alexametrics
19 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Mucikari Pantura Sumenep Belum Jera

SUMENEP – Bisnis ”daging mentah” tidak hanya terjadi wilayah pantura Pamekasan. Tempat yang disebut-sebut sebagai lokalisasi juga ada di Bumi Sumekar. Tepatnya, dia Desa Beluk Ares, Kecamatan Ambunten.

Mucikari yang menyediakan wanita penghibur tak jera meski berkali-kali digerebek dan ditindak aparat penegak hukum. Terbukti, bisnis esek-esek di pesisir pantai utara itu berjalan mulus sampai sekarang.

Kapolsek Ambunten AKP Junaidi mengungkapkan, setelah dilakukan penggerebekan beberapa bulan lalu, dua rumah yang dijadikan tempat prostitusi itu mengalami perubahan. Satu mucikari yang sudah lanjut usia diklaim sudah berhenti dari bisnis tersebut.

Sementara satu mucikari di rumah bordil masih tetap beroperasi. Namun bisnis lendir itu dilakukan secara diam-diam. Menurut dia, dua lokalisasi itu mendapatkan pemantauan ekstra dari polisi.

Baca Juga :  Abrasi Hantui Warga Pantura Sumenep

”Hasil pantauan sementara, tinggal satu mucikari yang masih melanjutkan bisnisnya. Kucing-kucingan dengan kami,” ungkapnya Jumat (10/11).

Karena itu, pihaknya akan bertindak tegas. Jika mucikari tersebut tetap memaksa menjalankan bisnisnya, akan ditindak. Sebab, lokalisasi tersebut sangat meresahkan masyarakat sekitar. ”Jika memaksa, akan kami tindak dan tangkap lagi mucikari itu,” janjinya.

Pihaknya juga mengajak masyarakat di wilayah pantura supaya ikut menjaga keamanan dan kondusivitas lingkungan. Tak terkecuali dari perbuatan perdagangan manusia dan tindak asusila. ”Silakan tangkap dan langsung bawa ke kantor kami. Maka, kami akan proses secara hukum agar ada efek jera,” ucap Junaidi.

Camat Ambunten Joko Sigit Supraworo mengungkapkan, sejauh ini pihaknya mengaku tidak henti-hentinya berkoordinasi dengan aparat penegak hukum mengenai dua lokalisasi tersebut. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah di tingkat desa. ”Jika memang masih ada, kami akan berkoordinasi dengan semua pihak supaya segera ditindak,” ujarnya.

Baca Juga :  Bisnis Esek-Esek di Terminal Bangkalan Kembali Marak

Menurut dia, wilayah di Kecamatan Ambunten ke depan harus bersih dari tempat berbau maksiat. Selain melanggar aturan negara, juga sangat tidak cocok dengan norma sosial dan nilai-nilai agama. 

”Jangan coba-coba untuk menjalankan human trafficking di Ambunten, karena kami akan sangat tegas dengan urusan itu,” pungkasnya.

SUMENEP – Bisnis ”daging mentah” tidak hanya terjadi wilayah pantura Pamekasan. Tempat yang disebut-sebut sebagai lokalisasi juga ada di Bumi Sumekar. Tepatnya, dia Desa Beluk Ares, Kecamatan Ambunten.

Mucikari yang menyediakan wanita penghibur tak jera meski berkali-kali digerebek dan ditindak aparat penegak hukum. Terbukti, bisnis esek-esek di pesisir pantai utara itu berjalan mulus sampai sekarang.

Kapolsek Ambunten AKP Junaidi mengungkapkan, setelah dilakukan penggerebekan beberapa bulan lalu, dua rumah yang dijadikan tempat prostitusi itu mengalami perubahan. Satu mucikari yang sudah lanjut usia diklaim sudah berhenti dari bisnis tersebut.


Sementara satu mucikari di rumah bordil masih tetap beroperasi. Namun bisnis lendir itu dilakukan secara diam-diam. Menurut dia, dua lokalisasi itu mendapatkan pemantauan ekstra dari polisi.

Baca Juga :  Rp 100 Ribu Satu Kali Main

”Hasil pantauan sementara, tinggal satu mucikari yang masih melanjutkan bisnisnya. Kucing-kucingan dengan kami,” ungkapnya Jumat (10/11).

Karena itu, pihaknya akan bertindak tegas. Jika mucikari tersebut tetap memaksa menjalankan bisnisnya, akan ditindak. Sebab, lokalisasi tersebut sangat meresahkan masyarakat sekitar. ”Jika memaksa, akan kami tindak dan tangkap lagi mucikari itu,” janjinya.

Pihaknya juga mengajak masyarakat di wilayah pantura supaya ikut menjaga keamanan dan kondusivitas lingkungan. Tak terkecuali dari perbuatan perdagangan manusia dan tindak asusila. ”Silakan tangkap dan langsung bawa ke kantor kami. Maka, kami akan proses secara hukum agar ada efek jera,” ucap Junaidi.

Camat Ambunten Joko Sigit Supraworo mengungkapkan, sejauh ini pihaknya mengaku tidak henti-hentinya berkoordinasi dengan aparat penegak hukum mengenai dua lokalisasi tersebut. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah di tingkat desa. ”Jika memang masih ada, kami akan berkoordinasi dengan semua pihak supaya segera ditindak,” ujarnya.

Baca Juga :  Satpol PP Bangkalan Jaring 30 PSK dalam Sepuluh Bulan

Menurut dia, wilayah di Kecamatan Ambunten ke depan harus bersih dari tempat berbau maksiat. Selain melanggar aturan negara, juga sangat tidak cocok dengan norma sosial dan nilai-nilai agama. 

”Jangan coba-coba untuk menjalankan human trafficking di Ambunten, karena kami akan sangat tegas dengan urusan itu,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/