alexametrics
20.3 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Tampung Aspirasi Masyarakat, Gelorakan Spirit Kemandirian

PAMEKASAN – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Drs. Achmad Iskandar, M.Si., memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dia tidak hanya duduk manis di kursi terhormat, tetapi juga rutin mendengarkan aspirasi masyarakat dan menggelorakan spirit kemandirian.

Achmad Iskandar menggelar serap aspirasi masyarakat Pamekasan pada Sabtu (7/10). Kegiatan tersebut bagian dari Reses II Tahun 2017 DPRD Jawa Timur. Reses digelar di dua tempat, yakni di Kecamatan Pakong dan di Kecamatan Kota Pamekasan.

Dalam kegiatan tersebut, ribuan tokoh masyarakat dan undangan hadir. Banyak hal yang disampaikan masyarakat kepada politikus Partai Demokrat tersebut. Mulai dari permasalahan infrastruktur, kepemudaan, pengangguran, hingga ada yang menanyakan soal cara mendapatkan bantuan. Semua keluh kesah masyarakat ditampung oleh Achmad Iskandar.

Bagi Iskandar, reses diharapkan menjadi media komunikasi timbal balik antara wakil rakyat dengan masyarakat. Dengan komunikasi dua arah, setiap persoalan akan ditemukan solusinya. Terutama demi menciptakan tatanan sosial yang lebih baik, kondusif, dan aman.

”Diharapkan dengan reses, masyarakat lebih tertib, lebih aman, lebih kondusif, dan pembangunan terlaksana dengan bagus,” katanya usai mendengar aspirasi di Lapangan Kowel, Kota Pamekasan.

Baca Juga :  Khofifah: Usut Tuntas Kasus Kekerasan terhadap Ulama

”Semua aspirasi dan keluhan masyarakat bisa tertampung dan terfasilitasi. Sebab keluhan masyarakat adalah aspirasi dan harus tersalur,” tambahnya.

Reses, menurutnya merupakan jeda istirahat dari kegiatan persidangan agar anggota DPRD bisa lebih dekat dengan konstituen. Dengan reses, wakil rakyat akan memberikan tanggung jawab politik kepada masyarakat. Mereka yang memilih berhak tahu apa saja yang telah wakil rakyat mereka lakukan.

”Ketika saya sudah dipilih menjadi wakil rakyat, saya sudah milik semua masyarakat. Jadi saya harus hadir menjawab keluhan masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, warga diberi waktu untuk berdialog. Banyak yang dikeluhkan masyarakat. Salah satunya tentang masih banyaknya pengangguran di Kota Gerbang Salam.

Terkait pengangguran, Iskandar memberikan solusi yang bersifat jangka panjang. Menurutnya, generasi muda tidak boleh hanya mengandalkan lowongan pekerjaan. Tetapi, sebisa mungkin generasi muda yang menciptakan lapangan pekerjaan.

Baca Juga :  Perintahkan KPU Hitung Kardus Siluman

Hal ini sejalan dengan visi misi Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang ingin membangun keseimbangan antara pendidikan SMU dan SMK. Sekolah kejuruan menurutnya bisa melahirkan tenaga-tenaga terampil. Mereka bukan hanya disiapkan untuk tenaga kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja.

”Kualitas pendidikan harus diiringi dengan kualitas skill. Lulusan SMK diharapkan bisa melahirkan generasi yang mandiri, bisa bekerja, dan bahkan menciptakan pekerjaan,” tegasnya.

Ada pula masyarakat yang mengeluhkan tentang minimnya fasilitas masjid serta minimnya wawasan remaja takmir masjid. Mereka ingin mengadakan pelatihan, tetapi tidak ada biaya. Atas keluhan ini, Iskandar meminta untuk menghubungi Dewan Pembina Rumah Rakyat Heri Budiono. Pihaknya menjamin keluhan itu bisa terfasilitasi.

Sementara terkait infrastruktur, dia meminta masyarakat menyampaikan keluhannya kepada Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail. Ismail merupakan kader Partai Demokrat yang setiap saat senantiasa mendampingi Achmad Iskandar saat reses.

”Bapak Ismail ini wakil kalian. Temui dia di kantornya. Dia yang akan selalu menjawab permasalahan-permasalahan yang kalian hadapi,” katanya.

PAMEKASAN – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Drs. Achmad Iskandar, M.Si., memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dia tidak hanya duduk manis di kursi terhormat, tetapi juga rutin mendengarkan aspirasi masyarakat dan menggelorakan spirit kemandirian.

Achmad Iskandar menggelar serap aspirasi masyarakat Pamekasan pada Sabtu (7/10). Kegiatan tersebut bagian dari Reses II Tahun 2017 DPRD Jawa Timur. Reses digelar di dua tempat, yakni di Kecamatan Pakong dan di Kecamatan Kota Pamekasan.

Dalam kegiatan tersebut, ribuan tokoh masyarakat dan undangan hadir. Banyak hal yang disampaikan masyarakat kepada politikus Partai Demokrat tersebut. Mulai dari permasalahan infrastruktur, kepemudaan, pengangguran, hingga ada yang menanyakan soal cara mendapatkan bantuan. Semua keluh kesah masyarakat ditampung oleh Achmad Iskandar.


Bagi Iskandar, reses diharapkan menjadi media komunikasi timbal balik antara wakil rakyat dengan masyarakat. Dengan komunikasi dua arah, setiap persoalan akan ditemukan solusinya. Terutama demi menciptakan tatanan sosial yang lebih baik, kondusif, dan aman.

”Diharapkan dengan reses, masyarakat lebih tertib, lebih aman, lebih kondusif, dan pembangunan terlaksana dengan bagus,” katanya usai mendengar aspirasi di Lapangan Kowel, Kota Pamekasan.

Baca Juga :  Pembacok Caleg Terancam 5 Tahun

”Semua aspirasi dan keluhan masyarakat bisa tertampung dan terfasilitasi. Sebab keluhan masyarakat adalah aspirasi dan harus tersalur,” tambahnya.

Reses, menurutnya merupakan jeda istirahat dari kegiatan persidangan agar anggota DPRD bisa lebih dekat dengan konstituen. Dengan reses, wakil rakyat akan memberikan tanggung jawab politik kepada masyarakat. Mereka yang memilih berhak tahu apa saja yang telah wakil rakyat mereka lakukan.

”Ketika saya sudah dipilih menjadi wakil rakyat, saya sudah milik semua masyarakat. Jadi saya harus hadir menjawab keluhan masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, warga diberi waktu untuk berdialog. Banyak yang dikeluhkan masyarakat. Salah satunya tentang masih banyaknya pengangguran di Kota Gerbang Salam.

Terkait pengangguran, Iskandar memberikan solusi yang bersifat jangka panjang. Menurutnya, generasi muda tidak boleh hanya mengandalkan lowongan pekerjaan. Tetapi, sebisa mungkin generasi muda yang menciptakan lapangan pekerjaan.

Baca Juga :  Oknum Desa-BPN Diduga Manipulasi Data Pertanahan

Hal ini sejalan dengan visi misi Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang ingin membangun keseimbangan antara pendidikan SMU dan SMK. Sekolah kejuruan menurutnya bisa melahirkan tenaga-tenaga terampil. Mereka bukan hanya disiapkan untuk tenaga kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja.

”Kualitas pendidikan harus diiringi dengan kualitas skill. Lulusan SMK diharapkan bisa melahirkan generasi yang mandiri, bisa bekerja, dan bahkan menciptakan pekerjaan,” tegasnya.

Ada pula masyarakat yang mengeluhkan tentang minimnya fasilitas masjid serta minimnya wawasan remaja takmir masjid. Mereka ingin mengadakan pelatihan, tetapi tidak ada biaya. Atas keluhan ini, Iskandar meminta untuk menghubungi Dewan Pembina Rumah Rakyat Heri Budiono. Pihaknya menjamin keluhan itu bisa terfasilitasi.

Sementara terkait infrastruktur, dia meminta masyarakat menyampaikan keluhannya kepada Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail. Ismail merupakan kader Partai Demokrat yang setiap saat senantiasa mendampingi Achmad Iskandar saat reses.

”Bapak Ismail ini wakil kalian. Temui dia di kantornya. Dia yang akan selalu menjawab permasalahan-permasalahan yang kalian hadapi,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/