alexametrics
21.1 C
Madura
Friday, July 1, 2022

Saksi Ahli Absen, Sidang Ditunda

BANGKALAN – Sidang lanjutan dugaan pemukulan terhadap mantan jurnalis Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Ghinan Salman batal digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan, kemarin (11/2). Sebab, tiga saksi ahli yang akan didatangkan jaksa penuntut umum (JPU) tidak hadir.

Dengan demikian, sidang pemeriksaan saksi dengan terdakwa Jumali, pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Bangkalan ditunda pekan depan. Jaksa Hendrik Murbawan menegaskan, sudah mengirim surat pemberitahuan kepada tiga saksi ahli agar hadir pada sidang dugaan kekerasan kepada Ghinan.

Mereka adalah saksi ahli pers dari akademisi. Lalu, saksi ahli hukum dari akademisi dan pihak Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jawa Timur (Jatim). Hendri enggan membeberkan identitas ketiga saksi tersebut. ”Ketiga saksi tidak bisa hadir hari ini (kemarin, Red). Jadi sidang ditunda pekan depan,” terangnya.

Baca Juga :  Mathur Husyairi: Jangan Melacur atas Nama Kontrol Sosial

Sri Hananta selaku Hakim Ketua perkara tersebut membenarkan, sidang dugaan kekerasan kepada jurnalis ditunda pekan depan. ”Saksi tidak bisa hadir. Sidangnya ditunda pekan depan. Konfirmasi langsung jaksanya kalau mau tanya identitas saksinya,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Ghinan Salman menjalankan tugas sebagai wartawan ke Dinas PUPR Bangkalan pada 20 September 2016. Dia hendak mengonfirmasi berita proyek kepada Taufan Zairinsyah selaku kepala dinas PUPR saat itu. Sekarang Taufan menjabat kepala dinas sosial (dinsos).

Ternyata Taufan tidak ada di kantornya. Ghinan lantas menanti di ruang tunggu. Saat itu dari salah satu ruangan terdengar suara bola pingpong. Ghinan mendekat dan mengambil foto beberapa pegawai yang sedang bermain tenis meja saat jam aktif kerja.

Baca Juga :  Desak Jokowi Cabut Keppres, Wartawan Pamekasan Gelar Aksi Teatrikal

Setelah berhasil mengambil foto, Ghinan duduk kembali di lobi. Dua menit berselang, lebih dari sepuluh pegawai keluar dari ruangannya, lalu melakukan intimidasi kepada Ghinan. Mereka marah-marah, melakukan penganiayaan dan pengeroyokan.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Bangkalan. Sedikitnya ada sepuluh pegawai yang diperiksa. Hasilnya, Korps Bhayangkara menetapkan seorang tersangka atas nama Jumali. 

BANGKALAN – Sidang lanjutan dugaan pemukulan terhadap mantan jurnalis Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Ghinan Salman batal digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan, kemarin (11/2). Sebab, tiga saksi ahli yang akan didatangkan jaksa penuntut umum (JPU) tidak hadir.

Dengan demikian, sidang pemeriksaan saksi dengan terdakwa Jumali, pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Bangkalan ditunda pekan depan. Jaksa Hendrik Murbawan menegaskan, sudah mengirim surat pemberitahuan kepada tiga saksi ahli agar hadir pada sidang dugaan kekerasan kepada Ghinan.

Mereka adalah saksi ahli pers dari akademisi. Lalu, saksi ahli hukum dari akademisi dan pihak Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jawa Timur (Jatim). Hendri enggan membeberkan identitas ketiga saksi tersebut. ”Ketiga saksi tidak bisa hadir hari ini (kemarin, Red). Jadi sidang ditunda pekan depan,” terangnya.

Baca Juga :  Mathur Husyairi: Jangan Melacur atas Nama Kontrol Sosial

Sri Hananta selaku Hakim Ketua perkara tersebut membenarkan, sidang dugaan kekerasan kepada jurnalis ditunda pekan depan. ”Saksi tidak bisa hadir. Sidangnya ditunda pekan depan. Konfirmasi langsung jaksanya kalau mau tanya identitas saksinya,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Ghinan Salman menjalankan tugas sebagai wartawan ke Dinas PUPR Bangkalan pada 20 September 2016. Dia hendak mengonfirmasi berita proyek kepada Taufan Zairinsyah selaku kepala dinas PUPR saat itu. Sekarang Taufan menjabat kepala dinas sosial (dinsos).

Ternyata Taufan tidak ada di kantornya. Ghinan lantas menanti di ruang tunggu. Saat itu dari salah satu ruangan terdengar suara bola pingpong. Ghinan mendekat dan mengambil foto beberapa pegawai yang sedang bermain tenis meja saat jam aktif kerja.

Baca Juga :  Aktivis dan Jurnalis Harus Dukung Pembangunan

Setelah berhasil mengambil foto, Ghinan duduk kembali di lobi. Dua menit berselang, lebih dari sepuluh pegawai keluar dari ruangannya, lalu melakukan intimidasi kepada Ghinan. Mereka marah-marah, melakukan penganiayaan dan pengeroyokan.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Bangkalan. Sedikitnya ada sepuluh pegawai yang diperiksa. Hasilnya, Korps Bhayangkara menetapkan seorang tersangka atas nama Jumali. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/