alexametrics
23 C
Madura
Friday, July 1, 2022

Terlapor Terancam Dipanggil Paksa Polisi

SUMENEP – Kasus dugaan pencurian dan penggelapan yang dilaporkan Moh Harno terus bergulir. Teranyar, Ach Supyadi selaku kuasa hukum Kepala Desa Batuputih Daya Moh Harno Rabu (6/2) lalu mendatangi Polresta Tanggerang Selatan.  

Dalam pertemuan itu Ach Supyadi mendatangi langsung penyidik Bripka Sarju yang menangani kasus. Ach Supyadi kepada RadarMadura.id mengatakan, terlapor memang tetap tidak menghadiri pemanggilan.

“Keterangan dari penyidik memang benar terlapor tidak menghadiri panggilan penyidik selama dua kali,” katanya.

Kasus yang merugikan sekitar Rp 12 juta terhadap pelapor itu menemukan titik terang. Surat panggilan terhadap terlapor sudah dilayangkan melalui Ach Supyadi yang akan disampaikan hari ini. 

Baca Juga :  Evi Febriani Ajak Lanjutkan Perjuangan Kartini

Dalam surat tersebut terlapor dipanggil untuk menemui penyidik Polresta Tangsel pada 27 Februari mendatang. “Jika dalam panggilan ketiga ini terlapor tidak hadir ke Polresta Tangsel, maka kami meminta ke penyidik untuk melakukan penjemputan paksa sesuai undang-undang yang berlaku,” ucap pria kelahiran Ra’as itu.

Selain melayangkan surat panggilan, pihak Polresta Tangsel juga melakukan audit barang-barang toko. “Audit tersebut sudah dalam proses oleh lembaga resmi yang memiliki sertifikat legal auditor,” kata Supyadi. 

Seperti diketahui, terlapor atas nama Mukhlis dan Horriya, bekas pekerja pelapor, tanpa pamit meninggalkan toko milik Moh Harno di Jalan Cendrawasih 6 Nomor 46 Kelurahan Sawah Baru pada Rabu (11/7) 2018. 

Baca Juga :  Gunakan Uang Perusahaan, Teller Bank Ditahan

Akibatnya, Moh Harno mengalami kerugian sekitar Rp 12 Juta. Merasa tidak terima, Moh Harno melaporkan dua karyawannya ke Polresta Tangsel. Kasusnya kini dalam prosea penanganan aparat setempat. (Ubay Shabaro)

SUMENEP – Kasus dugaan pencurian dan penggelapan yang dilaporkan Moh Harno terus bergulir. Teranyar, Ach Supyadi selaku kuasa hukum Kepala Desa Batuputih Daya Moh Harno Rabu (6/2) lalu mendatangi Polresta Tanggerang Selatan.  

Dalam pertemuan itu Ach Supyadi mendatangi langsung penyidik Bripka Sarju yang menangani kasus. Ach Supyadi kepada RadarMadura.id mengatakan, terlapor memang tetap tidak menghadiri pemanggilan.

“Keterangan dari penyidik memang benar terlapor tidak menghadiri panggilan penyidik selama dua kali,” katanya.


Kasus yang merugikan sekitar Rp 12 juta terhadap pelapor itu menemukan titik terang. Surat panggilan terhadap terlapor sudah dilayangkan melalui Ach Supyadi yang akan disampaikan hari ini. 

Baca Juga :  Tangkap Aktor Utama Ujaran Kebencian

Dalam surat tersebut terlapor dipanggil untuk menemui penyidik Polresta Tangsel pada 27 Februari mendatang. “Jika dalam panggilan ketiga ini terlapor tidak hadir ke Polresta Tangsel, maka kami meminta ke penyidik untuk melakukan penjemputan paksa sesuai undang-undang yang berlaku,” ucap pria kelahiran Ra’as itu.

Selain melayangkan surat panggilan, pihak Polresta Tangsel juga melakukan audit barang-barang toko. “Audit tersebut sudah dalam proses oleh lembaga resmi yang memiliki sertifikat legal auditor,” kata Supyadi. 

Seperti diketahui, terlapor atas nama Mukhlis dan Horriya, bekas pekerja pelapor, tanpa pamit meninggalkan toko milik Moh Harno di Jalan Cendrawasih 6 Nomor 46 Kelurahan Sawah Baru pada Rabu (11/7) 2018. 

Baca Juga :  Mantan Anggota Dewan Divonis 15 Bulan Penjara

Akibatnya, Moh Harno mengalami kerugian sekitar Rp 12 Juta. Merasa tidak terima, Moh Harno melaporkan dua karyawannya ke Polresta Tangsel. Kasusnya kini dalam prosea penanganan aparat setempat. (Ubay Shabaro)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/