alexametrics
21.3 C
Madura
Saturday, October 1, 2022

Pemerintah Luncurkan Buku Vaksinasi Covid-19

JAKARTA – Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi kondisi perekonomian global, termasuk Indonesia. Lonjakan kasus direspon cepat oleh pemerintah dengan menerapkan langkah-langkah strategis untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Memasuki era new normal, Kemenko Bidang Perekonomian meluncurkan buku vaksinasi Covid-19. Launching bersamaan dengan dilaksanakannya diskusi panel terkait tantangan, capaian, dan evaluasi vaksinasi Covid-19.

“Saya berharap buku ini dapat meng-capture kebijakan-kebijakan publik. Karena dalam G20 pun kita memasukkan salah satu outcome dari G20 yaitu terkait arsitektur kesehatan global,” ucap Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam peluncuran Buku Laporan Vaksinasi Covid-19 di kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (11/8).

Buku vaksinasi Covid-19 tersebut merangkum seluruh perjalanan Indonesia sejak awal pandemi. Termasuk kebijakan-kebijakan yang diambil dalam menangani dan mengendalikan pandemi. Juga seluruh dinamika yang terjadi di lapangan.

Dalam penanganan pandemi, pemerintah melakukan perlindungan terhadap kesehatan masyarakat dengan pembatasan mobilitas, kampanye 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak), serta vaksinasi.

Program vaksinasi bertujuan untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 dengan membentuk kekebalan komunal (herd immunity) yang kemudian bertransformasi menjadi perlindungan kelompok (herd protection). Program vaksinasi juga dapat meningkatkan rasa percaya diri masyarakat untuk beraktivitas sekaligus menggerakkan roda perekonomian.

Baca Juga :  Cegah Politik Uang

Upaya yang dilakukan pemerintah dalam mewujudkan herd protection dimulai dari perjuangan mendapatkan vaksin dengan diplomasi ke negara produsen. Tujuannya, untuk mengamankan pasokan dalam situasi kelangkaan.

Pemerintah juga mendorong riset dan inovasi farmasi dengan pengembangan Vaksin Merah Putih untuk kemandirian negara. Lalu mengembangkan digitalisasi sistem kesehatan melalui teknologi informasi dan mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dengan melibatkan berbagai pihak.

“Salah satu terobosan Indonesia adalah digitalisasi health care. Tidak semua negara membolehkan resep dikirim tanpa bertemu dokter. Tapi Indonesia dengan platform konsultasi kesehatan digital, ketika ditemukan kasus positif Covid-19, langsung dikirim obat-obatan oleh dokter. Itu mempercepat penanganan Covid-19 dan obat-obatan diberikan secara gratis,” tutur Airlangga.

Buku Vaksinasi Covid-19 disusun atas kontribusi dan bantuan dari berbagai pihak. Di antaranya Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, PT Bio Farma, United Nations Development Programme (UNDP), dan United States Agency for International Development (USAID).

Baca Juga :  Jelang Perubahan AKD, Perindo dan PBB Tinggalkan Golkar Fraksi Madani Bubar

“Keberhasilan vaksinasi Indonesia adalah bukti bahwa pemerintah melakukan pendekatan vaksinasi bukan dalam bentuk program, tapi dalam bentuk gerakan,” tutur Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Airlangga dan Budi melakukan penyerahan buku Laporan Vaksinasi Covid-19 secara simbolis kepada sejumlah pejabat. Yakni Duta Besar Amerika Serikat untuk Republik Indonesia, Deputy Chief of Mission at Embassy of Japan, Gubernur Sulsel, Gubernur Riau, Gubernur Kaltim, dan Wakil Gubernur Sumut.

Sebelum acara berakhir, digelar diskusi panel. Narasumbernya Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Indonesia Technical Advisory Group for Immunization (ITAGI), WHO Covid-19 Vaccination Coordinator in Indonesia, National Project Manager SMILE UNDP Indonesia, dan Deputy Director of Health Office USAID Indonesia.

Selaon Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian, acara dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara, Riset, dan Inovasi Kemenko Bidang Perekonomian, Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi Kemenko Bidang Perekonomian, perwakilan kementerian/lembaga, dan perwakilan lembaga internasional. (dlt/fsr/*/par)

JAKARTA – Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi kondisi perekonomian global, termasuk Indonesia. Lonjakan kasus direspon cepat oleh pemerintah dengan menerapkan langkah-langkah strategis untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Memasuki era new normal, Kemenko Bidang Perekonomian meluncurkan buku vaksinasi Covid-19. Launching bersamaan dengan dilaksanakannya diskusi panel terkait tantangan, capaian, dan evaluasi vaksinasi Covid-19.

“Saya berharap buku ini dapat meng-capture kebijakan-kebijakan publik. Karena dalam G20 pun kita memasukkan salah satu outcome dari G20 yaitu terkait arsitektur kesehatan global,” ucap Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam peluncuran Buku Laporan Vaksinasi Covid-19 di kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (11/8).


Buku vaksinasi Covid-19 tersebut merangkum seluruh perjalanan Indonesia sejak awal pandemi. Termasuk kebijakan-kebijakan yang diambil dalam menangani dan mengendalikan pandemi. Juga seluruh dinamika yang terjadi di lapangan.

Dalam penanganan pandemi, pemerintah melakukan perlindungan terhadap kesehatan masyarakat dengan pembatasan mobilitas, kampanye 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak), serta vaksinasi.

Program vaksinasi bertujuan untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 dengan membentuk kekebalan komunal (herd immunity) yang kemudian bertransformasi menjadi perlindungan kelompok (herd protection). Program vaksinasi juga dapat meningkatkan rasa percaya diri masyarakat untuk beraktivitas sekaligus menggerakkan roda perekonomian.

Baca Juga :  Lestarikan Budaya Leluhur, Airlangga Ziarah ke Makam Ki Ageng Gribig

Upaya yang dilakukan pemerintah dalam mewujudkan herd protection dimulai dari perjuangan mendapatkan vaksin dengan diplomasi ke negara produsen. Tujuannya, untuk mengamankan pasokan dalam situasi kelangkaan.

- Advertisement -

Pemerintah juga mendorong riset dan inovasi farmasi dengan pengembangan Vaksin Merah Putih untuk kemandirian negara. Lalu mengembangkan digitalisasi sistem kesehatan melalui teknologi informasi dan mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dengan melibatkan berbagai pihak.

“Salah satu terobosan Indonesia adalah digitalisasi health care. Tidak semua negara membolehkan resep dikirim tanpa bertemu dokter. Tapi Indonesia dengan platform konsultasi kesehatan digital, ketika ditemukan kasus positif Covid-19, langsung dikirim obat-obatan oleh dokter. Itu mempercepat penanganan Covid-19 dan obat-obatan diberikan secara gratis,” tutur Airlangga.

Buku Vaksinasi Covid-19 disusun atas kontribusi dan bantuan dari berbagai pihak. Di antaranya Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, PT Bio Farma, United Nations Development Programme (UNDP), dan United States Agency for International Development (USAID).

Baca Juga :  Menko Airlangga Ajak Ulama Sukseskan Prokes Lebaran Idul Adha

“Keberhasilan vaksinasi Indonesia adalah bukti bahwa pemerintah melakukan pendekatan vaksinasi bukan dalam bentuk program, tapi dalam bentuk gerakan,” tutur Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Airlangga dan Budi melakukan penyerahan buku Laporan Vaksinasi Covid-19 secara simbolis kepada sejumlah pejabat. Yakni Duta Besar Amerika Serikat untuk Republik Indonesia, Deputy Chief of Mission at Embassy of Japan, Gubernur Sulsel, Gubernur Riau, Gubernur Kaltim, dan Wakil Gubernur Sumut.

Sebelum acara berakhir, digelar diskusi panel. Narasumbernya Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Indonesia Technical Advisory Group for Immunization (ITAGI), WHO Covid-19 Vaccination Coordinator in Indonesia, National Project Manager SMILE UNDP Indonesia, dan Deputy Director of Health Office USAID Indonesia.

Selaon Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian, acara dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara, Riset, dan Inovasi Kemenko Bidang Perekonomian, Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi Kemenko Bidang Perekonomian, perwakilan kementerian/lembaga, dan perwakilan lembaga internasional. (dlt/fsr/*/par)

Artikel Terkait

Most Read

Tingkatkan Kompetensi Literasi Guru

Banyak Lahan Tidak Tergarap

Artikel Terbaru

Lima Raperda Siap Dibahas

/