alexametrics
24 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Kejari Gandeng Ahli Hitung Kerugian Negara

BANGKALAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan terus melakukan penyidikan  dugaan korupsi realisasi program kambing etawa. Korps Adhyaksa akan mendatangkan ahli untuk menghitung kerugian negara dugaan korupsi program yang direalisasikan pada 2017 itu.

Pengadaan kambing etawa merupakan program di badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan 2017. Realisasi program tersebut tersebar di 273 desa se-Bangkalan. Total anggarannya Rp 9.213.750.000.

Hasil pemeriksaan penyidik kejari, tiap desa dianggarkan Rp 33.750.000. Perinciannya, Rp 13.750.000 untuk membeli empat kambing etawa betina, termasuk Rp 800 ribu biaya transportasi. Dana tersebut bersumber dari APBD Bangkalan 2017.

Lalu, Rp 10 juta untuk membeli satu ekor kambing etawa jantan, termasuk Rp 800 ribu untuk biaya transportasi. Kemudian Rp 10 juta untuk pembuatan kandang. Dana tersebut bersumber dari APBDes 2017 masing-masing desa. Penyidik menemukan, biaya transportasi dianggarkan dobel.

Baca Juga :  Diskusi Publik Klarifikasi Layanan RSUD

Kasipidsus Kejari Bangkalan Hendra Purwanto mengatakan, penanganan dugaan korupsi realisasi program kambing etawa tahap penyidikan. ”Kami tetap melakukan serangkaian pemanggilan saksi-saksi,” katanya.

Dia mengungkapkan, sedikitnya delapan puluh orang diperiksa sebagai saksi. Di antaranya, kepala desa (Kades), pejabat BUMDes, pejabat di DPMD Bangkalan, pejabat di BPKAD Bangkalan, dan pihak rekanan. Timgar Pemkab Bangkalan juga diperiksa sebagai saksi.

Penyidik mengagendakan pemanggilan banggar DPRD Bangkalan untuk dilakukan pemeriksaan sebagai saksi. Penyidik kejari juga akan berkoordinasi dengan ahli untuk melakukan penghitungan kerugian keuangan negara dugaan korupsi realisasi program kambing etawa.

”Kami optimistis dalam waktu dekat akan ada titik terang. Kegiatan pengadaan kambing etawa sumber dana dari APBD dan APBDes 2017,” ucapnya.

Baca Juga :  Penetapan Pimpinan DPRD dan Pembentukan AKD Lelet

BANGKALAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan terus melakukan penyidikan  dugaan korupsi realisasi program kambing etawa. Korps Adhyaksa akan mendatangkan ahli untuk menghitung kerugian negara dugaan korupsi program yang direalisasikan pada 2017 itu.

Pengadaan kambing etawa merupakan program di badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan 2017. Realisasi program tersebut tersebar di 273 desa se-Bangkalan. Total anggarannya Rp 9.213.750.000.

Hasil pemeriksaan penyidik kejari, tiap desa dianggarkan Rp 33.750.000. Perinciannya, Rp 13.750.000 untuk membeli empat kambing etawa betina, termasuk Rp 800 ribu biaya transportasi. Dana tersebut bersumber dari APBD Bangkalan 2017.


Lalu, Rp 10 juta untuk membeli satu ekor kambing etawa jantan, termasuk Rp 800 ribu untuk biaya transportasi. Kemudian Rp 10 juta untuk pembuatan kandang. Dana tersebut bersumber dari APBDes 2017 masing-masing desa. Penyidik menemukan, biaya transportasi dianggarkan dobel.

Baca Juga :  Pulang Ziarah, Pak Haji Dapat Bayi

Kasipidsus Kejari Bangkalan Hendra Purwanto mengatakan, penanganan dugaan korupsi realisasi program kambing etawa tahap penyidikan. ”Kami tetap melakukan serangkaian pemanggilan saksi-saksi,” katanya.

Dia mengungkapkan, sedikitnya delapan puluh orang diperiksa sebagai saksi. Di antaranya, kepala desa (Kades), pejabat BUMDes, pejabat di DPMD Bangkalan, pejabat di BPKAD Bangkalan, dan pihak rekanan. Timgar Pemkab Bangkalan juga diperiksa sebagai saksi.

Penyidik mengagendakan pemanggilan banggar DPRD Bangkalan untuk dilakukan pemeriksaan sebagai saksi. Penyidik kejari juga akan berkoordinasi dengan ahli untuk melakukan penghitungan kerugian keuangan negara dugaan korupsi realisasi program kambing etawa.

”Kami optimistis dalam waktu dekat akan ada titik terang. Kegiatan pengadaan kambing etawa sumber dana dari APBD dan APBDes 2017,” ucapnya.

Baca Juga :  Matangkan Konsep Bazar Takjil
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/