alexametrics
27.2 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Bazar Takjil Ramadan Sediakan Mamin Layak Konsumsi

BANGKALAN – Bazar Takjil Ramadan 1439 H siap digelar. Panitia telah menyiapkan semua keperluan untuk menyukseskan kegiatan tahunan tersebut. Peserta yang akan terlibat dalam penyediaan menu berbuka puasa juga telah mengikuti pertemuan yang membahas masalah teknis (technical meeting) Jumat (11/5).

Rapat dilaksanakan di kantor Jawa Pos Radar Madura (JPRM) di Jalan Raya Soekarno-Hatta, Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Bangkalan. Panitia memaparkan beberapa ketentuan yang harus dilaksanakan peserta. Pada saat bersamaan juga dilakukan pengundian nomor tenda yang akan ditempati peserta.

Kepala Event JPRM Moh. Sugianto menyampaikan, antusias warga untuk mengikuti bazar takjil sangat tinggi. Namun kuota peserta terbatas. Karena itu, panitia hanya menentukan 120 peserta.

”Banyak yang berharap bisa dapat nomor. Nanti akan kami bicarakan lagi dengan panitia setelah kami setting di lokasi. Kalau memungkinkan kami masukkan,” terang Sugik.

Baca Juga :  Artis Ibu Kota Juga Dukung Baddrut Tamam

Pada pertemuan tersebut, panitia memberikan arahan mengenai peraturan yang diberlakukan selama pelaksanaan acara. Mengingat acara ini akan berlangsung sepanjang bulan Ramadan. Di antaranya membahas mengenai larangan peserta menjual makanan atau minuman (mamin) kedaluwarsa atau tidak layak konsumsi.

”Membahas tata tertib. Kami bekerja sama dengan dinas kesehatan dan dinas perdagangan untuk ikut memantau dagangan peserta,” jelas mantan koordinator liputan (Korlip) itu.

Kemudian, peserta diwajibkan membawa meja sendiri. Pedagang yang tercatat sebagai peserta bazar takjil dituntut berjualan sebulan penuh. Tidak boleh kosong. Jika diketahui tidak berjualan bisa di-blacklist. ”Masih banyak yang mau berjualan. Antusias masyarakat sangat besar,” terangnya.

Selain menu jualan, panitia akan memperhatikan penataan parkir di lokasi acara selama Ramadan. Sebab masyarakat pengunjung mengeluhkan parkir yang terkesan memaksa. Pihaknya akan berupaya bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan.

Baca Juga :  Kades Basoka Dukung Bambang Heriyanto

Berdasarkan keluhan yang diterima, sering kali kendaraan pengunjung yang mau masuk ke lokasi bazar dicegah. Kendaraan mereka langsung diminta untuk diparkir. Padahal, itu bukan atas inisiatif panitia.

”Tapi ada petugas parkir yang memang langsung menyediakan jasa parkir. Kami akan kerja sama dengan dishub untuk mengatasi masalah ini,” tutur Sugik. Jika memang diperlukan tempat parkir, maka ada yang perlu diperhatikan petugas. Yakni tidak diperkenankan langsung memaksa pengunjung.

”Kalau ada pengunjung yang mau parkir, silakan. Yang tidak mau parkir, jangan dihalang-halangi,” imbaunya.

Dia menambahkan, panitia juga akan menata lokasi. Termasuk keberadaan pedagang kaki lima (PKL). Dengan begitu, pengunjung yang datang ke lokasi bazar merasa nyaman. ”Kami akan arahkan. Setidaknya ada jarak dengan lokasi dagangan peserta bazar takjil. Kami akan mulai pada hari pertama puasa,” pungkasnya.

BANGKALAN – Bazar Takjil Ramadan 1439 H siap digelar. Panitia telah menyiapkan semua keperluan untuk menyukseskan kegiatan tahunan tersebut. Peserta yang akan terlibat dalam penyediaan menu berbuka puasa juga telah mengikuti pertemuan yang membahas masalah teknis (technical meeting) Jumat (11/5).

Rapat dilaksanakan di kantor Jawa Pos Radar Madura (JPRM) di Jalan Raya Soekarno-Hatta, Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Bangkalan. Panitia memaparkan beberapa ketentuan yang harus dilaksanakan peserta. Pada saat bersamaan juga dilakukan pengundian nomor tenda yang akan ditempati peserta.

Kepala Event JPRM Moh. Sugianto menyampaikan, antusias warga untuk mengikuti bazar takjil sangat tinggi. Namun kuota peserta terbatas. Karena itu, panitia hanya menentukan 120 peserta.


”Banyak yang berharap bisa dapat nomor. Nanti akan kami bicarakan lagi dengan panitia setelah kami setting di lokasi. Kalau memungkinkan kami masukkan,” terang Sugik.

Baca Juga :  Nasi Jagung Sayur Maronggi, Menu Sederhana yang Merakyat

Pada pertemuan tersebut, panitia memberikan arahan mengenai peraturan yang diberlakukan selama pelaksanaan acara. Mengingat acara ini akan berlangsung sepanjang bulan Ramadan. Di antaranya membahas mengenai larangan peserta menjual makanan atau minuman (mamin) kedaluwarsa atau tidak layak konsumsi.

”Membahas tata tertib. Kami bekerja sama dengan dinas kesehatan dan dinas perdagangan untuk ikut memantau dagangan peserta,” jelas mantan koordinator liputan (Korlip) itu.

Kemudian, peserta diwajibkan membawa meja sendiri. Pedagang yang tercatat sebagai peserta bazar takjil dituntut berjualan sebulan penuh. Tidak boleh kosong. Jika diketahui tidak berjualan bisa di-blacklist. ”Masih banyak yang mau berjualan. Antusias masyarakat sangat besar,” terangnya.

Selain menu jualan, panitia akan memperhatikan penataan parkir di lokasi acara selama Ramadan. Sebab masyarakat pengunjung mengeluhkan parkir yang terkesan memaksa. Pihaknya akan berupaya bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan.

Baca Juga :  Grand Final Pildacil Digelar Sore Ini

Berdasarkan keluhan yang diterima, sering kali kendaraan pengunjung yang mau masuk ke lokasi bazar dicegah. Kendaraan mereka langsung diminta untuk diparkir. Padahal, itu bukan atas inisiatif panitia.

”Tapi ada petugas parkir yang memang langsung menyediakan jasa parkir. Kami akan kerja sama dengan dishub untuk mengatasi masalah ini,” tutur Sugik. Jika memang diperlukan tempat parkir, maka ada yang perlu diperhatikan petugas. Yakni tidak diperkenankan langsung memaksa pengunjung.

”Kalau ada pengunjung yang mau parkir, silakan. Yang tidak mau parkir, jangan dihalang-halangi,” imbaunya.

Dia menambahkan, panitia juga akan menata lokasi. Termasuk keberadaan pedagang kaki lima (PKL). Dengan begitu, pengunjung yang datang ke lokasi bazar merasa nyaman. ”Kami akan arahkan. Setidaknya ada jarak dengan lokasi dagangan peserta bazar takjil. Kami akan mulai pada hari pertama puasa,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/