alexametrics
19.1 C
Madura
Friday, July 1, 2022

Gugus Tugas Reforma Agraria Tangani Masalah Kepemilikan dan Penguasaan Lahan

JAKARTA – Pemerintah mendorong program strategis nasional reforma agraria karena berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN). Program tersebut berkontribusi melalui penataan aset dengan redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) sebagai modal usaha produktif dan penataan akses atau kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program itu memberikan bantuan permodalan, sarana produksi, akses pemasaran, serta pelatihan, dan pendampingan usaha kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, berdasar Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria, Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) dibentuk sebagai wadah koordinasi lintas sektor. Tujuannya, mendukung percepatan pelaksanaan program strategis nasional reforma agraria.

Dalam acara puncak GTRA Summit 2022 di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Kamis (9/6), Presiden Jokowi berharap GTRA segera mengintegrasikan dan memadukan seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Tujuannya, bekerja sama menyelesaikan masalah-masalah yang ada di masyarakat. Kasus sengketa lahan bisa diselesaikan. Jokowi juga meminta semua pihak mengikuti dan mendukung Kebijakan Satu Peta.

Baca Juga :  Airlangga Hartarto Harap Golkar Institute Luluskan Pemimpin Teknokrat

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku ketua Tim Reforma Agraria Nasional yang turut hadir secara virtual mengatakan, pertemuan GTRA merupakan hal yang sangat penting dan strategis dalam melanjutkan program PEN pasca pandemi Covid-19.

”Saya mengapresiasi GTRA yang telah bekerja keras untuk melaksanakan program reforma agraria guna mengurangi ketimpangan penguasaan dan pemilikan lahan. Terutama, untuk mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, serta menciptakan sumber kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Airlangga.

Airlangga menuturkan, sesuai amanat Undang-Undang Cipta Kerja, pemerintah menyusun Peta Indikatif Tumpang Tindih Izin Pemanfaatan Ruang (PITTI) untuk menyelesaikan ketidaksesuaian izin usaha dan hak atas tanah. ”Kami berharap dukungan dan kerja sama semua pihak. Khususnya, pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Kita bersama-sama menyukseskan pelaksanaan reforma agraria demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Airlangga.

Baca Juga :  Gu’-ganggu’

Airlangga menambahkan, untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi, pemerintah terus melanjutkan program PEN 2022 dan mengalokasikan anggaran Rp 451,64 triliun dengan tiga pilar. Yakni, kesehatan, perlindungan masyarakat, dan penguatan pemulihan ekonomi. Pemerintah juga terus mendorong perbaikan iklim investasi dengan berbagai reformasi regulasi. Harapannya, dapat menciptakan lapangan kerja baru.

Hal lain yang sedang didorong pemerintah adalah Presidensi Indonesia dalam Forum G20. Keberadaan Indonesia di panggung dunia diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan perdagangan dan investasi. ”Kemudahan investasi perlu didorong oleh semua pemerintah daerah agar tercipta lapangan kerja yang lebih luas dan terjadi akselerasi pemulihan ekonomi untuk masyarakat,” pungkas Airlangga. (ltg/fsr/*)

JAKARTA – Pemerintah mendorong program strategis nasional reforma agraria karena berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN). Program tersebut berkontribusi melalui penataan aset dengan redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) sebagai modal usaha produktif dan penataan akses atau kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program itu memberikan bantuan permodalan, sarana produksi, akses pemasaran, serta pelatihan, dan pendampingan usaha kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, berdasar Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria, Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) dibentuk sebagai wadah koordinasi lintas sektor. Tujuannya, mendukung percepatan pelaksanaan program strategis nasional reforma agraria.

Dalam acara puncak GTRA Summit 2022 di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Kamis (9/6), Presiden Jokowi berharap GTRA segera mengintegrasikan dan memadukan seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Tujuannya, bekerja sama menyelesaikan masalah-masalah yang ada di masyarakat. Kasus sengketa lahan bisa diselesaikan. Jokowi juga meminta semua pihak mengikuti dan mendukung Kebijakan Satu Peta.

Baca Juga :  Survei LSI: Airlangga Hartarto King Maker Pilpres 2024

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku ketua Tim Reforma Agraria Nasional yang turut hadir secara virtual mengatakan, pertemuan GTRA merupakan hal yang sangat penting dan strategis dalam melanjutkan program PEN pasca pandemi Covid-19.

”Saya mengapresiasi GTRA yang telah bekerja keras untuk melaksanakan program reforma agraria guna mengurangi ketimpangan penguasaan dan pemilikan lahan. Terutama, untuk mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, serta menciptakan sumber kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Airlangga.

Airlangga menuturkan, sesuai amanat Undang-Undang Cipta Kerja, pemerintah menyusun Peta Indikatif Tumpang Tindih Izin Pemanfaatan Ruang (PITTI) untuk menyelesaikan ketidaksesuaian izin usaha dan hak atas tanah. ”Kami berharap dukungan dan kerja sama semua pihak. Khususnya, pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Kita bersama-sama menyukseskan pelaksanaan reforma agraria demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Airlangga.

Baca Juga :  Gu’-ganggu’

Airlangga menambahkan, untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi, pemerintah terus melanjutkan program PEN 2022 dan mengalokasikan anggaran Rp 451,64 triliun dengan tiga pilar. Yakni, kesehatan, perlindungan masyarakat, dan penguatan pemulihan ekonomi. Pemerintah juga terus mendorong perbaikan iklim investasi dengan berbagai reformasi regulasi. Harapannya, dapat menciptakan lapangan kerja baru.

Hal lain yang sedang didorong pemerintah adalah Presidensi Indonesia dalam Forum G20. Keberadaan Indonesia di panggung dunia diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan perdagangan dan investasi. ”Kemudahan investasi perlu didorong oleh semua pemerintah daerah agar tercipta lapangan kerja yang lebih luas dan terjadi akselerasi pemulihan ekonomi untuk masyarakat,” pungkas Airlangga. (ltg/fsr/*)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/