alexametrics
19.7 C
Madura
Friday, May 27, 2022

Pungutan Lelang Jabatan Bikin Wabup Geram

BANGKALAN – Dugaan adanya pungutan dalam lelang terbuka tahap II calon pejabat pimpinan tinggi pratama menampar para petinggi Pemkab Bangkalan. Praktik kotor untuk menduduki kursi kepala dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) tersebut dinilai mencoreng nama baik Kota Salak. Lebih-lebih nominal yang berkembang hingga mencapai Rp 250 juta.

Kabar miring tersebut membuat Wabup Mondir A. Rofii naik pitam. Menurut dia, apabila tindakan tersebut benar adanya, tentu sangat mencederai roda pemerintahan Bangkalan. Sebaliknya, jika tidak, pansel perlu membuktikan kepada khalayak.

”Kalau benar ada permintaan uang, ya sangat memalukan dan disayangkan. Tapi, kami masih optimistis pansel bisa profesional,” ucapnya Rabu (9/8).

Menurut dia, tidak mungkin kabar itu terungkap tanpa ada yang mengetahui informasi tersebut. Karena itu, agar tidak saling tuduh dan saling tuding perlu ada yang berani untuk membeberkan. ”Biar diketahui mana yang benar dan yang tidak. Kemudian, agar tidak terjadi fitnah,” katanya.

Baca Juga :  Melindungi Nurani dari Tindakan Koruptif

Dia meminta, ke depan tidak boleh ada peristiwa dan kabar jual beli jabatan. Sekarang bukan zamannya ada harga untuk menduduki jabatan strategis. Pilih dan prioritaskan yang memiliki kemampuan tinggi dan berkompeten di bidangnya.

”Jangan karena ada duitnya, lalu dimenangkan dalam sebuah lelang jabatan. Itu tidak boleh. Artinya, harus yang memenuhi syarat dan berkompeten,” jelasnya.

Sekretaris Komisi A DPRD Bangkalan Mahmudi mengaku tidak akan gertak sambal untuk memanggil pansel. Jika tidak ada kendala, minggu depan pihak-pihak terkait akan segera dimintai keterangan. ”Dalam hal ini tentu pihak pansel. Karena kabar adanya permintaan uang untuk menjadi kepala dinas tentu perlu disikapi dengan serius,” tandasnya.

Untuk diketahui, peserta lelang jabatan terbuka untuk mengisi kepala DPMD ada empat pejabat. Di antaranya, Sekretaris DPMD Bangkalan Mulyanto Dahlan, Kabid Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan DPMD Ainur Ridlo, Sekretaris Kecamatan Burneh Hery Untoro, dan Camat Labang Mahfud.

Baca Juga :  Mantan Kajari Pamekasan Minta Hukuman Ringan

Namun, yang gagal mengikuti tahapan berikutnya yakni Camat Labang Mahfud. Padahal, secara kepangkatan, yang bersangkutan setara dengan Sekretaris DPMD Bangkalan Mulyanto Dahlan, eselon III A. Pansel memutuskan tiga nama terbaik terpilih untuk diajukan ke Bupati Bangkalan Muh. Makmun Ibnu Fuad.

BANGKALAN – Dugaan adanya pungutan dalam lelang terbuka tahap II calon pejabat pimpinan tinggi pratama menampar para petinggi Pemkab Bangkalan. Praktik kotor untuk menduduki kursi kepala dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) tersebut dinilai mencoreng nama baik Kota Salak. Lebih-lebih nominal yang berkembang hingga mencapai Rp 250 juta.

Kabar miring tersebut membuat Wabup Mondir A. Rofii naik pitam. Menurut dia, apabila tindakan tersebut benar adanya, tentu sangat mencederai roda pemerintahan Bangkalan. Sebaliknya, jika tidak, pansel perlu membuktikan kepada khalayak.

”Kalau benar ada permintaan uang, ya sangat memalukan dan disayangkan. Tapi, kami masih optimistis pansel bisa profesional,” ucapnya Rabu (9/8).


Menurut dia, tidak mungkin kabar itu terungkap tanpa ada yang mengetahui informasi tersebut. Karena itu, agar tidak saling tuduh dan saling tuding perlu ada yang berani untuk membeberkan. ”Biar diketahui mana yang benar dan yang tidak. Kemudian, agar tidak terjadi fitnah,” katanya.

Baca Juga :  Tommy dan Budi Masih Nonjob, Kadinkes Plt

Dia meminta, ke depan tidak boleh ada peristiwa dan kabar jual beli jabatan. Sekarang bukan zamannya ada harga untuk menduduki jabatan strategis. Pilih dan prioritaskan yang memiliki kemampuan tinggi dan berkompeten di bidangnya.

”Jangan karena ada duitnya, lalu dimenangkan dalam sebuah lelang jabatan. Itu tidak boleh. Artinya, harus yang memenuhi syarat dan berkompeten,” jelasnya.

Sekretaris Komisi A DPRD Bangkalan Mahmudi mengaku tidak akan gertak sambal untuk memanggil pansel. Jika tidak ada kendala, minggu depan pihak-pihak terkait akan segera dimintai keterangan. ”Dalam hal ini tentu pihak pansel. Karena kabar adanya permintaan uang untuk menjadi kepala dinas tentu perlu disikapi dengan serius,” tandasnya.

Untuk diketahui, peserta lelang jabatan terbuka untuk mengisi kepala DPMD ada empat pejabat. Di antaranya, Sekretaris DPMD Bangkalan Mulyanto Dahlan, Kabid Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan DPMD Ainur Ridlo, Sekretaris Kecamatan Burneh Hery Untoro, dan Camat Labang Mahfud.

Baca Juga :  Sembilan PNS Cukup Syarat, Lelang Sekkab¬†Sepi Peminat

Namun, yang gagal mengikuti tahapan berikutnya yakni Camat Labang Mahfud. Padahal, secara kepangkatan, yang bersangkutan setara dengan Sekretaris DPMD Bangkalan Mulyanto Dahlan, eselon III A. Pansel memutuskan tiga nama terbaik terpilih untuk diajukan ke Bupati Bangkalan Muh. Makmun Ibnu Fuad.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/