alexametrics
24.1 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Lagi, Polisi Tangkap Tersangka Pembunuhan Sopir Uber

BANGKALAN – Polres Bangkalan kembali menangkap pelaku kasus perampokan disertai pembunuhan sopir taksi Uber. Dia adalah Sahwan, warga Desa Buluk Agung, Kecamatan Klampis. Pria 32 tahun itu diduga berperan sebagai penadah.

Rabu (7/2) sekitar pukul 07.15, polisi mendapatkan informasi bahwa Sahwan berada di salah satu rumah di desanya. Berbekal informasi itu, polisi langsung melakukan penyelidikan. Kemudian, pelaku berhasil diringkus dan langsung digelandang ke Mapolres Bangkalan.

Di hadapan penyidik, Sahwan mengakui perbuatannya. Wakapolres Bangkalan Kompol Imam Paudji yang diwakili Kasatreskrim AKP Jeni Al Jauza mengatakan, dari hasil pengembangan, Sahwan terlibat dalam kasus perampokan disertai pembunuhan tersebut.

Jeni mengatakan, mobil Avanza itu telah digadaikan kepada seseorang sebesar Rp 5 juta. Kemudian, uang tersebut dipergunakan untuk membeli sabu-sabu dan membayar utang. ”Dia (Sahwan, Red) berperan sebagai penadah,” paparnya.

Baca Juga :  Posang e Mekka

Akibat perbuatanya, Sahwan dijerat pasal 480 ke-1 dan ke-2 KUHP tentang persekongkolan jahat dan penadah. Dengan demikian, pria yang tidak memiliki pekerjaan diancam hukuman empat tahun penjara. ”Sekarang Sahwan menyusul empat rekannya di tahanan,” jelasnya.

Jeni mengungkapkan, berkas tahap pertama dengan pelaku  Febry, Rusdianto, Zainal, dan Dewi Agustina telah dilimpahkan ke Kejari Bangkalan Senin (22/1). Jumat (26/2) jaksa menyatakan berkas belum sempurna.

Menurut dia, saat ini pihaknya telah melakukan revisi sesuai dengan petunjuk jaksa. Dengan demikian, dalam waktu dekat berkas akan dilimpahkan kembali ke Kejari Bangkalan. ”Sudah selesai kami revisi. Tinggal dilimpahkan. Minggu depan kami limpahkan,” tutup Jeni.

Untuk diketahui, Minggu pagi (26/11) 2017 Ali Gufron, 23, warga Kedinding Lor, Gang Kemuning 7, Kenjeran, Surabaya, ditemukan tewas dengan kondisi leher nyaris putus di persawahan pinggir jalan raya Dusun Kalkal, Desa Pangolangan, Kecamatan Burneh. Empat pelaku menggasak handphone, dompet, uang, dan mobil Avanza putih bernopol L 1537 PT.

Baca Juga :  Popularitas Baddrut Tamam Melejit

Mereka adalah Febry Ika Pramata, 23, warga Desa Maguan, Kecamatan Berbek, Nganjuk, dan Rusdianto, 35, warga Desa Langkap, Kecamatan Burneh. Kemudian, Zainal Arifin, 33, warga Desa Jukong, Kecamatan Labang, dan Dewi Agustina, 23, asal Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep. Zainal Arifin dan Dewi Agustina merupakan pasangan suami istri (pasutri).

 

 

BANGKALAN – Polres Bangkalan kembali menangkap pelaku kasus perampokan disertai pembunuhan sopir taksi Uber. Dia adalah Sahwan, warga Desa Buluk Agung, Kecamatan Klampis. Pria 32 tahun itu diduga berperan sebagai penadah.

Rabu (7/2) sekitar pukul 07.15, polisi mendapatkan informasi bahwa Sahwan berada di salah satu rumah di desanya. Berbekal informasi itu, polisi langsung melakukan penyelidikan. Kemudian, pelaku berhasil diringkus dan langsung digelandang ke Mapolres Bangkalan.

Di hadapan penyidik, Sahwan mengakui perbuatannya. Wakapolres Bangkalan Kompol Imam Paudji yang diwakili Kasatreskrim AKP Jeni Al Jauza mengatakan, dari hasil pengembangan, Sahwan terlibat dalam kasus perampokan disertai pembunuhan tersebut.


Jeni mengatakan, mobil Avanza itu telah digadaikan kepada seseorang sebesar Rp 5 juta. Kemudian, uang tersebut dipergunakan untuk membeli sabu-sabu dan membayar utang. ”Dia (Sahwan, Red) berperan sebagai penadah,” paparnya.

Baca Juga :  Mendag Zulhas Pastikan Migor Rp 14 Ribu Sudah Ada di 13.968 Warung

Akibat perbuatanya, Sahwan dijerat pasal 480 ke-1 dan ke-2 KUHP tentang persekongkolan jahat dan penadah. Dengan demikian, pria yang tidak memiliki pekerjaan diancam hukuman empat tahun penjara. ”Sekarang Sahwan menyusul empat rekannya di tahanan,” jelasnya.

Jeni mengungkapkan, berkas tahap pertama dengan pelaku  Febry, Rusdianto, Zainal, dan Dewi Agustina telah dilimpahkan ke Kejari Bangkalan Senin (22/1). Jumat (26/2) jaksa menyatakan berkas belum sempurna.

Menurut dia, saat ini pihaknya telah melakukan revisi sesuai dengan petunjuk jaksa. Dengan demikian, dalam waktu dekat berkas akan dilimpahkan kembali ke Kejari Bangkalan. ”Sudah selesai kami revisi. Tinggal dilimpahkan. Minggu depan kami limpahkan,” tutup Jeni.

Untuk diketahui, Minggu pagi (26/11) 2017 Ali Gufron, 23, warga Kedinding Lor, Gang Kemuning 7, Kenjeran, Surabaya, ditemukan tewas dengan kondisi leher nyaris putus di persawahan pinggir jalan raya Dusun Kalkal, Desa Pangolangan, Kecamatan Burneh. Empat pelaku menggasak handphone, dompet, uang, dan mobil Avanza putih bernopol L 1537 PT.

Baca Juga :  Mau Tahu Cara Polres Bangkalan Berantas Narkoba? Simak Nih Bocorannya

Mereka adalah Febry Ika Pramata, 23, warga Desa Maguan, Kecamatan Berbek, Nganjuk, dan Rusdianto, 35, warga Desa Langkap, Kecamatan Burneh. Kemudian, Zainal Arifin, 33, warga Desa Jukong, Kecamatan Labang, dan Dewi Agustina, 23, asal Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep. Zainal Arifin dan Dewi Agustina merupakan pasangan suami istri (pasutri).

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/