alexametrics
20.9 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Turunkan Satu Kompi Brimob Cegah Ricuh Pilkades

PAMEKASAN – Suasana kurang kondusif terjadi di Desa Pangbatok, Kecamatan Proppo. Sebagian warga mengingingkan pilkades itu dibatalkan. Pemicunya, calon kepala desa (cakades) ada dari luar desa.

Sekitar 50 ibu rumah tangga mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) Selasa (10/10). Demi menjaga kondusivitas, satu kompi Brimob dilengkapi mobil water canon diturunkan.

Kapolsek Proppo AKP Bambang Hermanto mengatakan, sejak awal penetapan cakades kondisi di tengah masyarakat kurang kondusif. Sebagian menolak cakades yang ditetapkan panitia.

Sebab, calon pemimpin di desa itu kebanyakan dari luar. Sementara, ada calon asli warga Pangbatok tidak lolos verifikasi. Pada pemilihan kali ini ada lima cakades yang akan dipilih. ”Tapi aturannya membolehkan calon dari luar,” katanya.

Baca Juga :  Dua Oknum Polisi Halangi Tugas Jurnalis, Wartawan JPRM Lapor Propam

Dengan demikian, tuntutan warga tidak bisa dikabulkan. Jika tidak mengikuti aturan, panitia bisa salah di mata hukum. Mengantisipasi terjadinya konflik, polisi menurunkan pengamanan maksimal.

Personel pengamanan yang diturunkan 162 petugas gabungan. Kendaraan water canon yang salah satu fungsinya untuk membubarkan massa juga disiapkan. ”Dalam rangka antisipasi,” katanya.

Harapannya, pilkades berjalan dengan baik. Masyarakat tidak takut datang ke TPS untuk memilih figur yang diharapkan. ”Pengamanan kami lakukan secara maksimal,” kata mantan Kasatreskrim Polres Pamekasan itu.

Bambang menyampaikan, selain pengamanan, polisi juga melakukan pendekatan secara persuasif. Pemahaman mengenai mekanisme pilkades disampaikan dari hati ke hati kepada masyarakat.

Langkah antisipasi tetap dilakukan. Sebab, konflik dan tindakan-tindakan yang dapat mengganggu kelancaran pilkades bisa terjadi kapan saja. ”Jaga-jaga, khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya. 

Baca Juga :  Ratusan Pengunjung Serbu Pantai Camplong

PAMEKASAN – Suasana kurang kondusif terjadi di Desa Pangbatok, Kecamatan Proppo. Sebagian warga mengingingkan pilkades itu dibatalkan. Pemicunya, calon kepala desa (cakades) ada dari luar desa.

Sekitar 50 ibu rumah tangga mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) Selasa (10/10). Demi menjaga kondusivitas, satu kompi Brimob dilengkapi mobil water canon diturunkan.

Kapolsek Proppo AKP Bambang Hermanto mengatakan, sejak awal penetapan cakades kondisi di tengah masyarakat kurang kondusif. Sebagian menolak cakades yang ditetapkan panitia.


Sebab, calon pemimpin di desa itu kebanyakan dari luar. Sementara, ada calon asli warga Pangbatok tidak lolos verifikasi. Pada pemilihan kali ini ada lima cakades yang akan dipilih. ”Tapi aturannya membolehkan calon dari luar,” katanya.

Baca Juga :  DPMD Sampang: Pelantikan Kades Terpilih Dijadwalkan Akhir Januari 2020

Dengan demikian, tuntutan warga tidak bisa dikabulkan. Jika tidak mengikuti aturan, panitia bisa salah di mata hukum. Mengantisipasi terjadinya konflik, polisi menurunkan pengamanan maksimal.

Personel pengamanan yang diturunkan 162 petugas gabungan. Kendaraan water canon yang salah satu fungsinya untuk membubarkan massa juga disiapkan. ”Dalam rangka antisipasi,” katanya.

Harapannya, pilkades berjalan dengan baik. Masyarakat tidak takut datang ke TPS untuk memilih figur yang diharapkan. ”Pengamanan kami lakukan secara maksimal,” kata mantan Kasatreskrim Polres Pamekasan itu.

Bambang menyampaikan, selain pengamanan, polisi juga melakukan pendekatan secara persuasif. Pemahaman mengenai mekanisme pilkades disampaikan dari hati ke hati kepada masyarakat.

Langkah antisipasi tetap dilakukan. Sebab, konflik dan tindakan-tindakan yang dapat mengganggu kelancaran pilkades bisa terjadi kapan saja. ”Jaga-jaga, khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya. 

Baca Juga :  Gelar Pilkades Serentak, DPMD Sumenep Anggarkan Rp 20 Miliar
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/