alexametrics
21.5 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Airlangga: KIB Punya Kader Sendiri, Tak Usung Calon Partai Luar

JAKARTA – Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengakui, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dibangun untuk dapat mengusung calon presiden dan calon wakil presiden sendiri. KIB tidak akan mengusung capres dari kader partai politik lain.

KIB dibentuk Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Toga parpol iti sudah memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen. Namun, KIB menerima jika ada parpol ingin bergabung.

Menurut Airlangga, baik Golkar, PAN, maupun PPP, memiliki kader yang mumpuni untuk didorong sebagai capres. KIB tidak perlu memikirkan untuk mengusung kader partai lain, apalagi mengusung Ganjar Pranowo yang merupakan kader PDIP.

“Golkar, PPP dan PAN punya kader sendiri dan kemarin Pak Zul (Ketum PAN Zulkifli Hasan) juga menyampaikan bahwa di PAN ada Pak Zul, di PPP ada Pak Suharso (Ketum PPP Suharso Monoarfa). Masing-masing kan punya pasar dan lembaga sendiri-sendiri,” tutur Airlangga, Rabu (8/6).

Baca Juga :  Airlangga Hartarto: Buruh Instrumen Penting Penggerak Ekonomi Nasional

Menko Bidang Perekonomian itu menambahkan, dulu memang pernah ada pengalaman kader partai diusung partai lain tapi tidak diusung partainya sendiri. Namun, hal itu hanya berlaku untuk calon wakil presiden.

Saat itu, kader Golkar Jusuf Kalla diusung Demokrat untuk mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono di Pilpres 2004. Paslon SBY-Jusuf Kalla saat itu memang tergatung dari capresnya SBY.

Airlangga menegaskan, kondisi itu tidak berlaku bagi KIB. Menurutnya, KIB sudah sepakat untuk mengusung dari internal anggota koalisi.

“Ganjar kan bukan dari tiga partai ini, jadi itu sudah jelas. KTA (Kartu Tanda Anggota)-nya kan bukan dari Golkar, bukan dari PPP, bukan dari PAN,” tegas Airlangga. (*/par)

Baca Juga :  Airlangga Ingatkan Bangun Talenta dan Tingkatkan Literasi Digital

JAKARTA – Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengakui, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dibangun untuk dapat mengusung calon presiden dan calon wakil presiden sendiri. KIB tidak akan mengusung capres dari kader partai politik lain.

KIB dibentuk Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Toga parpol iti sudah memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen. Namun, KIB menerima jika ada parpol ingin bergabung.

Menurut Airlangga, baik Golkar, PAN, maupun PPP, memiliki kader yang mumpuni untuk didorong sebagai capres. KIB tidak perlu memikirkan untuk mengusung kader partai lain, apalagi mengusung Ganjar Pranowo yang merupakan kader PDIP.


“Golkar, PPP dan PAN punya kader sendiri dan kemarin Pak Zul (Ketum PAN Zulkifli Hasan) juga menyampaikan bahwa di PAN ada Pak Zul, di PPP ada Pak Suharso (Ketum PPP Suharso Monoarfa). Masing-masing kan punya pasar dan lembaga sendiri-sendiri,” tutur Airlangga, Rabu (8/6).

Baca Juga :  Ketum Golkar Ucapkan Selamat Duet Kiai Miftah-Gus Yahya Pimpin PBNU

Menko Bidang Perekonomian itu menambahkan, dulu memang pernah ada pengalaman kader partai diusung partai lain tapi tidak diusung partainya sendiri. Namun, hal itu hanya berlaku untuk calon wakil presiden.

Saat itu, kader Golkar Jusuf Kalla diusung Demokrat untuk mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono di Pilpres 2004. Paslon SBY-Jusuf Kalla saat itu memang tergatung dari capresnya SBY.

Airlangga menegaskan, kondisi itu tidak berlaku bagi KIB. Menurutnya, KIB sudah sepakat untuk mengusung dari internal anggota koalisi.

“Ganjar kan bukan dari tiga partai ini, jadi itu sudah jelas. KTA (Kartu Tanda Anggota)-nya kan bukan dari Golkar, bukan dari PPP, bukan dari PAN,” tegas Airlangga. (*/par)

Baca Juga :  Laporan Dugaan Money Politics Kedua Juga Kandas
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Rp 63,5 M untuk 26 Pemeliharaan Jalan

Tak Punya Perda Tembakau

Lini Serang Kurang Garang

Artikel Terbaru

/