alexametrics
27.1 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Kecewa Penanganan Kasus Kematian Suami

SUMENEP – Yulianti, 34, warga Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget, mendatangi Mapolres Sumenep kemarin (13/2). Ibu satu anak itu mempertanyakan kasus kematian suaminya, Moh. Anwar, 31, yang sudah dilaporkan sejak 2016. Pasalnya, hingga saat ini belum ada perkembangan.

Yuli mengungkapkan, sejak kasus kematian suaminya pada 2016, keluarga sudah empat kali dipanggil dan dimintai keterangan oleh polisi. Tetapi, sampai saat ini dia mengaku belum menerima laporan mengenai perkembangan kasus kematian suaminya yang diduga dibunuh tersebut.

”Saya tidak tahu kenapa, mungkin polisi tidak serius menangani kasus ini. Mungkin karena saya orang miskin,” ungkapnya.

Kedatanganya ke Mapolres Sumenep merupakan kali kelima. Sayangnya, tujuan Yuli tidak tercapai. Sebab, dirinya dan keluarga tidak ditemui petugas. ”Saya tadi disuruh menunggu, tapi sekarang katanya tidak bisa menemui. Malahan saya disuruh pulang,” ujarnya. Dia berharap, polisi serius menangani kasus yang menyebabkan dia menjadi orang tua tunggal itu.

Baca Juga :  28.798 Sasaran Sudah Divaksin

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Mohamad Heri menjelaskan, pihaknya belum bisa menjelaskan terperinci penyelidikan kasus tersebut. Dia beralasan petugas yang menangani kasus tersebut masih menjalankan tugas lain di wilayah kepulauan.

”Semua kasus pasti ditindaklanjuti. Saat ini masih dalam masa penyelidikan. Tapi perkembangannya seperti apa, kami juga belum tahu,” ucapnya.

Kasus kematian Moh. Anwar terjadi pada 2016. Saat itu Moh. Anwar pamit kepada istrinya untuk menghadiri kegiatan perkuliahan. Namun, tiga hari kemudian jenazah Moh. Anwar ditemukan mengambang di perairan Pulau Talango. Keluarga yakin, Moh. Anwar dibunuh.

 

 

SUMENEP – Yulianti, 34, warga Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget, mendatangi Mapolres Sumenep kemarin (13/2). Ibu satu anak itu mempertanyakan kasus kematian suaminya, Moh. Anwar, 31, yang sudah dilaporkan sejak 2016. Pasalnya, hingga saat ini belum ada perkembangan.

Yuli mengungkapkan, sejak kasus kematian suaminya pada 2016, keluarga sudah empat kali dipanggil dan dimintai keterangan oleh polisi. Tetapi, sampai saat ini dia mengaku belum menerima laporan mengenai perkembangan kasus kematian suaminya yang diduga dibunuh tersebut.

”Saya tidak tahu kenapa, mungkin polisi tidak serius menangani kasus ini. Mungkin karena saya orang miskin,” ungkapnya.


Kedatanganya ke Mapolres Sumenep merupakan kali kelima. Sayangnya, tujuan Yuli tidak tercapai. Sebab, dirinya dan keluarga tidak ditemui petugas. ”Saya tadi disuruh menunggu, tapi sekarang katanya tidak bisa menemui. Malahan saya disuruh pulang,” ujarnya. Dia berharap, polisi serius menangani kasus yang menyebabkan dia menjadi orang tua tunggal itu.

Baca Juga :  Kasus Korupsi Tanah Kas Desa Lurah Kolpajung Resmi Ditahan

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Mohamad Heri menjelaskan, pihaknya belum bisa menjelaskan terperinci penyelidikan kasus tersebut. Dia beralasan petugas yang menangani kasus tersebut masih menjalankan tugas lain di wilayah kepulauan.

”Semua kasus pasti ditindaklanjuti. Saat ini masih dalam masa penyelidikan. Tapi perkembangannya seperti apa, kami juga belum tahu,” ucapnya.

Kasus kematian Moh. Anwar terjadi pada 2016. Saat itu Moh. Anwar pamit kepada istrinya untuk menghadiri kegiatan perkuliahan. Namun, tiga hari kemudian jenazah Moh. Anwar ditemukan mengambang di perairan Pulau Talango. Keluarga yakin, Moh. Anwar dibunuh.

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/