alexametrics
18.5 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

DPMD Sebut Banyak Bacakades Mengundurkan Diri

SUMENEP  – Ujian kepemimpinan bakal calon kepala desa (bacakades) sebagai bagian dari tahapan pencalonan usai digelar Rabu (2/10). Sebanyak 35 desa dari 22 kecamatan di Sumenep mengikuti gelaran seleksi tambahan dikarenakan memiliki lebih dari lima bacakades.

Tahun 2019, ada 226 desa yang akan melaksanakan pilkades serentak. Rinciannya, 174 desa di wilayah daratan dan 52 desa di kepulauan. Ratusan desa tersebut tersebar di 27 kecamatan di Kota Keris.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep Moh. Ramli menyampaikan, terdapat 22 orang yang tidak mengikuti ujian kepemimpinan dari 253 bacakades yang terdaftar. Setelah melalui penyaringan melalui seleksi tambahan, panitia pemilihan telah menetapkan lima cakades berdasarkan hasil perankingan nilai.

Nilai tersebut didapatkan dari hasil akumulasi skoring dan ujian kepemimpinan. Skoring terdiri dari pembobotan nilai di bidang pengalaman di lembaga pemerintahan, pendidikan, dan usia. Sedangkan untuk ujian kepemimpinan terdiri dari tes tulis dan wawancara.

Baca Juga :  Upaya H. M. Lipah Majukan Desa Tegar Priyah

Dari 35 desa yang melebihi lima bacakades terdapat paling sedikit 6–11 orang di setiap desa. Dengan begitu, untuk bisa lanjut pada tahap pemilihan, panitia harus menyaring maksimal lima calon dan minimal dua calon. Sesuai aturan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3/2019 tentang Desa dan diatur secara teknis dalam Peratuan Bupati (Perbup) 54/2019 tentang Pedoman Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan, dan Pemberhentian Kepala Desa.

Ramli menyebutkan, dari hasil penyaringan desa-desa yang melebihi lima bacakades, tidak semua desa menetapkan lima calon. Sebab di beberapa desa banyak bacakades yang mengundurkan diri sebelum ditetapkan sebagai bacakades. Dengan begitu, diperkirakan dalam satu desa yang awalnya melebihi dari lima bacakades, panitia pemilihan hanya menetapkan kurang dari lima orang.

Baca Juga :  Ratusan Desa Masih Tertinggal

”Ada banyak bacakades mengundurkan diri. Khusus yang ikut dalam pelaksanaan seleksi tambahan. Tapi, sebagian besar menetapkan lima calon berdasarkan hasil pe-ranking-an,” jelasnya kemarin (7/10).

Namun, Ramli tidak bisa menyebutkan angka pasti desa yang sebelumnya ikut seleksi tambahan dan hanya menetapkan di bawah lima cakades. Sedangkan untuk desa yang memiliki kurang dari dua cakades, sampai saat ini tidak ada laporan. Sebab, panitia pemilihan diberi kewenangan untuk membuka kembali pendaftaran jika cakades kurang dari dua orang. 

SUMENEP  – Ujian kepemimpinan bakal calon kepala desa (bacakades) sebagai bagian dari tahapan pencalonan usai digelar Rabu (2/10). Sebanyak 35 desa dari 22 kecamatan di Sumenep mengikuti gelaran seleksi tambahan dikarenakan memiliki lebih dari lima bacakades.

Tahun 2019, ada 226 desa yang akan melaksanakan pilkades serentak. Rinciannya, 174 desa di wilayah daratan dan 52 desa di kepulauan. Ratusan desa tersebut tersebar di 27 kecamatan di Kota Keris.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep Moh. Ramli menyampaikan, terdapat 22 orang yang tidak mengikuti ujian kepemimpinan dari 253 bacakades yang terdaftar. Setelah melalui penyaringan melalui seleksi tambahan, panitia pemilihan telah menetapkan lima cakades berdasarkan hasil perankingan nilai.


Nilai tersebut didapatkan dari hasil akumulasi skoring dan ujian kepemimpinan. Skoring terdiri dari pembobotan nilai di bidang pengalaman di lembaga pemerintahan, pendidikan, dan usia. Sedangkan untuk ujian kepemimpinan terdiri dari tes tulis dan wawancara.

Baca Juga :  Maskam Selalu Terdepan Majukan Ekonomi Desa

Dari 35 desa yang melebihi lima bacakades terdapat paling sedikit 6–11 orang di setiap desa. Dengan begitu, untuk bisa lanjut pada tahap pemilihan, panitia harus menyaring maksimal lima calon dan minimal dua calon. Sesuai aturan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3/2019 tentang Desa dan diatur secara teknis dalam Peratuan Bupati (Perbup) 54/2019 tentang Pedoman Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan, dan Pemberhentian Kepala Desa.

Ramli menyebutkan, dari hasil penyaringan desa-desa yang melebihi lima bacakades, tidak semua desa menetapkan lima calon. Sebab di beberapa desa banyak bacakades yang mengundurkan diri sebelum ditetapkan sebagai bacakades. Dengan begitu, diperkirakan dalam satu desa yang awalnya melebihi dari lima bacakades, panitia pemilihan hanya menetapkan kurang dari lima orang.

Baca Juga :  Pengamat: Koalisi Golkar, PAN, dan PPP Lolos Presidenstial Threshold

”Ada banyak bacakades mengundurkan diri. Khusus yang ikut dalam pelaksanaan seleksi tambahan. Tapi, sebagian besar menetapkan lima calon berdasarkan hasil pe-ranking-an,” jelasnya kemarin (7/10).

Namun, Ramli tidak bisa menyebutkan angka pasti desa yang sebelumnya ikut seleksi tambahan dan hanya menetapkan di bawah lima cakades. Sedangkan untuk desa yang memiliki kurang dari dua cakades, sampai saat ini tidak ada laporan. Sebab, panitia pemilihan diberi kewenangan untuk membuka kembali pendaftaran jika cakades kurang dari dua orang. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Diskumnaker Tak Punya Data Pekerja

Pembentukan Fraksi Golkar Alot

Biker Muslim Berbagi Nasi Gratis

Artikel Terbaru

/