alexametrics
28.5 C
Madura
Saturday, August 13, 2022

Korupsi Pasar Pragaan, Penyidik Tunggu Surat Balasan BPKP

SUMENEP – Penyelidikan dugaan korupsi renovasi pasar tradisional di Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, terus dikembangkan. Polres Sumenep mengirimkan hasil pemeriksaan tiga saksi ahli ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur untuk melengkapi hasil penyelidikan.

Pengajuan hasil pemeriksaan saksi ahli dilakukan sejak dua pekan lalu. Hingga Kamis (9/11) belum ada tanggapan dari BPKP. Hasil pemeriksaan saksi ahli tersebut sengaja diajukan untuk melengkapi data penyidikan yang dilakukan polisi. Termasuk, upaya perhitungan kerugian negara yang dilakukan BPKP.

Kapolres Sumenep AKBP Joseph Ananta Pinora menjelaskan, dalam penanganan kasus tersebut tetap melalui proses prosedur. Saat ini para penyidik tengah menunggu surat balasan dari BPKP. Perwira dengan dua melati emas di pundaknya itu yakin surat balasan itu akan turun dalam waktu dekat.

Menurut dia, surat balasan tersebut akan menentukan kelanjutan dugaan korupsi proyek dengan anggaran miliaran itu, termasuk penetapan tersangka. Karena itu, jika surat balasan sudah diterimanya, pihaknya akan segera menetapkan tersangka. ”Jika sudah ada balasan, kami langsung menetapkan tersangka,” ucapnya 

Baca Juga :  Wisata Religi Masih Favorit Wisatawan

AKBP Joseph Ananta Pinora mengaku tidak main-main dalam penanganan kasus tersebut. Kasus ini tidak akan bisa dihentikan. Selama ini tahapan-tahapan terus dilakukan.  ”Jika alat bukti tercukupi, pasti kita serahkan ke kejaksaan. Kasus ini tidak bisa ditutupi. Cepat atau lambat akan tetap diusut oleh kami. Sehingga, harus ada yang bertanggung jawab dalam kerugian negara,” tegasnya.

Sebagaimana informasi yang diterima Jawa Pos Radar Madura (JPRM), tersangka diduga kuat berasal dari pihak rekanan. Berdasarkan keterangan aparat penegak hukum yang bertanggung jawab dalam kasus itu bukan dari pegawai negeri. Sayangnya, polisi belum memastikan siapa saja yang terlibat secara detail.

Kasus ini sudah bergulir sejak 2014. Pembangunan Pasar Pragaan menyedot anggaran sebesar Rp 2,5 miliar. Diduga kuat dalam proyek ini terjadi penyimpangan. Hasil audit investigasi konstruksi bangunan dari Unibraw menyebutkan ada kerugian uang negara sebesar Rp 350 juta.

Baca Juga :  Hiburan Menarik, Warga Kian Tertarik

Dalam pekerjaannya ditengarai pemasangan kuda-kuda los, paving, dan galian tanah tidak sesuai rencana anggaran dan biaya (RAB). Termasuk pekerjaan pemasangan paving yang rusak beberapa bulan setelah selesai dikerjakan. Dugaan penyimpangan itu ditindaklanjuti polisi setelah ada laporan dari masyarakat.

Sebelumnya polisi sudah memanggil sejumlah pihak dalam penanganan kasus ini. Antara lain, Penangggung jawab pekerjaan proyek berinisial BR, Kepala Disperindag Sumenep Saiful Bahri, dan Kabid Perdagangan R. Heni Yulianto selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

SUMENEP – Penyelidikan dugaan korupsi renovasi pasar tradisional di Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, terus dikembangkan. Polres Sumenep mengirimkan hasil pemeriksaan tiga saksi ahli ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur untuk melengkapi hasil penyelidikan.

Pengajuan hasil pemeriksaan saksi ahli dilakukan sejak dua pekan lalu. Hingga Kamis (9/11) belum ada tanggapan dari BPKP. Hasil pemeriksaan saksi ahli tersebut sengaja diajukan untuk melengkapi data penyidikan yang dilakukan polisi. Termasuk, upaya perhitungan kerugian negara yang dilakukan BPKP.

Kapolres Sumenep AKBP Joseph Ananta Pinora menjelaskan, dalam penanganan kasus tersebut tetap melalui proses prosedur. Saat ini para penyidik tengah menunggu surat balasan dari BPKP. Perwira dengan dua melati emas di pundaknya itu yakin surat balasan itu akan turun dalam waktu dekat.


Menurut dia, surat balasan tersebut akan menentukan kelanjutan dugaan korupsi proyek dengan anggaran miliaran itu, termasuk penetapan tersangka. Karena itu, jika surat balasan sudah diterimanya, pihaknya akan segera menetapkan tersangka. ”Jika sudah ada balasan, kami langsung menetapkan tersangka,” ucapnya 

Baca Juga :  Kasus Proyek Pragaan Berpotensi Tambah Tersangka

AKBP Joseph Ananta Pinora mengaku tidak main-main dalam penanganan kasus tersebut. Kasus ini tidak akan bisa dihentikan. Selama ini tahapan-tahapan terus dilakukan.  ”Jika alat bukti tercukupi, pasti kita serahkan ke kejaksaan. Kasus ini tidak bisa ditutupi. Cepat atau lambat akan tetap diusut oleh kami. Sehingga, harus ada yang bertanggung jawab dalam kerugian negara,” tegasnya.

Sebagaimana informasi yang diterima Jawa Pos Radar Madura (JPRM), tersangka diduga kuat berasal dari pihak rekanan. Berdasarkan keterangan aparat penegak hukum yang bertanggung jawab dalam kasus itu bukan dari pegawai negeri. Sayangnya, polisi belum memastikan siapa saja yang terlibat secara detail.

Kasus ini sudah bergulir sejak 2014. Pembangunan Pasar Pragaan menyedot anggaran sebesar Rp 2,5 miliar. Diduga kuat dalam proyek ini terjadi penyimpangan. Hasil audit investigasi konstruksi bangunan dari Unibraw menyebutkan ada kerugian uang negara sebesar Rp 350 juta.

Baca Juga :  Tunjukkan Bukti Transfer, Babur Seret ASN Dinas PU Bina Marga Sumenep
- Advertisement -

Dalam pekerjaannya ditengarai pemasangan kuda-kuda los, paving, dan galian tanah tidak sesuai rencana anggaran dan biaya (RAB). Termasuk pekerjaan pemasangan paving yang rusak beberapa bulan setelah selesai dikerjakan. Dugaan penyimpangan itu ditindaklanjuti polisi setelah ada laporan dari masyarakat.

Sebelumnya polisi sudah memanggil sejumlah pihak dalam penanganan kasus ini. Antara lain, Penangggung jawab pekerjaan proyek berinisial BR, Kepala Disperindag Sumenep Saiful Bahri, dan Kabid Perdagangan R. Heni Yulianto selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/