alexametrics
21 C
Madura
Saturday, August 20, 2022

Buron 4 Tahun, Tewas Didor Polisi

SUMENEP – Menghilang selama empat tahun, pelarian Misnabi, 45, warga Desa Nyabakan Timur, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, berakhir. Kemarin (10/7) petugas Polres Sumenep menangkap pria yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) tersebut dan dihadiahi timah panas di punggung.

Kasatreskrim Polres Sumenep AKP Tego Supriyanto Marwoto menjelaskan, penangkapan tersangka diawali dengan penggerebekan di rumah tersangka pukul 11.30. Mengetahui akan ditangkap, tersangka melarikan diri dari kepungan petugas ke arah pekarangan rumah.

Petugas yang berusaha mengejar tersangka mendapat perlawanan menggunakan pisau. Melihat reaksi tersebut, polisi mengeluarkan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali. Karena tidak menghiraukan tembakan peringatan itu, polisi menembak punggung bagian tengah tersangka hingga Misnabi mengembuskan napas terakhir.

Baca Juga :  Teriak Minta Tolong, Tukang Servis Pompa Air Tewas di Sumur

”Setelah tertembak, tersangka belum meninggal. Kemudian, petugas berusaha mengevakuasi tersangka, lalu membawanya ke rumah sakit. Di tengah perjalanan tersangka meninggal,” jelas Tego.

Misnabi merupakan DPO kasus pembunuhan yang terjadi pada 8 Mei 2014 dengan korban Ali Rifai, warga Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep. Pembunuhan tersebut dilakukan di kediaman korban.

Dalam melakukan aksi, tersangka tidak seorang diri. Dia dibantu tiga rekannya. Yaitu, Ahmad Riadi, 29; Zaini, 37; dan Suhaibi, 35. Ahmad Riadi dan Zaini merupakan warga Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan. Sementara Suhaibi adalah warga Desa Nyabakan Timur, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep.

Saat ini ketiganya sudah mendekam di penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. ”Tiga rekannya ini sudah lama kami tangkap. Sekarang masih di penjara,” ujarnya.

Baca Juga :  Tabrak Truk, Pengendara Sepeda Motor Tewas

Menurut Tego, Misnabi diduga bertindak sebagai eksekutor dalam pembunuhan tersebut. ”Misnabi ini eksekutornya,” pungkasnya.

SUMENEP – Menghilang selama empat tahun, pelarian Misnabi, 45, warga Desa Nyabakan Timur, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, berakhir. Kemarin (10/7) petugas Polres Sumenep menangkap pria yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) tersebut dan dihadiahi timah panas di punggung.

Kasatreskrim Polres Sumenep AKP Tego Supriyanto Marwoto menjelaskan, penangkapan tersangka diawali dengan penggerebekan di rumah tersangka pukul 11.30. Mengetahui akan ditangkap, tersangka melarikan diri dari kepungan petugas ke arah pekarangan rumah.

Petugas yang berusaha mengejar tersangka mendapat perlawanan menggunakan pisau. Melihat reaksi tersebut, polisi mengeluarkan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali. Karena tidak menghiraukan tembakan peringatan itu, polisi menembak punggung bagian tengah tersangka hingga Misnabi mengembuskan napas terakhir.

Baca Juga :  Menko Airlangga Nilai Dakwah Pendiri Ponpes Buntet Persuasi dan Tak Menakutkan

”Setelah tertembak, tersangka belum meninggal. Kemudian, petugas berusaha mengevakuasi tersangka, lalu membawanya ke rumah sakit. Di tengah perjalanan tersangka meninggal,” jelas Tego.

Misnabi merupakan DPO kasus pembunuhan yang terjadi pada 8 Mei 2014 dengan korban Ali Rifai, warga Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep. Pembunuhan tersebut dilakukan di kediaman korban.

Dalam melakukan aksi, tersangka tidak seorang diri. Dia dibantu tiga rekannya. Yaitu, Ahmad Riadi, 29; Zaini, 37; dan Suhaibi, 35. Ahmad Riadi dan Zaini merupakan warga Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan. Sementara Suhaibi adalah warga Desa Nyabakan Timur, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep.

Saat ini ketiganya sudah mendekam di penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. ”Tiga rekannya ini sudah lama kami tangkap. Sekarang masih di penjara,” ujarnya.

Baca Juga :  Segera Terbitkan Buletin Sekolah
- Advertisement -

Menurut Tego, Misnabi diduga bertindak sebagai eksekutor dalam pembunuhan tersebut. ”Misnabi ini eksekutornya,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/