alexametrics
21.1 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Eks Pegawai Bank Mega Diduga Terlibat

BANGKALAN – Oknom mantan pegawai Bank Mega dicurigai terlibat dugaan korupsi realiasi program kambing etawa. Oknum eks pegawai tersebut diduga menguasi buku rekening tabungan dan ATM milik pihak ketiga. Dana dalam rekening tabungan itu disebut-sebut dicairkan tanpa sepengetahuan nasabah.

Untuk diketahui, pengadaan kambing etawa merupakan program Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan DPMD Bangkalan tahun anggaran 2017. Realisasi program tersebut tersebar di 273 desa se-Bangkalan. Total anggaran Rp 9.213.750.000. Setiap desa dianggarkan Rp 33.750.000.

Perinciannya, Rp 13.750.000 untuk membeli empat kambing etawa betina. Dana bersumber dari APBD Bangkalan 2017. Lalu, Rp 10 juta untuk membeli satu ekor kambing etawa jantan dan Rp 10 juta untuk pembuatan kandang. Dana bersumber dari APBDes 2017 tiap desa.

Direktur Rumah Advokasi Rakyat (RAR) Risang Bima Wijaya mengatakan, Hadi Wiyono selaku pihak ketiga atau penyedia kambing etawa membuka tabungan rekening dan ATM di Bank Mega sekitar Juni 2017. Hal tersebut dilakukan sesuai arahan Roby yang saat itu merupakan pegawai Bank Mega.

Baca Juga :  Ratusan PNS Pensiun, Mayoritas Eselon III dan IV

Roby menahan buku rekening tabungan dan ATM milik Hadi dengan alasan agar mudah dalam pengurusan pajak. ”Buku rekening dan ATM milik Hadi dikuasai Roby. Jadi kalau Hadi butuh uang, masih minta ke Roby,” ungkap Risang.

Dia menyatakan, setelah rekening tabungan dan ATM milik Hadi dalam penguasaan Roby, BUMdes melalui para camat melakukan transfer dana terhadap rekening Hadi sebagai pembayaran kambing etawa. Roby bisa melakukan pencarian dana melalui ATM.

Selain itu, beber Risang, Roby melakukan pencarian melalui buku rekening tabungan Bank Mega. ”Karena dia (Roby, Red) pegawai, banyak mencairkan dana lewat ATM bersama. Roby tahu kelemahan Bank Mega,” ujar Risang kepada Jawa Pos Radar Madura.

Baca Juga :  Lomba¬†Mewarnai¬†Asah Kreativitas Siswa

Menurut dia, Roby kerap melakukan pencairan uang milik Hadi tanpa sepengetahuan nasabah.  Roby pernah melakukan pencairan Rp 5 juta, Rp 50 juta, 60 juta, dan Rp 190 juta milik Hadi. ”Banyak pencairan yang dilakukan Roby,” tukasnya.

Pada saat itu, yakni 2017, Roby merupakan pegawai Bank Mega. Namun setelah dugaan korupsi program kambing etawa mencuat ke publik, Roby memilih resign dari Bank Mega.

Manajer KCP Bank Mega Bangkalan Felly Ikhwnus Shafa enggan memberikan penjelasan secara rinci. Dia mengaku sedang ada rapat persiapan raker minggu depan di Jakarta.

”Maaf saya kurang tahu. Yang ngasihkan ke nasabahnya sendiri setelah terima dari CS. (Kalau sudah) di luar, bukan menjadi tanggung jawab pihak bank. Coba tanyakan langsung ke Pak Hadi selaku nasabah,” katanya.

BANGKALAN – Oknom mantan pegawai Bank Mega dicurigai terlibat dugaan korupsi realiasi program kambing etawa. Oknum eks pegawai tersebut diduga menguasi buku rekening tabungan dan ATM milik pihak ketiga. Dana dalam rekening tabungan itu disebut-sebut dicairkan tanpa sepengetahuan nasabah.

Untuk diketahui, pengadaan kambing etawa merupakan program Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan DPMD Bangkalan tahun anggaran 2017. Realisasi program tersebut tersebar di 273 desa se-Bangkalan. Total anggaran Rp 9.213.750.000. Setiap desa dianggarkan Rp 33.750.000.

Perinciannya, Rp 13.750.000 untuk membeli empat kambing etawa betina. Dana bersumber dari APBD Bangkalan 2017. Lalu, Rp 10 juta untuk membeli satu ekor kambing etawa jantan dan Rp 10 juta untuk pembuatan kandang. Dana bersumber dari APBDes 2017 tiap desa.


Direktur Rumah Advokasi Rakyat (RAR) Risang Bima Wijaya mengatakan, Hadi Wiyono selaku pihak ketiga atau penyedia kambing etawa membuka tabungan rekening dan ATM di Bank Mega sekitar Juni 2017. Hal tersebut dilakukan sesuai arahan Roby yang saat itu merupakan pegawai Bank Mega.

Baca Juga :  Sekkab Ingatkan Honorer Tak Terlibat Kriminal

Roby menahan buku rekening tabungan dan ATM milik Hadi dengan alasan agar mudah dalam pengurusan pajak. ”Buku rekening dan ATM milik Hadi dikuasai Roby. Jadi kalau Hadi butuh uang, masih minta ke Roby,” ungkap Risang.

Dia menyatakan, setelah rekening tabungan dan ATM milik Hadi dalam penguasaan Roby, BUMdes melalui para camat melakukan transfer dana terhadap rekening Hadi sebagai pembayaran kambing etawa. Roby bisa melakukan pencarian dana melalui ATM.

Selain itu, beber Risang, Roby melakukan pencarian melalui buku rekening tabungan Bank Mega. ”Karena dia (Roby, Red) pegawai, banyak mencairkan dana lewat ATM bersama. Roby tahu kelemahan Bank Mega,” ujar Risang kepada Jawa Pos Radar Madura.

Baca Juga :  Dapat Kuota 1.243 PPPK

Menurut dia, Roby kerap melakukan pencairan uang milik Hadi tanpa sepengetahuan nasabah.  Roby pernah melakukan pencairan Rp 5 juta, Rp 50 juta, 60 juta, dan Rp 190 juta milik Hadi. ”Banyak pencairan yang dilakukan Roby,” tukasnya.

Pada saat itu, yakni 2017, Roby merupakan pegawai Bank Mega. Namun setelah dugaan korupsi program kambing etawa mencuat ke publik, Roby memilih resign dari Bank Mega.

Manajer KCP Bank Mega Bangkalan Felly Ikhwnus Shafa enggan memberikan penjelasan secara rinci. Dia mengaku sedang ada rapat persiapan raker minggu depan di Jakarta.

”Maaf saya kurang tahu. Yang ngasihkan ke nasabahnya sendiri setelah terima dari CS. (Kalau sudah) di luar, bukan menjadi tanggung jawab pihak bank. Coba tanyakan langsung ke Pak Hadi selaku nasabah,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/