alexametrics
25.3 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Pemkab Pamekasan Lirik BUMDes Bidang Pariwisata

PAMEKASAN – Pemberdayaan ekonomi desa belum sepenuhnya berjalan. Dari 178 desa, baru ada 50 badan usaha milik desa (BUMDes) yang terbentuk. Puluhan BUMDes tersebut masih bergerak di bidang usaha pertanian dan simpan pinjam.

Kabid Pemberdayaan Perekonomian Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan Anang Suheko mengatakan, pihaknya akan membuat percobaan agar BUMDes baru bisa membentuk usaha produktif dan kreatif. Terutama BUMDes yang bergerak di bidang pariwisata.

”BUMDes pariwisata pertama di Pamekasan di kampung batik. Di daerah Kecamatan Proppo juga sudah terbentuk,” katanya Selasa (13/3). Pihaknya terus melakukan pembinaan ke sejumlah desa. Tujuannya, bisa mewujudkan BUMDes yang bisa mengangkat potensi, baik di bidang pariwisata maupun industri kreatif.

Baca Juga :  Pemkab Pamekasan Beri Beasiswa dan Kuliahkan Anak Guru

”Pemberdayaan seperti ini memang perlu ditingkatkan karena ekonomi kreatif pasti mendatangkan keuntungan besar,” jelasnya.

Pengembangan BUMDes dan pemberdayaan masyarakat desa perlu dibina terus-menerus. Tahun ini, pihaknya menargetkan bisa membentuk BUMDes di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Target itu sebanyak 20–30 BUMDes baru.

Menurut dia, potensi pariwisata di Pamekasan sangat kurang. Anang menilai, SDA yang berpotensi dijadikan tempat wisata belum mendukung. Tetapi, tidak ada salahnya jika digali agar potensi itu muncul.

”Seperti di Pantai Jumiang, kami mendapat informasi dari bappeda bahwa sudah terbentuk kawasan tentang pariwisata di sana,” katanya.

Dia berharap muncul kawasan baru yang potensial di sekitar Pantai Jumiang. Targetnya, akan dijadikan sebagai BUMDes pertama di bidang pariwisata. Desa-desa yang berdekatan akan dimasukkan pada BUMDes daerah, kemudian dikelola bersama. ”Ini yang akan kita kembangkan,” tandasnya.

Baca Juga :  Denah Baru CFD, Lokasi Parkir Lebih Dekat

PAMEKASAN – Pemberdayaan ekonomi desa belum sepenuhnya berjalan. Dari 178 desa, baru ada 50 badan usaha milik desa (BUMDes) yang terbentuk. Puluhan BUMDes tersebut masih bergerak di bidang usaha pertanian dan simpan pinjam.

Kabid Pemberdayaan Perekonomian Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan Anang Suheko mengatakan, pihaknya akan membuat percobaan agar BUMDes baru bisa membentuk usaha produktif dan kreatif. Terutama BUMDes yang bergerak di bidang pariwisata.

”BUMDes pariwisata pertama di Pamekasan di kampung batik. Di daerah Kecamatan Proppo juga sudah terbentuk,” katanya Selasa (13/3). Pihaknya terus melakukan pembinaan ke sejumlah desa. Tujuannya, bisa mewujudkan BUMDes yang bisa mengangkat potensi, baik di bidang pariwisata maupun industri kreatif.

Baca Juga :  Denah Baru CFD, Lokasi Parkir Lebih Dekat

”Pemberdayaan seperti ini memang perlu ditingkatkan karena ekonomi kreatif pasti mendatangkan keuntungan besar,” jelasnya.

Pengembangan BUMDes dan pemberdayaan masyarakat desa perlu dibina terus-menerus. Tahun ini, pihaknya menargetkan bisa membentuk BUMDes di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Target itu sebanyak 20–30 BUMDes baru.

Menurut dia, potensi pariwisata di Pamekasan sangat kurang. Anang menilai, SDA yang berpotensi dijadikan tempat wisata belum mendukung. Tetapi, tidak ada salahnya jika digali agar potensi itu muncul.

”Seperti di Pantai Jumiang, kami mendapat informasi dari bappeda bahwa sudah terbentuk kawasan tentang pariwisata di sana,” katanya.

Dia berharap muncul kawasan baru yang potensial di sekitar Pantai Jumiang. Targetnya, akan dijadikan sebagai BUMDes pertama di bidang pariwisata. Desa-desa yang berdekatan akan dimasukkan pada BUMDes daerah, kemudian dikelola bersama. ”Ini yang akan kita kembangkan,” tandasnya.

Baca Juga :  Promosi Pariwisata Tidak Jalan
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/