alexametrics
24.4 C
Madura
Tuesday, August 9, 2022

Telat dan Jalan-Jalan, Pj Bupati Sentil Disiplin Pejabat

BANGKALAN – Pj Bupati Bangkalan I Gusti Ngurah Indra Setiabudi Ranuh dibuat jengkel Jumat (11/5). Saat mengukuhkan ratusan pejabat di bawah naungan dinas pendidikan (disdik), disuguhkan ketidakdisiplinan aparatur.

Saat pengukuhan dan pengambilan sumpah oleh Pj bupati di Pendapa Pratanu, banyak di antara mereka yang datang terlambat. Pemandangan tak elok tersebut membuat mantan Badan Perwakilan Wilayah (Baperwil) Pamekasan ini berang.

Dalam pidatonya, Indra menyinggung banyaknya pejabat yang telat hadir pada pengukuhan. Dia meminta kebiasaan tersebut tidak dicontoh. Sebab jabatan tersebut merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Dia meminta semua pejabat disiplin. ”Jangan sampai seperti yang ada di belakang. Tidak disiplin,” katanya.

”Kami minta barisan belakang ditertibkan. Barisan belakang itu sudah jalan-jalan,” pintanya kepada bagian protokol.

Ratusan pejabat yang dikukuhkan itu terdiri dari UPTD SD dan SMP, pengawas SD dan SMP serta penilik pendidikan luar sekolah (PLS). Nomenklatur kepala sekolah diganti menjadi kepala unit pelaksana teknis dinas (UPTD) SD dan SMP. Perubahan itu berdasarkan Permendagri 12/2017 tentang Pedoman Pembentukan dan Klasifikasi Cabang Dinas dan Unit Pelaksana Teknis Daerah.

Baca Juga :  DAK Lebih Banyak Digunakan Bangun Rumdin Kasek, RKB Hanya Satu Lembaga

”Kepala sekolah jadi kepala UPTD. Punya tugas administrasi dan tugas mengajar. Diharapkan bisa meningkatkan prestasi di bidang pendidikan,” ungkap Indra.

Jumlah pejabat yang dikukuhkan 753 orang. Perinciannya, 583 kepala UPTD SD, 47 kepala UPTD SMP, 70 pengawas SD, 18 pengawas SMP, dan 35 penilik PLS. Data tersebut terpaut 77 dengan pengajuan disdik yang mencapai 830 pejabat.

Ratusan pejabat yang diajukan disdik terdiri dari 649 kepala UPTD SD, 55 kepala UPTD SMP, dan 75 pengawas SD. Kemudian, 15 pengawas SMP dan 36 penilik PLS.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Bangkalan Ari Mufrianto mengatakan, SK yang dibacakan pada pengukuhan hanya 753 pejabat. ”Data yang kami proses sesuai dengan usulan dari disdik,” paparnya.

Baca Juga :  BPKAD Bangkalan Tak Berani Tarik Mobdin Bupati

Sementara itu, Sekretaris Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika menyampaikan,sebenarnya data pejabat yang dikukuhkan 830 orang. SK beberapa pejabat belum dikeluarkan.Dengan demikian, jumlahdi BKPSDA ada perbedaaan dengan data yang dikantongi disdik.

Bambang akan kembali berkoordinasi dengan BKPSDA Bangkalan mengenai hal tersebut. Sehingga tidak menimbulkan polemik. ”Nanti kami koordinasikan lagi biar tidak salah paham,” tuturnya.

Dia juga tidak membantah sentilan Pj bupati terhadap pejabat yang tidak disiplin. Menurut dia, hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi kinerja aparatur. Apalagi, sebagai abdi negara memang seharusnya disiplin

BANGKALAN – Pj Bupati Bangkalan I Gusti Ngurah Indra Setiabudi Ranuh dibuat jengkel Jumat (11/5). Saat mengukuhkan ratusan pejabat di bawah naungan dinas pendidikan (disdik), disuguhkan ketidakdisiplinan aparatur.

Saat pengukuhan dan pengambilan sumpah oleh Pj bupati di Pendapa Pratanu, banyak di antara mereka yang datang terlambat. Pemandangan tak elok tersebut membuat mantan Badan Perwakilan Wilayah (Baperwil) Pamekasan ini berang.

Dalam pidatonya, Indra menyinggung banyaknya pejabat yang telat hadir pada pengukuhan. Dia meminta kebiasaan tersebut tidak dicontoh. Sebab jabatan tersebut merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Dia meminta semua pejabat disiplin. ”Jangan sampai seperti yang ada di belakang. Tidak disiplin,” katanya.


”Kami minta barisan belakang ditertibkan. Barisan belakang itu sudah jalan-jalan,” pintanya kepada bagian protokol.

Ratusan pejabat yang dikukuhkan itu terdiri dari UPTD SD dan SMP, pengawas SD dan SMP serta penilik pendidikan luar sekolah (PLS). Nomenklatur kepala sekolah diganti menjadi kepala unit pelaksana teknis dinas (UPTD) SD dan SMP. Perubahan itu berdasarkan Permendagri 12/2017 tentang Pedoman Pembentukan dan Klasifikasi Cabang Dinas dan Unit Pelaksana Teknis Daerah.

Baca Juga :  BPKAD Bangkalan Tak Berani Tarik Mobdin Bupati

”Kepala sekolah jadi kepala UPTD. Punya tugas administrasi dan tugas mengajar. Diharapkan bisa meningkatkan prestasi di bidang pendidikan,” ungkap Indra.

Jumlah pejabat yang dikukuhkan 753 orang. Perinciannya, 583 kepala UPTD SD, 47 kepala UPTD SMP, 70 pengawas SD, 18 pengawas SMP, dan 35 penilik PLS. Data tersebut terpaut 77 dengan pengajuan disdik yang mencapai 830 pejabat.

Ratusan pejabat yang diajukan disdik terdiri dari 649 kepala UPTD SD, 55 kepala UPTD SMP, dan 75 pengawas SD. Kemudian, 15 pengawas SMP dan 36 penilik PLS.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Bangkalan Ari Mufrianto mengatakan, SK yang dibacakan pada pengukuhan hanya 753 pejabat. ”Data yang kami proses sesuai dengan usulan dari disdik,” paparnya.

Baca Juga :  Survei IDM: Airlangga Tokoh Sipil yang Jadi Calon Presiden Terkuat

Sementara itu, Sekretaris Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika menyampaikan,sebenarnya data pejabat yang dikukuhkan 830 orang. SK beberapa pejabat belum dikeluarkan.Dengan demikian, jumlahdi BKPSDA ada perbedaaan dengan data yang dikantongi disdik.

Bambang akan kembali berkoordinasi dengan BKPSDA Bangkalan mengenai hal tersebut. Sehingga tidak menimbulkan polemik. ”Nanti kami koordinasikan lagi biar tidak salah paham,” tuturnya.

Dia juga tidak membantah sentilan Pj bupati terhadap pejabat yang tidak disiplin. Menurut dia, hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi kinerja aparatur. Apalagi, sebagai abdi negara memang seharusnya disiplin

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/