alexametrics
20.3 C
Madura
Tuesday, June 28, 2022

Pengedar-Bandar Lolos Lagi

BANGKALAN – Kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu (SS) di wilayah hukum Polres Bangkalan masih marak. Korps Bhayangkara menciduk dua tersangka pemakai barang haram tersebut. Dua tersangka itu dari luar Bangkalan. Mereka datang ke Kota Salak hanya membeli narkoba.

Penangkapan tersangka berawal dari anggota Polsek Konang yang melakukan patrol di jalan raya Desa Bandung, Kecamatan Konang, Jumat (9/11) sekitar pukul 16.00. Polisi kemudian menangkap dua tersangka karena di duga membawa SS.

Para tersangka yaitu Hairut Sholeh, 30, warga Desa Majangan, Kecamatan Jrengik dan Syamsul Arifin, 34, Desa Taddan, Kecamatan Camplong. Sementara Deni juga asal Sampang berhasil lolos dari bidikan polisi.

Hairut Sholeh, Syamsul Arifin, dan Deni diduga berencana mengonsumsi sabu-sabu. Mereka membeli barang haram itu seharga Rp 1 juta kepada Marhaki. Belum menikmati barang laknat tersebut, Hairut Sholeh dan Syamsul Arifin diciduk. Sementara Deni dan Marhaki ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Baca Juga :  Pesta Sabu-Sabu di Kamar Kos

Hairut Sholeh mengaku sudah tujuh bulan menjadi penikmat sabu-sabu. Setiap berencana mengonsumsi sabu-sabu, dia menuju Kota Salak untuk membeli. Sebab dia kenal dengan Marhaki.

Uang yang dipakai untuk membeli sabu-sabu hasil patungan. Jika ada yang traktir, dia berangkat membeli sabu-sabu kepada Marhaki. Sebagai bonusnya, dia bisa menikmati sabu-sabu gratis.

Seperti kasus yang menimpanya kali ini. Uang Rp 1 juta tersebut milik Deni. Hairut Sholeh bersama Syamsul membeli kepada Marhaki agar dapat mengonsumsi sabu-sabu gratis. Saat sudah bersama dengan dua rekan untuk pesta narkoba, mereka ditangkap polisi. ”Saya menyesal,” ucapnya usai menjalani tes urine di RSUD Syamrabu Bangkalan, Jumat malam (9/11).

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Moh. Wiji Santoso mengatakan, polisi telah melakukan pemetaan kasus narkoba itu. Hairut Sholeh, Syamsul Arifin, dan Deni sebagai pengguna. Sementara Marhaki sebagai pengedar.

Baca Juga :  Khofifah-Emil dan Gus Ipul-Puti Target Menang Telak

Dia mengungkapkan, hasil penyelidikan dan penyidikan, Hairut Sholeh dan Syamsul Arifin telah ditetapkan sebagai tersangka pengguna narkoba. Pihaknya kini melakukan pengejaran terhadap Deni dan Marhaki. Mereka telah ditetapkan dalam DPO.

Mantan Kapolsek Tragah itu menambahkan, Hairut Sholeh dan Syamsul Arifin dijerat pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka diancam hukuman pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

BANGKALAN – Kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu (SS) di wilayah hukum Polres Bangkalan masih marak. Korps Bhayangkara menciduk dua tersangka pemakai barang haram tersebut. Dua tersangka itu dari luar Bangkalan. Mereka datang ke Kota Salak hanya membeli narkoba.

Penangkapan tersangka berawal dari anggota Polsek Konang yang melakukan patrol di jalan raya Desa Bandung, Kecamatan Konang, Jumat (9/11) sekitar pukul 16.00. Polisi kemudian menangkap dua tersangka karena di duga membawa SS.

Para tersangka yaitu Hairut Sholeh, 30, warga Desa Majangan, Kecamatan Jrengik dan Syamsul Arifin, 34, Desa Taddan, Kecamatan Camplong. Sementara Deni juga asal Sampang berhasil lolos dari bidikan polisi.


Hairut Sholeh, Syamsul Arifin, dan Deni diduga berencana mengonsumsi sabu-sabu. Mereka membeli barang haram itu seharga Rp 1 juta kepada Marhaki. Belum menikmati barang laknat tersebut, Hairut Sholeh dan Syamsul Arifin diciduk. Sementara Deni dan Marhaki ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Baca Juga :  Kampanye di Media 24 Maret–13 April

Hairut Sholeh mengaku sudah tujuh bulan menjadi penikmat sabu-sabu. Setiap berencana mengonsumsi sabu-sabu, dia menuju Kota Salak untuk membeli. Sebab dia kenal dengan Marhaki.

Uang yang dipakai untuk membeli sabu-sabu hasil patungan. Jika ada yang traktir, dia berangkat membeli sabu-sabu kepada Marhaki. Sebagai bonusnya, dia bisa menikmati sabu-sabu gratis.

Seperti kasus yang menimpanya kali ini. Uang Rp 1 juta tersebut milik Deni. Hairut Sholeh bersama Syamsul membeli kepada Marhaki agar dapat mengonsumsi sabu-sabu gratis. Saat sudah bersama dengan dua rekan untuk pesta narkoba, mereka ditangkap polisi. ”Saya menyesal,” ucapnya usai menjalani tes urine di RSUD Syamrabu Bangkalan, Jumat malam (9/11).

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Moh. Wiji Santoso mengatakan, polisi telah melakukan pemetaan kasus narkoba itu. Hairut Sholeh, Syamsul Arifin, dan Deni sebagai pengguna. Sementara Marhaki sebagai pengedar.

Baca Juga :  Waspada! Peredaran Narkoba di Sampang Merambah 14 Kecamatan

Dia mengungkapkan, hasil penyelidikan dan penyidikan, Hairut Sholeh dan Syamsul Arifin telah ditetapkan sebagai tersangka pengguna narkoba. Pihaknya kini melakukan pengejaran terhadap Deni dan Marhaki. Mereka telah ditetapkan dalam DPO.

Mantan Kapolsek Tragah itu menambahkan, Hairut Sholeh dan Syamsul Arifin dijerat pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka diancam hukuman pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/