alexametrics
21.5 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Bobol Uang Nasabah, Vonis Hakim Perberat Tuntutan Jaksa

SAMPANG – Kasus pembobolan uang nasabah BRI Cabang Sampang memasuki babak akhir. Pengadilan Tipikor Surabaya kembali menggelar sidang lanjutan Kamis (7/12). Samsul Arifin, mantan founding officer (FO) BRI Cabang Sampang divonis tujuh tahun penjara. Selain itu, membayar uang pengganti Rp 5,7 miliar dengan subsider 2 tahun kurungan.

Awalnya pria asal Sampang itu dituntut 5 tahun 6 bulan. Sedangkan Yogi Sagita selaku mantan teller di Kantor Teras BRI Unit Batu Lengir, Kecamatan Sokobanah, divonis 4 tahun penjara. Pria asal Sumenep itu pada sidang tuntutan dituntut 4 tahun 6 bulan.

Kasipidsus Kejari Sampang Yudie Arieanto Tri Santosa mengatakan, Samsul Arifin (SA) diputus lebih berat dibandingkan dengan terdakwa Yogi Sagita (YS) karena selaku pemeran utama. ”Kalau YS hanya membantu untuk melancarkan aksi SA. Makanya, tuntutan lebih ringan dan tidak ada uang pengganti,” katanya kemarin (10/12).

Baca Juga :  Setelah Mahasiswa, Giliran Alumni UTM yang Dibegal

Pria asal Sidoarjo itu menambahkan, pasal yang disangkakan kepada kedua terdakwa ialah pasal 2 ayat 1 tentang tindak pidana korupsi. Menurut Yudie, vonis kepada terdakwa sudah sesuai dengan perbuatan masing-masing. ”Harta kekayaan SA hanya rumah, kalau mobil sudah dijual. Kalau rumah masih tahap pelelangan. Kira-kira harga taksiran Rp 600 juta,” terangnya.

Sebelumnya, mereka melakukan tindak pidana sejak 2015. Uang nasabah yang sudah dibobol secara keseluruhan mencapai Rp 6 miliar milik 32 orang. Pengembangan kasus itu juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 15 saksi. Mereka mengembalikan Rp 1,7 miliar.

Keduanya menggunakan uang nasabah dengan cara membobol ATM (anjungan tunai mandiri). Nasabah yang tidak membuat ATM dibuatkan. ATM itu digunakan mengambil tabungan nasabah.

Baca Juga :  Pembangunan Talang Siring Molor

Mereka juga meminjam buku tabungan nasabah. Setelah dipinjam, uang itu dikeluarkan dari rekening tanpa sepengetahuan pemilik. Uang dicairkan di unit BRI Batu Lengir, Sokobanah. Meski sudah di-PHK, Samsul Arifin sempat mengambil uang nasabah. Terakhir yang diambil Rp 850 juta.

SAMPANG – Kasus pembobolan uang nasabah BRI Cabang Sampang memasuki babak akhir. Pengadilan Tipikor Surabaya kembali menggelar sidang lanjutan Kamis (7/12). Samsul Arifin, mantan founding officer (FO) BRI Cabang Sampang divonis tujuh tahun penjara. Selain itu, membayar uang pengganti Rp 5,7 miliar dengan subsider 2 tahun kurungan.

Awalnya pria asal Sampang itu dituntut 5 tahun 6 bulan. Sedangkan Yogi Sagita selaku mantan teller di Kantor Teras BRI Unit Batu Lengir, Kecamatan Sokobanah, divonis 4 tahun penjara. Pria asal Sumenep itu pada sidang tuntutan dituntut 4 tahun 6 bulan.

Kasipidsus Kejari Sampang Yudie Arieanto Tri Santosa mengatakan, Samsul Arifin (SA) diputus lebih berat dibandingkan dengan terdakwa Yogi Sagita (YS) karena selaku pemeran utama. ”Kalau YS hanya membantu untuk melancarkan aksi SA. Makanya, tuntutan lebih ringan dan tidak ada uang pengganti,” katanya kemarin (10/12).

Baca Juga :  Setelah Mahasiswa, Giliran Alumni UTM yang Dibegal

Pria asal Sidoarjo itu menambahkan, pasal yang disangkakan kepada kedua terdakwa ialah pasal 2 ayat 1 tentang tindak pidana korupsi. Menurut Yudie, vonis kepada terdakwa sudah sesuai dengan perbuatan masing-masing. ”Harta kekayaan SA hanya rumah, kalau mobil sudah dijual. Kalau rumah masih tahap pelelangan. Kira-kira harga taksiran Rp 600 juta,” terangnya.

Sebelumnya, mereka melakukan tindak pidana sejak 2015. Uang nasabah yang sudah dibobol secara keseluruhan mencapai Rp 6 miliar milik 32 orang. Pengembangan kasus itu juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 15 saksi. Mereka mengembalikan Rp 1,7 miliar.

Keduanya menggunakan uang nasabah dengan cara membobol ATM (anjungan tunai mandiri). Nasabah yang tidak membuat ATM dibuatkan. ATM itu digunakan mengambil tabungan nasabah.

Baca Juga :  Madura Awards Jadi Cambuk untuk Lebih Baik

Mereka juga meminjam buku tabungan nasabah. Setelah dipinjam, uang itu dikeluarkan dari rekening tanpa sepengetahuan pemilik. Uang dicairkan di unit BRI Batu Lengir, Sokobanah. Meski sudah di-PHK, Samsul Arifin sempat mengambil uang nasabah. Terakhir yang diambil Rp 850 juta.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/