alexametrics
20.3 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Menulis Dapat Menunjang Karir Guru

SUMENEP – Program Ayo Menulis yang digelar Jawa Pos Radar Madura (JPRM) mendapat apresiasi. Guru SMPN 1 Kalianget Sumenep Robidiyanto menyebut program yang berlangsung di Graha Kemahasiswaan STKIP PGRI Sumenep itu bermanfaat bagi tenaga didik.

Hal itu disampaikan Robidiyanto usai mengikuti program Ayo Menulis Senin (12/11). Menurut Robi, ada tiga manfaat kegiatan Ayo Menulis. Pertama, guru bisa memiliki pengalaman baru dalam hal pembelajaran literasi.

Kedua, guru bisa termotivasi menjadi penulis profesional. ”Ketiga, guru nantinya bisa membuat karya tulis ilmiah yang dengan tulisan itu dapat menunjang kenaikan pangkat,” jelasnya.

Kasi Kurikulum Sekolah Dasar Disdik Sumenep Abd. Kadir yang menjadi narasumber Ayo Menulis menyebutkan bahwa guru harus bisa menulis. Sebab, guru merupakan sosok teladan bagi siswa. Apa yang dimiliki guru bisa dijadikan inspirasi oleh murid.

Baca Juga :  Jelang Sidang, Babur dan Koko Pasrah

”Ketika guru hanya bisa menyuruh belajar membaca dan menulis, sedangkan gurunya tidak bisa menulis, maka menurut saya nonsense. Karena dalam teori internalisasi nilai itu keteladanan adalah wajib dan niscaya dilakukan,” jelasnya.

”Kalau guru ingin murid tekun membaca dan menulis, maka guru harus bisa membaca dan menulis juga. Dengan begitu, anak didik bisa meniru jejak guru,” tegasnya.

Menulis juga dia sebut sebagai media menuangkan ide-ide guru. Guru yang bisa menulis dapat menularkan ilmu lewat tulisan-tulisannya. Tulisan itu tidak hanya tersampaikan kepada murid di kelas saat bertatap muka, tapi juga bisa dibaca oleh masyarakat luas.

Dengan menulis, ide tidak akan mandek. Ide tersebut akan dibaca dan diteruskan lagi oleh orang lain. ”Karena yang terucap akan lenyap, dan yang tercatat akan tetap diingat,” imbuhnya mengutip pendapat Ariel Noah dalam buku Kisah Lainnya.

Baca Juga :  Kembali ke Pondok saat Libur, Siapa Takut?

SUMENEP – Program Ayo Menulis yang digelar Jawa Pos Radar Madura (JPRM) mendapat apresiasi. Guru SMPN 1 Kalianget Sumenep Robidiyanto menyebut program yang berlangsung di Graha Kemahasiswaan STKIP PGRI Sumenep itu bermanfaat bagi tenaga didik.

Hal itu disampaikan Robidiyanto usai mengikuti program Ayo Menulis Senin (12/11). Menurut Robi, ada tiga manfaat kegiatan Ayo Menulis. Pertama, guru bisa memiliki pengalaman baru dalam hal pembelajaran literasi.

Kedua, guru bisa termotivasi menjadi penulis profesional. ”Ketiga, guru nantinya bisa membuat karya tulis ilmiah yang dengan tulisan itu dapat menunjang kenaikan pangkat,” jelasnya.


Kasi Kurikulum Sekolah Dasar Disdik Sumenep Abd. Kadir yang menjadi narasumber Ayo Menulis menyebutkan bahwa guru harus bisa menulis. Sebab, guru merupakan sosok teladan bagi siswa. Apa yang dimiliki guru bisa dijadikan inspirasi oleh murid.

Baca Juga :  Jurus Nekat Haji ala Orang Madura

”Ketika guru hanya bisa menyuruh belajar membaca dan menulis, sedangkan gurunya tidak bisa menulis, maka menurut saya nonsense. Karena dalam teori internalisasi nilai itu keteladanan adalah wajib dan niscaya dilakukan,” jelasnya.

”Kalau guru ingin murid tekun membaca dan menulis, maka guru harus bisa membaca dan menulis juga. Dengan begitu, anak didik bisa meniru jejak guru,” tegasnya.

Menulis juga dia sebut sebagai media menuangkan ide-ide guru. Guru yang bisa menulis dapat menularkan ilmu lewat tulisan-tulisannya. Tulisan itu tidak hanya tersampaikan kepada murid di kelas saat bertatap muka, tapi juga bisa dibaca oleh masyarakat luas.

Dengan menulis, ide tidak akan mandek. Ide tersebut akan dibaca dan diteruskan lagi oleh orang lain. ”Karena yang terucap akan lenyap, dan yang tercatat akan tetap diingat,” imbuhnya mengutip pendapat Ariel Noah dalam buku Kisah Lainnya.

Baca Juga :  Salah Paham Ketentuan Pamekasan Menulis
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/