alexametrics
20.6 C
Madura
Thursday, July 7, 2022

Polres Pamekasan Imbau Tak Berjualan Mercon

PAMEKASAN – Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo mewanti-wanti masyarakat tidak berjualan mercon. Terutama yang memiliki daya ledak besar. Sebab, mercon dengan daya ledak besar membahayakan keselamatan.

”Musibah yang dialami warga dua hari lalu akibat bahan dasar mercon yang meledak. Itu harus menjadi pelajaran bagi kita untuk meningkatkan kewaspadaan. Kita harus menjauhi hal-hal yang membahayakan seperti mercon,” kata Teguh Wibowo, Minggu (10/6).

Sejak awal Ramadan, polres sebenarnya telah melakukan penertiban mercon. Namun, tetap saja terjadi peristiwa ledakan akibat mercon yang memakan korban jiwa. Kapolres berjanji akan meningkatkan razia atau penertiban mercon yang memiliki daya ledak tinggi.

”Kami akan sita mercon atau petasan yang memiliki daya ledak besar. Kami berharap masyarakat tidak menjual petasan,” imbaunya.

Baca Juga :  Safari Kepulauan Momen Serap Aspirasi Masyarakat dan Pantau Pembangunan

Teguh menyadari sulit mencari penjual bahan dasar atau serbuk mercon. Selama razia, polisi belum menemukan serbuk atau bahan dasar mercon. Dia curiga penjualan serbuk mercon dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Teguh Wibowo berharap masyarakat ikut memberikan informasi kepada polisi jika ada yang menjual bahan dasar mercon. Polres ingin mencegah terjadinya ledakan mercon yang mengakibatkan korban jiwa.

Zainal Abidin, salah seorang pedagang, mengaku menjual petasan atau mercon karena permintaan dan pembali cukup banyak. Dia ingin mendapatkan keuntungan dari berjualan mercon. ”Tapi yang saya jual mercon yang tidak memiliki daya ledak besar,” klaim pria asal Kecamatan Pademawu, Pamekasan tersebut.

PAMEKASAN – Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo mewanti-wanti masyarakat tidak berjualan mercon. Terutama yang memiliki daya ledak besar. Sebab, mercon dengan daya ledak besar membahayakan keselamatan.

”Musibah yang dialami warga dua hari lalu akibat bahan dasar mercon yang meledak. Itu harus menjadi pelajaran bagi kita untuk meningkatkan kewaspadaan. Kita harus menjauhi hal-hal yang membahayakan seperti mercon,” kata Teguh Wibowo, Minggu (10/6).

Sejak awal Ramadan, polres sebenarnya telah melakukan penertiban mercon. Namun, tetap saja terjadi peristiwa ledakan akibat mercon yang memakan korban jiwa. Kapolres berjanji akan meningkatkan razia atau penertiban mercon yang memiliki daya ledak tinggi.


”Kami akan sita mercon atau petasan yang memiliki daya ledak besar. Kami berharap masyarakat tidak menjual petasan,” imbaunya.

Baca Juga :  Kapolres Pamekasan dan Sumenep Diganti, Ini Profil Pejabat Yang Baru

Teguh menyadari sulit mencari penjual bahan dasar atau serbuk mercon. Selama razia, polisi belum menemukan serbuk atau bahan dasar mercon. Dia curiga penjualan serbuk mercon dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Teguh Wibowo berharap masyarakat ikut memberikan informasi kepada polisi jika ada yang menjual bahan dasar mercon. Polres ingin mencegah terjadinya ledakan mercon yang mengakibatkan korban jiwa.

Zainal Abidin, salah seorang pedagang, mengaku menjual petasan atau mercon karena permintaan dan pembali cukup banyak. Dia ingin mendapatkan keuntungan dari berjualan mercon. ”Tapi yang saya jual mercon yang tidak memiliki daya ledak besar,” klaim pria asal Kecamatan Pademawu, Pamekasan tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/