alexametrics
26.5 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Tiga Bulan Tangkap Lima Pengedar, Mayoritas di Pantura

SAMPANG – Peredaran narkoba di Sampang kian mengkhawatirkan. Terutama di wilayah utara. Sejak Agustus hingga Oktober, polisi sudah menangkap lima pengedar narkoba jenis sabu-sabu (SS). Namun, Korps Bhayangkara itu belum bisa mengamankan bandar narkoba.

Penangkapan lima bandar narkoba tersebut rata-rata di wilayah pantura. Di antaranya Moch. Ali, 30; Sulaiman, 32; dan Yatim Satria, 39. Ketiganya merupakan warga Surabaya. Mereka ditangkap di Jalan Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, pada Rabu (4/10) sekitar pukul 20.30. Barang bukti (BB) yang diamankan yakni 10,61 gram SS dan satu unit mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi (nopol) W 1189 NY.

”Rencananya, sabu-sabu akan dijual lagi ke Surabaya,” kata Wakapolres Sampang Kompol Suhartono Selasa (10/10).

Sementara tersangka lain bernama Santoso, 40, warga Kecamatan Dungkek, Sumenep. BB yang diamankan 7,2 gram sabu, HP Samsung, dan satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z nopol M 6311 VX. Kejadiannya Selasa (12/9) sekitar pukul 17.00 di Jalan Raya Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah.

Baca Juga :  Soroti Program Kambing Etawa, GMPPK Datangi DPMD

Terakhir, tersangka bernama Sulton Alex, 27, warga Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sampang. Dia ditangkap polisi pada Kamis (24/8) sekitar pukul 17.00 di Jalan Teratai Sampang. ”BB yang diamankan kurang lebih 0,45 gram. Tersangka (Sulton Alex, Red) sudah sering keluar masuk penjara,” ungkap perwira menengah asal Tuban itu.

Perwira dengan tanda pangkat satu melati di pundaknya itu mengatakan, Indonesia diserang bukan menggunakan senjata, tetapi dengan narkoba. Maka dari itu, pihaknya meminta supaya para orang tua untuk menjaga anak-anaknya. Sebab, remaja saat ini merupakan generasi bangsa di masa yang akan datang.

”Makanya jangan coba-coba mengenal narkoba. Kita harus berantas narkoba secara bersama-sama,” ajak pria yang baru dua hari di Sampang itu.

Baca Juga :  Berpolitik Praktis, Kades Terancam Pidana

Sementara itu, Sulton Alex di hadapan awak media mengaku barang haram tersebut didapat dari Surabaya. Niatnya, barang haram itu akan dipakai lagi. Sebelumnya dia pernah dipenjara 3 tahun 4 bulan. Dia keluar dari tahanan baru 6 bulan. ”Niatnya mau dipakai, tidak untuk dijual,” akunya.

Satu orang tersangka dikenakan pasal 114 ayat 1 sub pasal 112 ayat 1 jo pasal 132 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Empat orang lainnya dikenakan pasal 114 ayat 2 sub pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Hukuman paling singkat 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. Juga, denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar.

SAMPANG – Peredaran narkoba di Sampang kian mengkhawatirkan. Terutama di wilayah utara. Sejak Agustus hingga Oktober, polisi sudah menangkap lima pengedar narkoba jenis sabu-sabu (SS). Namun, Korps Bhayangkara itu belum bisa mengamankan bandar narkoba.

Penangkapan lima bandar narkoba tersebut rata-rata di wilayah pantura. Di antaranya Moch. Ali, 30; Sulaiman, 32; dan Yatim Satria, 39. Ketiganya merupakan warga Surabaya. Mereka ditangkap di Jalan Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, pada Rabu (4/10) sekitar pukul 20.30. Barang bukti (BB) yang diamankan yakni 10,61 gram SS dan satu unit mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi (nopol) W 1189 NY.

”Rencananya, sabu-sabu akan dijual lagi ke Surabaya,” kata Wakapolres Sampang Kompol Suhartono Selasa (10/10).


Sementara tersangka lain bernama Santoso, 40, warga Kecamatan Dungkek, Sumenep. BB yang diamankan 7,2 gram sabu, HP Samsung, dan satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z nopol M 6311 VX. Kejadiannya Selasa (12/9) sekitar pukul 17.00 di Jalan Raya Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah.

Baca Juga :  Pemuda Desa Jualan SS dan Togel

Terakhir, tersangka bernama Sulton Alex, 27, warga Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sampang. Dia ditangkap polisi pada Kamis (24/8) sekitar pukul 17.00 di Jalan Teratai Sampang. ”BB yang diamankan kurang lebih 0,45 gram. Tersangka (Sulton Alex, Red) sudah sering keluar masuk penjara,” ungkap perwira menengah asal Tuban itu.

Perwira dengan tanda pangkat satu melati di pundaknya itu mengatakan, Indonesia diserang bukan menggunakan senjata, tetapi dengan narkoba. Maka dari itu, pihaknya meminta supaya para orang tua untuk menjaga anak-anaknya. Sebab, remaja saat ini merupakan generasi bangsa di masa yang akan datang.

”Makanya jangan coba-coba mengenal narkoba. Kita harus berantas narkoba secara bersama-sama,” ajak pria yang baru dua hari di Sampang itu.

Baca Juga :  Hasan Pesta Sabu-Sabu Digrebek Polisi! Satu Pengguna Melarikan Diri

Sementara itu, Sulton Alex di hadapan awak media mengaku barang haram tersebut didapat dari Surabaya. Niatnya, barang haram itu akan dipakai lagi. Sebelumnya dia pernah dipenjara 3 tahun 4 bulan. Dia keluar dari tahanan baru 6 bulan. ”Niatnya mau dipakai, tidak untuk dijual,” akunya.

Satu orang tersangka dikenakan pasal 114 ayat 1 sub pasal 112 ayat 1 jo pasal 132 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Empat orang lainnya dikenakan pasal 114 ayat 2 sub pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Hukuman paling singkat 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. Juga, denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/