alexametrics
24.1 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Sita 6 Motor Bodong dan Seperangkat Alat Isap SS

BANGKALAN – Penggerebekan di rumah Mahmudi, 37, Desa Sanggaragung, Kecamatan Socah, tidak membuahkan hasil. Tiga warga yang diduga sedang melakukan penyalahgunaan narkoba lolos. Namun, korps berbaju cokelat itu berhasil mengamankan enam kendaraan diduga bodong dan seperangkat alat isap sabu-sabu (SS).

Penggerebekan itu bermula saat polisi mendapatkan informasi di rumah Mahmudi sering dijadikan tempat pesta narkoba jenis SS. Berbekal infomasi dari masyarakat, petugas melakukan penyelidikan.

Tanpa pikir panjang, tim gabungan Satreskrim Polres Bangkalan dan Unit Reskrim Polsek Socah mengintai rumah Mahmudi Selasa (6/2) sekitar pukul 15.30. Ternyata, informasi itu benar. Di dalam rumah terdapat tiga orang menunjukkan gerak-gerik mencurigakan.

Baca Juga :  Cari Keadilan, Abang Becak dan Wanita Buta Ajukan Gugatan Perdata

Polisi langsung melakukan penggerebekan. Empat orang diduga pelaku melarikan diri. Dari tempat kejadian perakara (TKP), petugas hanya berhasil menyita beberapa barang bukti (BB). Di antaranya, dompet berisi timbangan elektrik, tiga pipet, plastik berisi SS seberat 0,89 gram.

Kemudian, tiga bong SS, dua kompor sabu-sabu, 14 lembar STNK. Lalu, empat lembar BPKB, dua kunci T, dan sembilan pelat nomor. Juga tiga lembar SIM. Polisi juga menemukan ID card media MNC dan enam unit sepeda motor diduga bodong.

Wakapolres Bangkalan Kompol Imam Paudji yang diwakili Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Jeni Al Jauza mengatakan terus mengejar Mahmudi. Sebab, dia yang mengetahui pelaku lainya. ”Dia (Mahmudi, Red) kabur. Sampai saat ini, rumahnya kosong. Kami terus melakukan pengejaran,” terangnya.

Baca Juga :  Harta Berbaur-Kholifah Terpaut Rp 8 Miliar

Dia menduga, Mahmudi tidak hanya berperan sebagai pelaku penyalahgunaan sabu-sabu. Sebab, di rumah pelaku ditemui bukti-bukti lain yang mengarah kepada pelaku curanmor. Di antaranya, sepeda motor diduga bodong, pelat nomor, serta kunci T.

Terkait ID card, Jeni belum bisa memastikan palsu atau asli. Pihaknya masih akan berkoordinasi dengan pihak media tersebut. Dengan demikian, bisa diketahui kepastiannya. ”Kami tidak tahu asli atau tidak. Kami akan koordinasikan dengan pihak media nantinya,” ucapnya.

BANGKALAN – Penggerebekan di rumah Mahmudi, 37, Desa Sanggaragung, Kecamatan Socah, tidak membuahkan hasil. Tiga warga yang diduga sedang melakukan penyalahgunaan narkoba lolos. Namun, korps berbaju cokelat itu berhasil mengamankan enam kendaraan diduga bodong dan seperangkat alat isap sabu-sabu (SS).

Penggerebekan itu bermula saat polisi mendapatkan informasi di rumah Mahmudi sering dijadikan tempat pesta narkoba jenis SS. Berbekal infomasi dari masyarakat, petugas melakukan penyelidikan.

Tanpa pikir panjang, tim gabungan Satreskrim Polres Bangkalan dan Unit Reskrim Polsek Socah mengintai rumah Mahmudi Selasa (6/2) sekitar pukul 15.30. Ternyata, informasi itu benar. Di dalam rumah terdapat tiga orang menunjukkan gerak-gerik mencurigakan.

Baca Juga :  Kisriyah Tak Terima Suami Jadi Tersangka Penggelapan Mobil


Polisi langsung melakukan penggerebekan. Empat orang diduga pelaku melarikan diri. Dari tempat kejadian perakara (TKP), petugas hanya berhasil menyita beberapa barang bukti (BB). Di antaranya, dompet berisi timbangan elektrik, tiga pipet, plastik berisi SS seberat 0,89 gram.

Kemudian, tiga bong SS, dua kompor sabu-sabu, 14 lembar STNK. Lalu, empat lembar BPKB, dua kunci T, dan sembilan pelat nomor. Juga tiga lembar SIM. Polisi juga menemukan ID card media MNC dan enam unit sepeda motor diduga bodong.

Wakapolres Bangkalan Kompol Imam Paudji yang diwakili Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Jeni Al Jauza mengatakan terus mengejar Mahmudi. Sebab, dia yang mengetahui pelaku lainya. ”Dia (Mahmudi, Red) kabur. Sampai saat ini, rumahnya kosong. Kami terus melakukan pengejaran,” terangnya.

Baca Juga :  Forkopimda Cek Pelaksanaan Swab Antigen dan Tempat Karantina Covid-19

Dia menduga, Mahmudi tidak hanya berperan sebagai pelaku penyalahgunaan sabu-sabu. Sebab, di rumah pelaku ditemui bukti-bukti lain yang mengarah kepada pelaku curanmor. Di antaranya, sepeda motor diduga bodong, pelat nomor, serta kunci T.

Terkait ID card, Jeni belum bisa memastikan palsu atau asli. Pihaknya masih akan berkoordinasi dengan pihak media tersebut. Dengan demikian, bisa diketahui kepastiannya. ”Kami tidak tahu asli atau tidak. Kami akan koordinasikan dengan pihak media nantinya,” ucapnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/