alexametrics
21.3 C
Madura
Saturday, October 1, 2022

Menko Airlangga: Pemerintah Komitmen Perkuat Daya Saing Ekonomi Nasional

JAKARTA – Sektor industri, perdagangan, dan investasi memiliki peran yang mendalam sebagai katalisator dalam mewujudkan perekonomian nasional yang resilien dan berdaya saing. Penguatan sektor industri akan berdampak pada peningkatan nilai tambah input aktivitas produksi.

Sehingga mampu menghasilkan produk yang dapat memenuhi kebutuhan nasional dan menjaga stabilitas neraca perdagangan. Di sisi lain, penguatan industri perlu didukung permodalan yang konsisten melalui alokasi investasi.

Hingga kini, pemerintah telah melakukan penguatan ketiga sektor fundamental yang dibuktikan melalui capaian surplus neraca perdagangan hingga USD 5,09 miliar per Juni 2022. Nilai ekspor semester I 2022 mencapai USD 141 miliar.

Selain itu, nilai investasi pada Q1 2022 juga telah terealisasi hingga lebih dari 28 % komitmen investasi. Kontribusi penanaman modal asing USD 10,22 miliar dan dalam negeri USD 9,33 miliar. Pemerintah terus berkomitmen untuk melanjutkan sinergi kebijakan ketiga sektor tersebut.

Baca Juga :  Ziarah ke Kalibata, Airlangga Hartarto Ajak Kader Kenang Jasa Pahlawan

“Untuk menghadapi tantangan global ke depan, perlu dilakukan pendekatan multilateral yang tidak membatasi perdagangan ekspor dan impor dengan mengikuti aturan World Trade Organization,” ucap Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menjadi keynote speech secara virtual dalam acara The 7th Global Conference on Business Management and Entrepreneurship, Senin (8/8).

Dengan mengemban posisi strategis sebagai Presidensi G20, Indonesia berupaya untuk membawa G20 untuk mampu membuka jalan bagi WTO untuk tetap relevan dalam membahas dampak perdagangan dan ekonomi dari situasi tantangan global. Sehingga mampu menjaga rantai pasok, menerapkan kebijakan perdagangan, serta menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan.

Pemerintah konsisten mengakselerasi hilirisasi komoditas guna meningkatkan nilai tambah bahan baku. Terutama pada produk manufaktur yang terus dijaga pada level ekspansif.

Pemerintah juga melaksanakan komitmen terkait transisi energi dan mempertimbangkan dampak industri terhadap lingkungan berbasis percepatan energi bersih. Nantinya melalui implementasi investasi yang lebih efisien serta pemanfaatan teknologi guna mencapai penguatan industri yang berkelanjutan.

Baca Juga :  PPP Gelar Silaturahmi Kader se-Madura

Airlangga menyampaikan, berbagai upaya penguatan yang dilakukan pemerintah tersebut perlu didukung oleh kontribusi dan kolaborasi seluruh pihak. Mulai dari pemerintah, korporasi, UMKM, hingga akademisi. Tujuannya, untuk melahirkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan di masa mendatang.

“Dampak signifikan tidak dapat dicapai hanya dengan berbagai kebijakan, namun juga harus diikuti dengan transformasi pemerintah, korporasi, dan UMKM. Nantinya masyarakat bisa lebih smart dan cakap digital,” tandas Airlangga.

Selain Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, acara tersebut dihadiri Rektor Universitas Sumatera Utara, Rektor Institut Pendidikan Indonesia, Rektor Universitas Garut, Direktur Politeknik Pariwisata Bandung, serta Chair of the 7th Global Conference on Business Management and Entrepreneurship. (dft/fsr/*/par)

JAKARTA – Sektor industri, perdagangan, dan investasi memiliki peran yang mendalam sebagai katalisator dalam mewujudkan perekonomian nasional yang resilien dan berdaya saing. Penguatan sektor industri akan berdampak pada peningkatan nilai tambah input aktivitas produksi.

Sehingga mampu menghasilkan produk yang dapat memenuhi kebutuhan nasional dan menjaga stabilitas neraca perdagangan. Di sisi lain, penguatan industri perlu didukung permodalan yang konsisten melalui alokasi investasi.

Hingga kini, pemerintah telah melakukan penguatan ketiga sektor fundamental yang dibuktikan melalui capaian surplus neraca perdagangan hingga USD 5,09 miliar per Juni 2022. Nilai ekspor semester I 2022 mencapai USD 141 miliar.


Selain itu, nilai investasi pada Q1 2022 juga telah terealisasi hingga lebih dari 28 % komitmen investasi. Kontribusi penanaman modal asing USD 10,22 miliar dan dalam negeri USD 9,33 miliar. Pemerintah terus berkomitmen untuk melanjutkan sinergi kebijakan ketiga sektor tersebut.

Baca Juga :  Airlangga: Pertemuan dengan CEO Qualcomm Perluas Peluang Investasi Digital

“Untuk menghadapi tantangan global ke depan, perlu dilakukan pendekatan multilateral yang tidak membatasi perdagangan ekspor dan impor dengan mengikuti aturan World Trade Organization,” ucap Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menjadi keynote speech secara virtual dalam acara The 7th Global Conference on Business Management and Entrepreneurship, Senin (8/8).

Dengan mengemban posisi strategis sebagai Presidensi G20, Indonesia berupaya untuk membawa G20 untuk mampu membuka jalan bagi WTO untuk tetap relevan dalam membahas dampak perdagangan dan ekonomi dari situasi tantangan global. Sehingga mampu menjaga rantai pasok, menerapkan kebijakan perdagangan, serta menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan.

Pemerintah konsisten mengakselerasi hilirisasi komoditas guna meningkatkan nilai tambah bahan baku. Terutama pada produk manufaktur yang terus dijaga pada level ekspansif.

- Advertisement -

Pemerintah juga melaksanakan komitmen terkait transisi energi dan mempertimbangkan dampak industri terhadap lingkungan berbasis percepatan energi bersih. Nantinya melalui implementasi investasi yang lebih efisien serta pemanfaatan teknologi guna mencapai penguatan industri yang berkelanjutan.

Baca Juga :  DPRD Jawa Timur Apresiasi Madura Awards

Airlangga menyampaikan, berbagai upaya penguatan yang dilakukan pemerintah tersebut perlu didukung oleh kontribusi dan kolaborasi seluruh pihak. Mulai dari pemerintah, korporasi, UMKM, hingga akademisi. Tujuannya, untuk melahirkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan di masa mendatang.

“Dampak signifikan tidak dapat dicapai hanya dengan berbagai kebijakan, namun juga harus diikuti dengan transformasi pemerintah, korporasi, dan UMKM. Nantinya masyarakat bisa lebih smart dan cakap digital,” tandas Airlangga.

Selain Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, acara tersebut dihadiri Rektor Universitas Sumatera Utara, Rektor Institut Pendidikan Indonesia, Rektor Universitas Garut, Direktur Politeknik Pariwisata Bandung, serta Chair of the 7th Global Conference on Business Management and Entrepreneurship. (dft/fsr/*/par)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Lima Raperda Siap Dibahas

/