alexametrics
24.3 C
Madura
Saturday, May 28, 2022

Jumlah Agen BRILink 503 Ribu, Mantri 31 Ribu

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mendorong pengembangan inklusi keuangan melalui berbagai macam perluasan layanan. Dalam hal ini, AgenBRILink merupakan bukti dari inovasi BRI yang berhasil menjembatani masyarakat daerah terpencil untuk mendapatkan layanan perbankan. Komitmen itu terus dijalankan untuk meningkatkan inklusi keuangan di Tanah Air, selaras dengan isu prioritas yang diusung Presidensi G20 Indonesia 2022, yakni Financial Inclusion.

Hingga akhir tahun lalu, jumlah AgenBRILink di seluruh Indonesia lebih dari 503.000 agen, dengan jumlah transaksi mencapai 929 juta kali. Bahkan, agen laku pandai itu juga menyumbang kontribusi terhadap sharing economy kepada masyarakat sebesar dua sampai tiga kali lipat dari Fee Based Income yang diterima perseroan melalui AgenBRILink yaitu Rp 1,35 triliun.

Direktur Kepatuhan BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto menuturkan, upaya tersebut didorong oleh peran Mantri BRI yang bertugas sebagai penyuluh digital. “Mereka menjadi tenaga pemasar mikro yang terjun langsung ke masyarakat memberikan edukasi dan literasi keuangan,” jelasnya.

Jumlah Mantri saat ini mencapai 31 ribu orang. Jangkauan maupun persebaran Mantri BRI lebih dari 69.741 desa di seluruh Indonesia. Sebanyak 65,5 % atau sekitar Rp 617,8 triliun dari total portofolio penyaluran kredit BRI juga telah menerapkan prinsip Environment, Social, Governance (ESG). Jumlah tersebut meningkat kurang lebih 12,2 % Year-On-Year (yoy) dibanding 2020 yang mencapai Rp 550,4 triliun.

Baca Juga :  BRI Berhasil Salurkan Dana KUR Rp 88,99 Triliun

Besarnya potensi ekonomi yang disumbang agen laku pandai tersebut dibuktikan oleh salah satu AgenBRILink Deska di Unit Sengkol Praya, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Agen BRILink Deska bergabung sejak 2019. Pada Februari 2022, rata-rata transaksi yang dibukukan 4.012 transaksi. AgenBRILink dengan usaha utama penjual sembako itu mencatat sales volume hingga Rp 8,2 miliar pada periode tersebut.

Dewi yang merupakan pemilik agen Deska senang bisa membantu masyarakat untuk melakukan berbagai transaksi keuangan, baik setor tunai maupun mengambil (tarik) uang tunai. Dia mengaku telah mendapat banyak keuntungan selama menjadi AgenBRILink. Per bulan, pendapatannya tembus Rp 20 juta.

Transaksi paling banyak berlangsung saat musim panen jagung. Menurutnya, banyak masyarakat yang melakukan transaksi dan setor tunai pada musim tersebut. Peran nyata AgenBRILink secara tidak langsung telah menjadi perpanjangan tangan perseroan untuk mendampingi nasabah dalam mengakses layanan digital.

Baca Juga :  BRI Cari Talenta Terbaik dalam Rekrutmen Bersama BUMN 2022

Tak hanya AgenBRILink, perseroan bersama dengan PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang tergabung dalam Holding Ultra Mikro (UMi) juga terus mengakselerasi produk dan layanan melalui co-location Sentra Layanan Ultra Mikro (SenyuM). Lewat co-Location SenyuM, masyarakat dapat mengakses berbagai pembiayaan. Misalnya seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Tabungan BRI Simpedes UMi, Pinjaman Gadai dan Tabungan Emas, serta layanan back office untuk mendukung kebutuhan transaksi anggota kelompok PNM Mekaar.

Perbedaan utama layanan Co-location SenyuM dengan kantor BRI Unit biasa adalah, nasabah Pegadaian dan PNM dapat bertransaksi sekaligus menabung di kantor yang sama. Begitu juga sebaliknya, bagi nasabah BRI yang ingin melakukan gadai atau membuka tabungan emas bisa dilakukan melalui di co-location SenyuM. SenyuM menjadi Sentra Layanan Ultra Mikro, berkantor satu atap antara BRI-Pegadaian-PNM. Hal itu memudahkan nasabah dari ketiga perusahaan untuk melakukan transaksi sesuai kebutuhan nasabah. (*/par)

Informasi mengenai BANK BRI dapat diakses melalui situs www.bri.co.id

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mendorong pengembangan inklusi keuangan melalui berbagai macam perluasan layanan. Dalam hal ini, AgenBRILink merupakan bukti dari inovasi BRI yang berhasil menjembatani masyarakat daerah terpencil untuk mendapatkan layanan perbankan. Komitmen itu terus dijalankan untuk meningkatkan inklusi keuangan di Tanah Air, selaras dengan isu prioritas yang diusung Presidensi G20 Indonesia 2022, yakni Financial Inclusion.

Hingga akhir tahun lalu, jumlah AgenBRILink di seluruh Indonesia lebih dari 503.000 agen, dengan jumlah transaksi mencapai 929 juta kali. Bahkan, agen laku pandai itu juga menyumbang kontribusi terhadap sharing economy kepada masyarakat sebesar dua sampai tiga kali lipat dari Fee Based Income yang diterima perseroan melalui AgenBRILink yaitu Rp 1,35 triliun.

Direktur Kepatuhan BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto menuturkan, upaya tersebut didorong oleh peran Mantri BRI yang bertugas sebagai penyuluh digital. “Mereka menjadi tenaga pemasar mikro yang terjun langsung ke masyarakat memberikan edukasi dan literasi keuangan,” jelasnya.


Jumlah Mantri saat ini mencapai 31 ribu orang. Jangkauan maupun persebaran Mantri BRI lebih dari 69.741 desa di seluruh Indonesia. Sebanyak 65,5 % atau sekitar Rp 617,8 triliun dari total portofolio penyaluran kredit BRI juga telah menerapkan prinsip Environment, Social, Governance (ESG). Jumlah tersebut meningkat kurang lebih 12,2 % Year-On-Year (yoy) dibanding 2020 yang mencapai Rp 550,4 triliun.

Baca Juga :  Dekat Dengan Sandiaga, Kubu Jokowi Yakin Erick Profesional

Besarnya potensi ekonomi yang disumbang agen laku pandai tersebut dibuktikan oleh salah satu AgenBRILink Deska di Unit Sengkol Praya, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Agen BRILink Deska bergabung sejak 2019. Pada Februari 2022, rata-rata transaksi yang dibukukan 4.012 transaksi. AgenBRILink dengan usaha utama penjual sembako itu mencatat sales volume hingga Rp 8,2 miliar pada periode tersebut.

Dewi yang merupakan pemilik agen Deska senang bisa membantu masyarakat untuk melakukan berbagai transaksi keuangan, baik setor tunai maupun mengambil (tarik) uang tunai. Dia mengaku telah mendapat banyak keuntungan selama menjadi AgenBRILink. Per bulan, pendapatannya tembus Rp 20 juta.

Transaksi paling banyak berlangsung saat musim panen jagung. Menurutnya, banyak masyarakat yang melakukan transaksi dan setor tunai pada musim tersebut. Peran nyata AgenBRILink secara tidak langsung telah menjadi perpanjangan tangan perseroan untuk mendampingi nasabah dalam mengakses layanan digital.

Baca Juga :  BRI Serahkan Bantuan ke Pengadilan Negeri

Tak hanya AgenBRILink, perseroan bersama dengan PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang tergabung dalam Holding Ultra Mikro (UMi) juga terus mengakselerasi produk dan layanan melalui co-location Sentra Layanan Ultra Mikro (SenyuM). Lewat co-Location SenyuM, masyarakat dapat mengakses berbagai pembiayaan. Misalnya seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Tabungan BRI Simpedes UMi, Pinjaman Gadai dan Tabungan Emas, serta layanan back office untuk mendukung kebutuhan transaksi anggota kelompok PNM Mekaar.

Perbedaan utama layanan Co-location SenyuM dengan kantor BRI Unit biasa adalah, nasabah Pegadaian dan PNM dapat bertransaksi sekaligus menabung di kantor yang sama. Begitu juga sebaliknya, bagi nasabah BRI yang ingin melakukan gadai atau membuka tabungan emas bisa dilakukan melalui di co-location SenyuM. SenyuM menjadi Sentra Layanan Ultra Mikro, berkantor satu atap antara BRI-Pegadaian-PNM. Hal itu memudahkan nasabah dari ketiga perusahaan untuk melakukan transaksi sesuai kebutuhan nasabah. (*/par)

Informasi mengenai BANK BRI dapat diakses melalui situs www.bri.co.id

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/