24 C
Madura
Saturday, January 28, 2023

Jalani Pemeriksaan di Polda Jatim

Enam Tersangka Dibawa KPK

SURABAYA, Jawa Pos Radar Madura – Enam tersangka dugaan korupsi suap lelang jabatan di lingkungan Pemkab Bangkalan dibawa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin (7/12). Mereka dibawa setelah menjalani pemeriksaan di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jatim.

Terkait adanya pemeriksaan terhadap enam tersangka dibenarkan oleh internal KPK. Untuk kebutuhan penyidikan lebih lanjut, komisi antirasuah itu langsung membawa para tersangka ke Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan.

”Para tersangka tersebut segera dibawa ke kantor KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis kemarin.

Sebelumnya terdapat enam pejabat ditetapkan sebagai tersangka. Yaitu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron. Kemudian, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Hosin Jamili dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakat (PUPR) Wildan Yulianto.

Lalu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Bangkalan Achmad Mustaqim dan Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Salman Hidayat. Terakhir, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Agus Eka Leandy.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan di Mapolda Jatim, KPK juga memanggil Ketua DPRD Bangkalan Muhammad Fahad. Pemeriksaan terhadap politikus Partai Gerindra tersebut dilakukan di Aula Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim.

Baca Juga :  Ra Latif Bantu Korban Bencana Angin Puyuh di Tiga Kecamatan

Kuasa Hukum Bupati Bangkalan Suryono Pane membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Menurut dia, bupati dan lima tersangka lain ke polda untuk memenuhi panggilan pemeriksaan. Namun, tidak lama setelah itu mereka langsung dibawa ke Jakarta.

Suryono Pane menilai, dalam kasus itu lebih banyak pencitraannya. Pemeriksaan di mapolda hanya seremonial. Waktunya sangat singkat, kurang dari 30 menit. ”Jadi hanya ada 3–4 pertanyaan, dan tidak masuk materi pokok,” katanya.

Terkait dengan materi pokok, kata Suryono Pane, selama proses seleksi, bupati tidak pernah minta uang. Ada sejumlah pihak yang aktif berkomunikasi dalam seleksi tersebut. ”Ini dijebak dan rekayasa hukum,” tuturnya.

Terkait langkah selanjutnya, pihaknya akan membicarakan dengan pihak keluarga dan tim hukum. Pihaknya juga berkirim surat ke beberapa lembaga karena persoalan tersebut berkaitan dengan marwah keluarga besar bupati.

Risang Bima Wijaya, penasihat hukum Hosin Jamili, Agus Eka Leandy, dan Salman Hidayat juga membenarkan. Ketiga kliennya mendapatkan surat pemanggilan sebagai tersangka, Senin (5/12).

Baca Juga :  Bupati Berbelasungkawa dan Bertakziah

Mereka tiba di Mapolda Jatim bersama dua tersangka lainnya, Wildan Yulianto dan Achmad Mustaqim. Mareka tiba di Mapolda Jatim sebelum waktu yang ditentukan oleh KPK. ”Datang pukul 10.00 kurang. Itu sesuai dengan surat panggilan,” imbuhnya.

Pemeriksaan kali pertama dilakukan kepada Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron. Kemudian, berlanjut ke lima tersangka lainnya. Proses itu berlangsung cukup singkat, yaitu sekitar 30 menit. Kemudian semua tersangka diminta untuk menunggu.

Poin pemeriksaannya, kata Risang, antara lain masalah aset dan pihak keluarga. Pihak penyidik juga mengonfirmasi dengan beberapa orang lainnya. ”Satu jam berikutnya baru diberi surat penangkapan (penahanan),” kata Risang.

Lalu, semua tersangka diberi tahu bahwa akan dibawa ke Jakarta. Kemudian, diberikan kesempatan untuk menghubungi anggota keluarga agar dibawakan keperluan pribadinya.  Tepat pukul 17.30 semua tersangka dibawa ke Bandara Juanda menuju Jakarta. ”Untuk penerbangan pukul 20.00” imbuhnya. (tim jprm/han)

SURABAYA, Jawa Pos Radar Madura – Enam tersangka dugaan korupsi suap lelang jabatan di lingkungan Pemkab Bangkalan dibawa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin (7/12). Mereka dibawa setelah menjalani pemeriksaan di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jatim.

Terkait adanya pemeriksaan terhadap enam tersangka dibenarkan oleh internal KPK. Untuk kebutuhan penyidikan lebih lanjut, komisi antirasuah itu langsung membawa para tersangka ke Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan.

”Para tersangka tersebut segera dibawa ke kantor KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis kemarin.


Sebelumnya terdapat enam pejabat ditetapkan sebagai tersangka. Yaitu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron. Kemudian, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Hosin Jamili dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakat (PUPR) Wildan Yulianto.

Lalu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Bangkalan Achmad Mustaqim dan Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Salman Hidayat. Terakhir, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Agus Eka Leandy.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan di Mapolda Jatim, KPK juga memanggil Ketua DPRD Bangkalan Muhammad Fahad. Pemeriksaan terhadap politikus Partai Gerindra tersebut dilakukan di Aula Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim.

Baca Juga :  Bupati Berbelasungkawa dan Bertakziah

Kuasa Hukum Bupati Bangkalan Suryono Pane membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Menurut dia, bupati dan lima tersangka lain ke polda untuk memenuhi panggilan pemeriksaan. Namun, tidak lama setelah itu mereka langsung dibawa ke Jakarta.

- Advertisement -

Suryono Pane menilai, dalam kasus itu lebih banyak pencitraannya. Pemeriksaan di mapolda hanya seremonial. Waktunya sangat singkat, kurang dari 30 menit. ”Jadi hanya ada 3–4 pertanyaan, dan tidak masuk materi pokok,” katanya.

Terkait dengan materi pokok, kata Suryono Pane, selama proses seleksi, bupati tidak pernah minta uang. Ada sejumlah pihak yang aktif berkomunikasi dalam seleksi tersebut. ”Ini dijebak dan rekayasa hukum,” tuturnya.

Terkait langkah selanjutnya, pihaknya akan membicarakan dengan pihak keluarga dan tim hukum. Pihaknya juga berkirim surat ke beberapa lembaga karena persoalan tersebut berkaitan dengan marwah keluarga besar bupati.

Risang Bima Wijaya, penasihat hukum Hosin Jamili, Agus Eka Leandy, dan Salman Hidayat juga membenarkan. Ketiga kliennya mendapatkan surat pemanggilan sebagai tersangka, Senin (5/12).

Baca Juga :  ”Akan Kami Pertahankan”

Mereka tiba di Mapolda Jatim bersama dua tersangka lainnya, Wildan Yulianto dan Achmad Mustaqim. Mareka tiba di Mapolda Jatim sebelum waktu yang ditentukan oleh KPK. ”Datang pukul 10.00 kurang. Itu sesuai dengan surat panggilan,” imbuhnya.

Pemeriksaan kali pertama dilakukan kepada Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron. Kemudian, berlanjut ke lima tersangka lainnya. Proses itu berlangsung cukup singkat, yaitu sekitar 30 menit. Kemudian semua tersangka diminta untuk menunggu.

Poin pemeriksaannya, kata Risang, antara lain masalah aset dan pihak keluarga. Pihak penyidik juga mengonfirmasi dengan beberapa orang lainnya. ”Satu jam berikutnya baru diberi surat penangkapan (penahanan),” kata Risang.

Lalu, semua tersangka diberi tahu bahwa akan dibawa ke Jakarta. Kemudian, diberikan kesempatan untuk menghubungi anggota keluarga agar dibawakan keperluan pribadinya.  Tepat pukul 17.30 semua tersangka dibawa ke Bandara Juanda menuju Jakarta. ”Untuk penerbangan pukul 20.00” imbuhnya. (tim jprm/han)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/