alexametrics
21.2 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Dahi Dibogem, Rohainiyah Lapor Polisi

SUMENEP – Siti Rohainiyah, 52, warga Pasongsongan, Sumenep, mengaku menjadi korban dugaan penganiayaan. Dia mengaku tidak tahu pemicu penganiayaan itu. Karenanya, Rohainiyah melapor ke polisi.

Kronologinya, Rohainiyah ke Pasar Ambunten bersama Tumi sekitar pukul 09.00 Minggu (4/3). Dia ingin membeli jarik untuk diberikan kepada familinya yang lahiran. Pada saat itu dia membeli tiga jarik seharga Rp 30 ribu. Dia membayar Rp 100 ribu.

Sambil menunggu uang kembalian Rp 10 ribu, Tumi pamit ingin membeli sarung. Tiba-tiba Suraiyah alias Hj Embeng datang dan langsung memukul, mencakar, dan menjambak Rohainiyah. Sambil menangkis, Rohainiyah menanyakan apa masalahnya. Namun, tiba-tiba datang Zulkifli alias Sulkik dan langsung membogem dahi Rohainiyah.

Baca Juga :  Mantan TKI Tusuk Perut Tekong

Tidak hanya itu, Zulkifli dan Suraiyah bersama-sama menghajar Rohainiyah. Pada saat kejadian, ada Hadi yang merupakan bekas sopir Rohainiyah. ”Saya tidak punya masalah tapi tiba-tiba dianiaya,” kata Rohainiyah Kamis (8/3).

Merasa keselamatannya terancam, Rohainiyah melarikan diri. ”Saya terus lari dan pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, saya cerita ke suami. Setelah berembuk, saya ke Puskesmas Pasongsongan untuk divisum,” jelasnya. ”Saya merasakan pusing pada waktu itu karena rambut dijambak. Dahi lebam dan ada bekas cakaran  juga,” imbuh Rohainiyah.

Dia melaporkan dugaan penganiayaan itu ke Polsek Ambunten. Rohainiyah meminta terlapor diproses dengan adil. ”Kami minta polisi memproses dengan seadil-adilnya. Saya sudah dirugikan. Apalagi saya tidak punya masalah,” ucapnya.

Baca Juga :  Menabur Benih Kedisiplinan

Kapolsek Ambunten AKP Junaidi membenarkan pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai dugaan penganiayaan dan pengeroyokan. Pihaknya sudah memproses laporan tersebut dengan meminta keterangan korban dan saksi serta hasil visum.

Perwira berpangkat tiga balok emas di pundaknya itu menyatakan, pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap terlapor. Namun, terlapor belum memenuhi pemanggilan polisi.

”Terlapor hari ini (8/3) kami panggil. Tapi belum datang. Ada dua orang terlapor. Kami komitmen laporan ini kami tangani,” tegasnya mewakili Kapolres Sumenep AKBP Fadillah Zulkarnaen.

SUMENEP – Siti Rohainiyah, 52, warga Pasongsongan, Sumenep, mengaku menjadi korban dugaan penganiayaan. Dia mengaku tidak tahu pemicu penganiayaan itu. Karenanya, Rohainiyah melapor ke polisi.

Kronologinya, Rohainiyah ke Pasar Ambunten bersama Tumi sekitar pukul 09.00 Minggu (4/3). Dia ingin membeli jarik untuk diberikan kepada familinya yang lahiran. Pada saat itu dia membeli tiga jarik seharga Rp 30 ribu. Dia membayar Rp 100 ribu.

Sambil menunggu uang kembalian Rp 10 ribu, Tumi pamit ingin membeli sarung. Tiba-tiba Suraiyah alias Hj Embeng datang dan langsung memukul, mencakar, dan menjambak Rohainiyah. Sambil menangkis, Rohainiyah menanyakan apa masalahnya. Namun, tiba-tiba datang Zulkifli alias Sulkik dan langsung membogem dahi Rohainiyah.

Baca Juga :  Panwaslu Bangkalan Klaim Temukan Pelanggaran di 18 TPS

Tidak hanya itu, Zulkifli dan Suraiyah bersama-sama menghajar Rohainiyah. Pada saat kejadian, ada Hadi yang merupakan bekas sopir Rohainiyah. ”Saya tidak punya masalah tapi tiba-tiba dianiaya,” kata Rohainiyah Kamis (8/3).

Merasa keselamatannya terancam, Rohainiyah melarikan diri. ”Saya terus lari dan pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, saya cerita ke suami. Setelah berembuk, saya ke Puskesmas Pasongsongan untuk divisum,” jelasnya. ”Saya merasakan pusing pada waktu itu karena rambut dijambak. Dahi lebam dan ada bekas cakaran  juga,” imbuh Rohainiyah.

Dia melaporkan dugaan penganiayaan itu ke Polsek Ambunten. Rohainiyah meminta terlapor diproses dengan adil. ”Kami minta polisi memproses dengan seadil-adilnya. Saya sudah dirugikan. Apalagi saya tidak punya masalah,” ucapnya.

Baca Juga :  Fattah Jasin Daftar Cabup Lewat PKB

Kapolsek Ambunten AKP Junaidi membenarkan pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai dugaan penganiayaan dan pengeroyokan. Pihaknya sudah memproses laporan tersebut dengan meminta keterangan korban dan saksi serta hasil visum.

Perwira berpangkat tiga balok emas di pundaknya itu menyatakan, pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap terlapor. Namun, terlapor belum memenuhi pemanggilan polisi.

”Terlapor hari ini (8/3) kami panggil. Tapi belum datang. Ada dua orang terlapor. Kami komitmen laporan ini kami tangani,” tegasnya mewakili Kapolres Sumenep AKBP Fadillah Zulkarnaen.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/