alexametrics
20.7 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Hari Ini Bawaslu Panggil Kapolsekta

PAMEKASAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran pemilu oleh Kapolsek Kota (Kapolsekta) Pamekasan AKP Puryanto. Bawaslu sudah mengklarifikasi pihak pelapor bersama saksi kemarin (10/4).

Hari ini (11/4) gilirian Kapolsekta Pamekasan AKP Puryanto yang akan diperiksa. Kepastian itu disampaikan Ketua Bawaslu Pamekasan Abdullah Saidi.

”Bawaslu memanggil pelapor dan alhamdulillah memenuhi panggilan. Kami sudah mendengar keterangan dari pelapor dan seorang saksi terkait dugaan pelanggaran pemilu,” kata Abdullah Saidi.

Kendati demikian, Bawaslu belum bisa menentukan apakah pernyataan Kapolsekta Pamekasan dalm video yang viral itu mengandung unsur pelanggaran pemilu atau tidak. Pihaknya masih membutuhkan keterangan lain.

Bawaslu juga sudah mengagendakan pemanggilan terlapor untuk meminta klarifikasi. ”Rencana pemanggilan Kapolsekta besok (hari ini, Red). Tunggu saja, apakah nanti pelanggaran administrasi, pidana, atau pelanggaran lainnya,” ungkap dia.

Baca Juga :  Ketua DPD dan Bupati Resmikan Kantor DPC PDIP Pamekasan

Anggota tim pemenangan capres-cawapres nomor urut 02 Kabupaten Pamekasan Khairul Kalam membeberkan, pihaknya dicecar sembilan pertanyaan saat klarifikasi Bawaslu kemarin. Mulai dari mana mendapatkan video hingga latar belakang pelaporan.

Menurut dia, pernyataan Kapolsekta telah meresahkan masyarakat karena bermuatan fitnah yang mengarahkan dukungan pada salah satu paslon capres-cawapres. ”Itu yang menjadi pertimbangan kami melakukan laporan,” terangnya.

Khairul menyiapkan empat saksi yang siap memberikan keterangan berkaitan dengan laporan tersebut. Antara lain, warga yang merekam video, penerima video, serta tokoh dari ormas Islam. Saksi-saksi tersebut akan memberikan keterangan sesuai fakta.

Namun pada saat diminta klarifikasi, hanya membawa seorang saksi. Dia beralasan, tidak ada ketentuan dari Bawaslu terkait jumlah saksi yang akan dimintai keterangan. Jika Bawaslu meminta mendatangkan semua saksi, Khairul mengaku siap.

Baca Juga :  Airlangga: Presiden Ingin Pasar CPO Indonesia di Turki Kembali Naik

”Dalam surat panggilan juga tidak disebutkan apakah saksi harus didatangkan semua atau tidak,” katanya. ”Yang jelas kami meminta Bawaslu agar memproses sesuai dengan aturan yang berlaku. Tidak memperlambat proses pemeriksaan,” pintanya. (bil)

PAMEKASAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran pemilu oleh Kapolsek Kota (Kapolsekta) Pamekasan AKP Puryanto. Bawaslu sudah mengklarifikasi pihak pelapor bersama saksi kemarin (10/4).

Hari ini (11/4) gilirian Kapolsekta Pamekasan AKP Puryanto yang akan diperiksa. Kepastian itu disampaikan Ketua Bawaslu Pamekasan Abdullah Saidi.

”Bawaslu memanggil pelapor dan alhamdulillah memenuhi panggilan. Kami sudah mendengar keterangan dari pelapor dan seorang saksi terkait dugaan pelanggaran pemilu,” kata Abdullah Saidi.


Kendati demikian, Bawaslu belum bisa menentukan apakah pernyataan Kapolsekta Pamekasan dalm video yang viral itu mengandung unsur pelanggaran pemilu atau tidak. Pihaknya masih membutuhkan keterangan lain.

Bawaslu juga sudah mengagendakan pemanggilan terlapor untuk meminta klarifikasi. ”Rencana pemanggilan Kapolsekta besok (hari ini, Red). Tunggu saja, apakah nanti pelanggaran administrasi, pidana, atau pelanggaran lainnya,” ungkap dia.

Baca Juga :  Bawaslu Belum Keluarkan Rekomendasi

Anggota tim pemenangan capres-cawapres nomor urut 02 Kabupaten Pamekasan Khairul Kalam membeberkan, pihaknya dicecar sembilan pertanyaan saat klarifikasi Bawaslu kemarin. Mulai dari mana mendapatkan video hingga latar belakang pelaporan.

Menurut dia, pernyataan Kapolsekta telah meresahkan masyarakat karena bermuatan fitnah yang mengarahkan dukungan pada salah satu paslon capres-cawapres. ”Itu yang menjadi pertimbangan kami melakukan laporan,” terangnya.

Khairul menyiapkan empat saksi yang siap memberikan keterangan berkaitan dengan laporan tersebut. Antara lain, warga yang merekam video, penerima video, serta tokoh dari ormas Islam. Saksi-saksi tersebut akan memberikan keterangan sesuai fakta.

Namun pada saat diminta klarifikasi, hanya membawa seorang saksi. Dia beralasan, tidak ada ketentuan dari Bawaslu terkait jumlah saksi yang akan dimintai keterangan. Jika Bawaslu meminta mendatangkan semua saksi, Khairul mengaku siap.

Baca Juga :  Lima Saksi Sudah Dimintai Keterangan Korupsi Pasar Pragaan

”Dalam surat panggilan juga tidak disebutkan apakah saksi harus didatangkan semua atau tidak,” katanya. ”Yang jelas kami meminta Bawaslu agar memproses sesuai dengan aturan yang berlaku. Tidak memperlambat proses pemeriksaan,” pintanya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/