alexametrics
20.3 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Tagih Janji Kejari Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Kambing Etawa

BANGKALAN – Aktivis Gerakan Mahasiswa Pemuda Pembela Keadilan (GMPPK) berunjuk rasa ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan Kamis (10/1). Sementara pegiat Rumah Advokasi Rakyat (RAR) melakukan aksi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan. Dua aksi itu sama-sama menuntut dugaan korupsi program kambing etawa diusut tuntas.

Sebagaimana diketahui, pengadaan kambing etawa merupakan program badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD) dan DPMD Bangkalan tahun anggaran 2017. Realisasi program tersebut tersebar di 273 desa se-Bangkalan. Total anggaran Rp 9.213.750.000. Setiap desa dianggarkan Rp 33.750.000.

Perinciannya, Rp 13.750.000 untuk membeli empat kambing etawa betina. Dana bersumber dari APBD Bangkalan 2017. Lalu, Rp 10 juta untuk membeli satu ekor kambing etawa jantan dan Rp 10 juta untuk pembuatan kandang. Dana bersumber dari APBDes 2017 tiap desa.

Koordinator GMPPK Moh. Syaiful menyebut, uang hasil dugaan korupsi program kambing etawa masuk ke kantong pribadi Kepala DPMD Bangkalan Mulyanto Dahlan. Buktinya, ungkap dia, uang milik Hadi Wiyono selaku penyedia kambing etawa yang berada di Bank Mega ditransfer oleh Roby kepada Mulyanto Dahlan.

Baca Juga :  Satu Lagi Pasien Sembuh dari Korona

Perinciannya, Rp 5 juta pada 10 November 2017 dan Rp 20 juta pada 17 November 2017. Roby pada waktu itu sebagai pegawai Bank Mega. ”Kami minta klarifikasi terkait transfer dana itu,” teriak Syaiful.

Lantaran kesal tidak ditemui oleh Mulyanto Dahlan, aktivis GMPPK melakukan sweeping di kantor DPMD Bangkalan. Mereka menggeledah ruang kerja Mulyanto. Namun yang dicari tidak ada.

Kepala Bidang Pemberdayaan Desa DPMD Bangkalan Mohammad Holil mengatakan, Mulyanto Dahlan menghadiri kegiatan kerja di luar kota sehingga tidak bisa menemui aktivis kemarin. Mengenai dugaan transfer dana ke Mulyanto Dahlan, Mohammad Holil enggan memberikan komentar. ”Kami tidak tahu itu,” ucapnya singkat.

Sementara itu, Direktur RAR Risang Bima Wijaya mengatakan, unjuk rasa dilakukan untuk menagih janji kejari. Kata dia, kejari berjanji akan umumkan tersangka dugaan korupsi program kambing etawa akhir Januari ini. ”Kami tidak akan berhenti demo hingga janji itu ditepati,” ujarnya.

Baca Juga :  Pergantian Ketua DPRD Terancam Gagal

Dia meminta kejari profesional mengungkap kasus itu. Jangan sampai ada tebang pilih dalam penetapan tersangka. Lebih-lebih, ada pihak yang dikorbankan jadi tersangka. ”Kami akan melakukan demo terus-menerus hingga kejari keluar membawa tersangka atau menunjukkan SP3. Dengan catatan, alasannya harus yuridis,” kata Risang.

Sayangnya, tidak ada pihak Kejari Bangkalan yang menemui aktivis RAR untuk memberikan konfirmasi. Dihubungi, Kepala Kejari Bangkalan Badrut Tamam belum bisa memberikan penjelasan terkait pengusutan dugaan korupsi kambing etawa.

BANGKALAN – Aktivis Gerakan Mahasiswa Pemuda Pembela Keadilan (GMPPK) berunjuk rasa ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan Kamis (10/1). Sementara pegiat Rumah Advokasi Rakyat (RAR) melakukan aksi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan. Dua aksi itu sama-sama menuntut dugaan korupsi program kambing etawa diusut tuntas.

Sebagaimana diketahui, pengadaan kambing etawa merupakan program badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD) dan DPMD Bangkalan tahun anggaran 2017. Realisasi program tersebut tersebar di 273 desa se-Bangkalan. Total anggaran Rp 9.213.750.000. Setiap desa dianggarkan Rp 33.750.000.

Perinciannya, Rp 13.750.000 untuk membeli empat kambing etawa betina. Dana bersumber dari APBD Bangkalan 2017. Lalu, Rp 10 juta untuk membeli satu ekor kambing etawa jantan dan Rp 10 juta untuk pembuatan kandang. Dana bersumber dari APBDes 2017 tiap desa.


Koordinator GMPPK Moh. Syaiful menyebut, uang hasil dugaan korupsi program kambing etawa masuk ke kantong pribadi Kepala DPMD Bangkalan Mulyanto Dahlan. Buktinya, ungkap dia, uang milik Hadi Wiyono selaku penyedia kambing etawa yang berada di Bank Mega ditransfer oleh Roby kepada Mulyanto Dahlan.

Baca Juga :  Pansus Calon Anggota KI Belum Dibentuk

Perinciannya, Rp 5 juta pada 10 November 2017 dan Rp 20 juta pada 17 November 2017. Roby pada waktu itu sebagai pegawai Bank Mega. ”Kami minta klarifikasi terkait transfer dana itu,” teriak Syaiful.

Lantaran kesal tidak ditemui oleh Mulyanto Dahlan, aktivis GMPPK melakukan sweeping di kantor DPMD Bangkalan. Mereka menggeledah ruang kerja Mulyanto. Namun yang dicari tidak ada.

Kepala Bidang Pemberdayaan Desa DPMD Bangkalan Mohammad Holil mengatakan, Mulyanto Dahlan menghadiri kegiatan kerja di luar kota sehingga tidak bisa menemui aktivis kemarin. Mengenai dugaan transfer dana ke Mulyanto Dahlan, Mohammad Holil enggan memberikan komentar. ”Kami tidak tahu itu,” ucapnya singkat.

Sementara itu, Direktur RAR Risang Bima Wijaya mengatakan, unjuk rasa dilakukan untuk menagih janji kejari. Kata dia, kejari berjanji akan umumkan tersangka dugaan korupsi program kambing etawa akhir Januari ini. ”Kami tidak akan berhenti demo hingga janji itu ditepati,” ujarnya.

Baca Juga :  Pergantian Ketua DPRD Terancam Gagal

Dia meminta kejari profesional mengungkap kasus itu. Jangan sampai ada tebang pilih dalam penetapan tersangka. Lebih-lebih, ada pihak yang dikorbankan jadi tersangka. ”Kami akan melakukan demo terus-menerus hingga kejari keluar membawa tersangka atau menunjukkan SP3. Dengan catatan, alasannya harus yuridis,” kata Risang.

Sayangnya, tidak ada pihak Kejari Bangkalan yang menemui aktivis RAR untuk memberikan konfirmasi. Dihubungi, Kepala Kejari Bangkalan Badrut Tamam belum bisa memberikan penjelasan terkait pengusutan dugaan korupsi kambing etawa.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/