alexametrics
21.2 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Pengebom Rumah Kadus Tertangkap, Ini Pengakuannya

SUMEMEP – Penyelidikan kasus pengeboman rumah Kadus Sumber Hidup, Desa Karamian, Kecamatan Masalembu, membuahkan hasil. Polisi berhasil mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam pengeboman tersebut Senin (5/3).

Mereka adalah Agus Salim, 39, dan Mardiansyah, 29. Keduanya merupakan warga setempat. Kedunya diciduk di kediaman masing-masing pada hari yang sama.

Saat melakukan aksi, kedua tersangka berboncengan menggunakan sepeda motor. Mardiansyah bertugas sebagai pengemudi. Sementara Agus Salim sebagai pelempar bom. Setiba di depan kediaman Aswandi, Agus Salim turun dari sepeda motor. Sedangkan Mardiansyah melanjutkan perjalanan.

Setelah itu, Agus menyulut bom ikan yang disembunyikan di balik bajunya. Dia melemparnya ke bagian ke rumah korban. Setelah itu, dia melarikan diri. Tidak lama berselang, bom ikan tersebut meledak hingga menimbulkan kerusakan parah.

Baca Juga :  Terkait Perkara Perampokan Disertai Pembunuhan Sopir Taksi Online

Saat ditanya mengenai aksinya, Agus mengaku tidak terima dengan perlakuan pemilik rumah yang menahan sepeda motor rekannya. ”Saya jengkel. Karena sepeda motor teman saya ditahan. Seharusnya, itu (bondet) untuk cari ikan,” ungkap Agus.

Menurut Wakapolres Sumenep Kompol Sutarno, saat melakukan aksi, kedua tersangka dalam pengaruh minuman keras. Selain mengamankan kedua tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa sisa kerusakan rumah dan sepeda motor Honda Beat hitam tanpa pelat nomor yang digunakan kedua tersangka saat beraksi. ”Keduanya sudah mengakui perbuatan mereka,” jelasnya.

Mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Agus Salim dijerat pasal 187 KUHP ke 1e, 2e, dan pasal 406 ayat 1 KUHP. Sedangan rekannya, Mardiansyah, dijerat pasal 56 ke 1e.

Baca Juga :  PBB Terancam Ditinggal Sendirian

SUMEMEP – Penyelidikan kasus pengeboman rumah Kadus Sumber Hidup, Desa Karamian, Kecamatan Masalembu, membuahkan hasil. Polisi berhasil mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam pengeboman tersebut Senin (5/3).

Mereka adalah Agus Salim, 39, dan Mardiansyah, 29. Keduanya merupakan warga setempat. Kedunya diciduk di kediaman masing-masing pada hari yang sama.

Saat melakukan aksi, kedua tersangka berboncengan menggunakan sepeda motor. Mardiansyah bertugas sebagai pengemudi. Sementara Agus Salim sebagai pelempar bom. Setiba di depan kediaman Aswandi, Agus Salim turun dari sepeda motor. Sedangkan Mardiansyah melanjutkan perjalanan.


Setelah itu, Agus menyulut bom ikan yang disembunyikan di balik bajunya. Dia melemparnya ke bagian ke rumah korban. Setelah itu, dia melarikan diri. Tidak lama berselang, bom ikan tersebut meledak hingga menimbulkan kerusakan parah.

Baca Juga :  Mayat Tanpa Identitas Ternyata Sopir Taksi Online

Saat ditanya mengenai aksinya, Agus mengaku tidak terima dengan perlakuan pemilik rumah yang menahan sepeda motor rekannya. ”Saya jengkel. Karena sepeda motor teman saya ditahan. Seharusnya, itu (bondet) untuk cari ikan,” ungkap Agus.

Menurut Wakapolres Sumenep Kompol Sutarno, saat melakukan aksi, kedua tersangka dalam pengaruh minuman keras. Selain mengamankan kedua tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa sisa kerusakan rumah dan sepeda motor Honda Beat hitam tanpa pelat nomor yang digunakan kedua tersangka saat beraksi. ”Keduanya sudah mengakui perbuatan mereka,” jelasnya.

Mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Agus Salim dijerat pasal 187 KUHP ke 1e, 2e, dan pasal 406 ayat 1 KUHP. Sedangan rekannya, Mardiansyah, dijerat pasal 56 ke 1e.

Baca Juga :  Jaksa Tuntut Mati Mat Beta
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/