamatan Sokobanah itu.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto berjanji akan menindaklanjuti laporan dari Jaka Jatim. Jadi nantinya ada kejelasan tentang keberadaan aset yang diduga tidak diketahui itu.

Baca Juga :  Ra Latif Berdedikasi

”Kami sudah terima laporannya. Kami akan melakukan pemanggilan kepada beberapa pihak terkait, seperti dishub maupun pengguna kendaraan untuk mengumpulkan data,” ucapnya mewakili Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar.

Untuk diketahui, ada 141 unit kendaraan R3 dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) pada 2013 dan 2014. Kendaraan itu disewakan kepada pengguna Rp 150 ribu per bulan. Sementara untuk R4 sebanyak 30 unit. Perinciannya, 19 unit merupakan pengadan tahun anggaran 2009 dan 11 unit pada 2010. Kendaraan R4 disewakan Rp 600 ribu per bulan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/