alexametrics
28.5 C
Madura
Saturday, August 13, 2022

Kaldu Kokot Disukai Pejabat dan Wisatawan

SUMENEP – Kaldu Kokot memang layak dijadikan menu favorit. Sebab, cita rasa kaldu kokot sangat tinggi. Makanan ini disukai oleh berbagai lapisan masyarakat. Mulai pejabat hingga konglomerat. Atau dari penduduk Pulau Garam hingga para wisatawan.

Yatik menceritakan, kaldu yang dijual di warungnya telah dinikmati beragam kalangan. Termasuk Bupati A. Busyro Karim pernah mencicipi kaldu kokot yang tersedia di warungnya di Jalan Wahidin Gang III Nomor 341 Pajagalan, Kota Sumenep.

”Pak Soengkono waktu menjabat sebagai wakil bupati Sumenep juga pernah datang ke warung ini,” kata Yatik di sela-sela melayani pengunjung.

Wisatawan yang datang ke Bumi Sumekar juga sering mampir ke warung Yatik. Mereka biasanya penasaran dengan kaldu kokot khas Sumenep. Sebab, kaldu kokot merupakan makanan khas masyarakat Madura yang sulit dijumpai di daerah lain.

Baca Juga :  Pelaksanaan Pilkada Kesuksesan Bersama

Yatik memastikan resepnya sama dengan kaldu pada umumnya. Hanya, kaldu bikinannya dicampur dengan sambal kacang yang membuat cita rasa semakin sedap di lidah.

Harga kaldu kokot juga cukup terjangkau. Satu porsi bisa diperoleh dengan hanya mengeluarkan Rp 40 ribu. Berbeda dengan kaldu biasa (tanpa kokot) yang biasanya dibanderol antara Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu.

Kaldu kokot ini cocok dimakan dengan lontong. Bisa juga dicampur dengan kroket singkong. Terlebih manakala dimakan dengan kerupuk puli, membuat kaldu semakin menggugah selera.

Rihwan, warga Gapura bercerita, makan kaldu tidaklah lengkap jika tanpa kerupuk. Ibarat suami istri, kerupuk dan kaldu sama-sama saling melengkapi. ”Kaldu dan kerupuk itu tidak boleh terpisahkan,” kata pria dari kecamatan sentra kerupuk puli itu.

Baca Juga :  Kuah Kaldu Kokot Lebih Kental, Rasa Super Mantap

SUMENEP – Kaldu Kokot memang layak dijadikan menu favorit. Sebab, cita rasa kaldu kokot sangat tinggi. Makanan ini disukai oleh berbagai lapisan masyarakat. Mulai pejabat hingga konglomerat. Atau dari penduduk Pulau Garam hingga para wisatawan.

Yatik menceritakan, kaldu yang dijual di warungnya telah dinikmati beragam kalangan. Termasuk Bupati A. Busyro Karim pernah mencicipi kaldu kokot yang tersedia di warungnya di Jalan Wahidin Gang III Nomor 341 Pajagalan, Kota Sumenep.

”Pak Soengkono waktu menjabat sebagai wakil bupati Sumenep juga pernah datang ke warung ini,” kata Yatik di sela-sela melayani pengunjung.


Wisatawan yang datang ke Bumi Sumekar juga sering mampir ke warung Yatik. Mereka biasanya penasaran dengan kaldu kokot khas Sumenep. Sebab, kaldu kokot merupakan makanan khas masyarakat Madura yang sulit dijumpai di daerah lain.

Baca Juga :  Parjuga, Rajja, dan Bajjra Bersama Ra Baddrut

Yatik memastikan resepnya sama dengan kaldu pada umumnya. Hanya, kaldu bikinannya dicampur dengan sambal kacang yang membuat cita rasa semakin sedap di lidah.

Harga kaldu kokot juga cukup terjangkau. Satu porsi bisa diperoleh dengan hanya mengeluarkan Rp 40 ribu. Berbeda dengan kaldu biasa (tanpa kokot) yang biasanya dibanderol antara Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu.

Kaldu kokot ini cocok dimakan dengan lontong. Bisa juga dicampur dengan kroket singkong. Terlebih manakala dimakan dengan kerupuk puli, membuat kaldu semakin menggugah selera.

- Advertisement -

Rihwan, warga Gapura bercerita, makan kaldu tidaklah lengkap jika tanpa kerupuk. Ibarat suami istri, kerupuk dan kaldu sama-sama saling melengkapi. ”Kaldu dan kerupuk itu tidak boleh terpisahkan,” kata pria dari kecamatan sentra kerupuk puli itu.

Baca Juga :  Seporsi Rp 12 Ribu, Pernah Naik, lalu Turun Lagi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/