alexametrics
28.2 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Kuah Kaldu Kokot Lebih Kental, Rasa Super Mantap

SUMENEP – Membincangkan kuliner Madura tak lengkap bila tidak memasukkan kaldu kokot. Menu makanan ini bisa didapat di berbagai tempat. Baik di ujung barat Bangkalan ataupun di ujung timur Sumenep.

Kaldu kokot merupakan kuliner sejenis sop. Bahan dasarnya terbuat dari kacang hijau. Kacang tersebut direbus sampai larut dan ditambah bumbu secukupnya. Bahan bumbunya juga mudah didapat. seperti bawang putih, bawang merah, lada, pala, kayu manis, serta bumbu-bumbu lainnya. Bawang goreng menjadi pelengkap agar kaldu terasa semakin nikmat.

Banyak varian tentang kaldu kokot. Di Pamekasan dan Sampang, kuah kaldu kokot cukup bening. Kacang hijau hanya menjadi pelengkap. Dalam satu sajian, kacang hijau kaldu kokot bisa dihitung dengan jari.

Beda halnya dengan kaldu kokot Sumenep. Di daerah yang pernah dipimpin Raden Arya Wiraraja ini, kaldu kokot tersaji dengan kuah cukup kental. Seperti bubur kacang hijau. Itu karena campuran kacang hijaunya sangat mendominasi dan proses perebusannya lebih lama hingga larut.

Baca Juga :  Bebek Sinjay Kuliner dari Bangkalan yang Sangat Populer

”Kaldu kokot khas Sumenep memang lebih kental. Itu juga kelebihannya yang membuat rasanya semakin mantap,” kata Sulaiman, salah seorang penikmat kaldu kokot asal Kecamatan Pragaan.

Hampir di setiap kecamatan ada penjual kaldu kokot. Lebih-lebih di wilayah perkotaan. Masyarakat bisa mudah mendapatkan. Salah satu warung yang menjual kaldu kokot adalah milik Yatik di Jalan Wahidin Gang III Nomor 341 Pajagalan, Kota Sumenep.

Warung ini tidak hanya menjual kaldu kokot, tetapi juga beragam kuliner khas Sumenep. Seperti soto babat, rujak selingkuh, dan lainnya. Setiap hari, termasuk saat waktu buka puasa di bulan Ramadan, warung ini selalu ramai pengunjung.

Yatik menuturkan, kaldu kokot merupakan salah satu menu yang disukai pengunjung. Setiap hari dia senantiasa menyediakan kokot. Sebab, ada saja warga yang bertanya dan memesan kaldu kokot tersebut.

Baca Juga :  Eks Pegawai Bank Mega Diduga Terlibat

”Kalau hari-hari biasa, warga yang membeli kaldu kokot itu berjumlah puluhan orang,” kata Yatik. ”Tapi kalau musim liburan bisa mencapai ratusan orang. Apalagi setelah libur Lebaran,” tambahnya.

Disebut kaldu kokot, jelas Yatik, karena kaldunya ditambah dengan kokot alias urat daging kaki sapi. Butuh trik tersendiri agar kokot tidak keras. Sebelum dicampur dengan kaldu, kokot perlu dipresto terlebih dahulu.

SUMENEP – Membincangkan kuliner Madura tak lengkap bila tidak memasukkan kaldu kokot. Menu makanan ini bisa didapat di berbagai tempat. Baik di ujung barat Bangkalan ataupun di ujung timur Sumenep.

Kaldu kokot merupakan kuliner sejenis sop. Bahan dasarnya terbuat dari kacang hijau. Kacang tersebut direbus sampai larut dan ditambah bumbu secukupnya. Bahan bumbunya juga mudah didapat. seperti bawang putih, bawang merah, lada, pala, kayu manis, serta bumbu-bumbu lainnya. Bawang goreng menjadi pelengkap agar kaldu terasa semakin nikmat.

Banyak varian tentang kaldu kokot. Di Pamekasan dan Sampang, kuah kaldu kokot cukup bening. Kacang hijau hanya menjadi pelengkap. Dalam satu sajian, kacang hijau kaldu kokot bisa dihitung dengan jari.


Beda halnya dengan kaldu kokot Sumenep. Di daerah yang pernah dipimpin Raden Arya Wiraraja ini, kaldu kokot tersaji dengan kuah cukup kental. Seperti bubur kacang hijau. Itu karena campuran kacang hijaunya sangat mendominasi dan proses perebusannya lebih lama hingga larut.

Baca Juga :  Campor Lorju’ Makanan Khas Pamekasan

”Kaldu kokot khas Sumenep memang lebih kental. Itu juga kelebihannya yang membuat rasanya semakin mantap,” kata Sulaiman, salah seorang penikmat kaldu kokot asal Kecamatan Pragaan.

Hampir di setiap kecamatan ada penjual kaldu kokot. Lebih-lebih di wilayah perkotaan. Masyarakat bisa mudah mendapatkan. Salah satu warung yang menjual kaldu kokot adalah milik Yatik di Jalan Wahidin Gang III Nomor 341 Pajagalan, Kota Sumenep.

Warung ini tidak hanya menjual kaldu kokot, tetapi juga beragam kuliner khas Sumenep. Seperti soto babat, rujak selingkuh, dan lainnya. Setiap hari, termasuk saat waktu buka puasa di bulan Ramadan, warung ini selalu ramai pengunjung.

Yatik menuturkan, kaldu kokot merupakan salah satu menu yang disukai pengunjung. Setiap hari dia senantiasa menyediakan kokot. Sebab, ada saja warga yang bertanya dan memesan kaldu kokot tersebut.

Baca Juga :  BRI: Liga 1 Pembuktian Indonesia ke Kancah Internasional

”Kalau hari-hari biasa, warga yang membeli kaldu kokot itu berjumlah puluhan orang,” kata Yatik. ”Tapi kalau musim liburan bisa mencapai ratusan orang. Apalagi setelah libur Lebaran,” tambahnya.

Disebut kaldu kokot, jelas Yatik, karena kaldunya ditambah dengan kokot alias urat daging kaki sapi. Butuh trik tersendiri agar kokot tidak keras. Sebelum dicampur dengan kaldu, kokot perlu dipresto terlebih dahulu.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/