alexametrics
28.2 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Pelajar Gasak Motor Tetangga Buat Beli HP

BANGKALAN – Siswa kelas X SMKN 3 Bangkalan berinisial HM harus ”belajar” di ruang tahanan. Lantaran, anak berusia di bawah umur asal Desa Jaddih, Kecamatan Socah, itu diduga melakukan tindak pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Penyebabnya, remaja 17 tahun itu ingin membeli handphone (HP).

Jumat (2/2) sekitar pukul 09.00, Imam Syafi’i, tetangga HM berangkat kerja menggunakan motor Suzuki Shogun L 2238 A. Motor didominasi warna biru diparkir di depan kafe D’captain di Jalan Raya Soekarno-Hatta, Kelurahan Mlajah, Kecamatan Kota Bangkalan.

Setelah terpakir, Imam menuju lantai dua sebagai karyawan. Sabtu (3/2) sekitar pukul 18.00 Imam keluar dan melihat kendaraanya tidak ada. Dia menanyakan kepada rekan kerja dan warga lain. Karena tidak ada yang tahu, dia melapor ke Polres Bangkalan, juga berusaha mencari sendiri.

Belakangan, sepeda motornya berada di tangan Hasim, 26, warga Desa Bringin, Kecamatan Labang. Kemudian, Imam berencana untuk membeli dan melakukan pertemuan dengan Hasim. Namun, saat itu korban sudah berkoordinasi dengan polisi.

Baca Juga :  JPRM Berbagi Ilmu Fotografi-Videografi dengan Polisi

Senin (5/2) sekitar pukul 16.00, Imam dan Hasim melakukan transaksi di jalan raya akses Suramadu. Saat itulah dilakukan penggerebekan oleh anggota Satreskrim Polres Bangkalan.

Kepada petugas, Hasim mengaku menjadi penadah bersama Syaiful Anam, 33, warga Desa Jaddih, Kecamatan Socah. Teman Hasim itu juga menjadi sasaran penangkapan petugas di rumahnya. Kedua penadah ini langsung dikeler menuju mapolres.

Dari Hasim dan Anam ini diperoleh keterangan bahwa motor tersebut didapat dari HM. Selasa (6/2) sekitar pukul 09.00, polisi mendapat informasi pelajar tersebut sedang berada di sekolahnya. Dari sekolah di Jalan RE Martadinata itu HM dibawa ke mapolres.

Dari ketiganya polisi menyita motor Suzuki Shogun L 2238 A lengkap dengan STNK dan BPKB, kaus oblong, dan celana jins pendek. HM mengaku menggasak motor tetangganya karena ingin membeli HP. Motor itu dijual kepada Hasim dan Anam seharga Rp 800 ribu. ”Hasil penjualan motor curian dibuat beli HP, Pak,” ucapnya lirih di Mapolres Bangkalan, Sabtu (10/2).

Baca Juga :  Polres Tangkap Buronan Pelaku Curanmor

Selain itu, Jumat (2/2) polisi juga menangkap Sakroni, 37, warga Desa Sanggra Agung, Kecamatan Socah, di rumahnya. Dia diduga sebagai penadah motor curian hasil pencurian Abd. Hotib, iparnya sendiri. Motor Satria M 4169 GY tersebut milik Hj Supiya, 78, warga Desa Gebang, Kecamatan Kota Bangkalan.

Kendaraan roda dua itu diembat pria yang kini jadi buronan petugas di Desa Buluk Agung, Kecamatan Klampis pada 11 Januari 2016. Dari tangan Sakroni polisi menyita motor beserta fotokopi BPKB dan STNK. Sakroni dijerat pasal 363 atau 480 ke 1 dan ke 2  KUHP, tentang persekongkolan jahat dan penadah. Dia terancam hukuman paling lama 7 tahun penjara.

Wakapolres Bangkalan Kompol Imam Paudji mengatakan, keberhasilan mengungkap kasus curanmor tidak terlepas dari usaha keras anggota. ”Mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ucapnya.

BANGKALAN – Siswa kelas X SMKN 3 Bangkalan berinisial HM harus ”belajar” di ruang tahanan. Lantaran, anak berusia di bawah umur asal Desa Jaddih, Kecamatan Socah, itu diduga melakukan tindak pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Penyebabnya, remaja 17 tahun itu ingin membeli handphone (HP).

Jumat (2/2) sekitar pukul 09.00, Imam Syafi’i, tetangga HM berangkat kerja menggunakan motor Suzuki Shogun L 2238 A. Motor didominasi warna biru diparkir di depan kafe D’captain di Jalan Raya Soekarno-Hatta, Kelurahan Mlajah, Kecamatan Kota Bangkalan.

Setelah terpakir, Imam menuju lantai dua sebagai karyawan. Sabtu (3/2) sekitar pukul 18.00 Imam keluar dan melihat kendaraanya tidak ada. Dia menanyakan kepada rekan kerja dan warga lain. Karena tidak ada yang tahu, dia melapor ke Polres Bangkalan, juga berusaha mencari sendiri.


Belakangan, sepeda motornya berada di tangan Hasim, 26, warga Desa Bringin, Kecamatan Labang. Kemudian, Imam berencana untuk membeli dan melakukan pertemuan dengan Hasim. Namun, saat itu korban sudah berkoordinasi dengan polisi.

Baca Juga :  Turunkan Sebaran Korona, Polres Bangkalan Bentuk Mobile Covid Hunter

Senin (5/2) sekitar pukul 16.00, Imam dan Hasim melakukan transaksi di jalan raya akses Suramadu. Saat itulah dilakukan penggerebekan oleh anggota Satreskrim Polres Bangkalan.

Kepada petugas, Hasim mengaku menjadi penadah bersama Syaiful Anam, 33, warga Desa Jaddih, Kecamatan Socah. Teman Hasim itu juga menjadi sasaran penangkapan petugas di rumahnya. Kedua penadah ini langsung dikeler menuju mapolres.

Dari Hasim dan Anam ini diperoleh keterangan bahwa motor tersebut didapat dari HM. Selasa (6/2) sekitar pukul 09.00, polisi mendapat informasi pelajar tersebut sedang berada di sekolahnya. Dari sekolah di Jalan RE Martadinata itu HM dibawa ke mapolres.

Dari ketiganya polisi menyita motor Suzuki Shogun L 2238 A lengkap dengan STNK dan BPKB, kaus oblong, dan celana jins pendek. HM mengaku menggasak motor tetangganya karena ingin membeli HP. Motor itu dijual kepada Hasim dan Anam seharga Rp 800 ribu. ”Hasil penjualan motor curian dibuat beli HP, Pak,” ucapnya lirih di Mapolres Bangkalan, Sabtu (10/2).

Baca Juga :  Menko Airlangga dan PM Belanda Perkuat dan Perluas Kerja Sama

Selain itu, Jumat (2/2) polisi juga menangkap Sakroni, 37, warga Desa Sanggra Agung, Kecamatan Socah, di rumahnya. Dia diduga sebagai penadah motor curian hasil pencurian Abd. Hotib, iparnya sendiri. Motor Satria M 4169 GY tersebut milik Hj Supiya, 78, warga Desa Gebang, Kecamatan Kota Bangkalan.

Kendaraan roda dua itu diembat pria yang kini jadi buronan petugas di Desa Buluk Agung, Kecamatan Klampis pada 11 Januari 2016. Dari tangan Sakroni polisi menyita motor beserta fotokopi BPKB dan STNK. Sakroni dijerat pasal 363 atau 480 ke 1 dan ke 2  KUHP, tentang persekongkolan jahat dan penadah. Dia terancam hukuman paling lama 7 tahun penjara.

Wakapolres Bangkalan Kompol Imam Paudji mengatakan, keberhasilan mengungkap kasus curanmor tidak terlepas dari usaha keras anggota. ”Mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ucapnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/