alexametrics
21.3 C
Madura
Saturday, October 1, 2022

Menko Airlangga Nilai Dakwah Pendiri Ponpes Buntet Persuasi dan Tak Menakutkan

JAWA BARAT – Ketum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menuturkan, sosok pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Buntet Mbah Muqoyyim menyebarkan Islam dengan cara yang bisa diterima seluruh masyarakat.

Menurut Airlangga, almagfurlah Mbah Muqoyyim yang bernama KH Muqoyyim bin Abdul Hadi, menggunakan metode dakwah yang sangat persuasif dan mengedepankan kasih sayang.

“Metode dakwahnya sangat persuasif seperti halnya para Wali Songo yang mengajarkan ajaran Islam di Jawa, bukan dengan dengan cara-cara kekerasan dan menakutkan,” tutur Airlangga saat menghadiri Haul Armarhumin, Sesepuh dan Warga Ponpes Buntet, di Cirebon, Sabtu (6/8).

Airlangga menilai, metode dakwah seperti itulah yang bisa diterima semua kalangan masyarakat di Indonesia. Menurut Ketum Golkar, wajar jika Ponpes Buntet berhasil melahirkan banyak ulama, kiai, hingga ustadz yang saat ini ikut berdakwah di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Airlangga: KIB Punya Kader Sendiri, Tak Usung Calon Partai Luar

Di Jawa misalnya, Islam diterima karena pada prinsipnya ajaran Islam sendiri mengandung ajaran kekeluargaan, kasih sayang, dan melarang adanya paksaan. “Islam merupakan rahmatan lil ‘alamin,” ujar Airlangga.

Menko Bidang Perekonomian itu menambahkan, Islam mengajarkan kita untuk saling menghormati dan menghargai. Juga menjunjung tinggi toleransi dalam kehidupan sosial keagamaan.

Bahkan, Islam disebarkan melalui instrumen kultural atau budaya masyarakat setempat. Sehingga nilai-nilai ajaran agama Islam dapat tersebar secara efektif.

“Bukan dengan cara-cara menolak tradisi dan budaya yang positif dalam masyarakat, namun saling bersinergi secara positif membentuk nilai-nilai ajaran luhur bangsa kita,” tegas Airlangga.

Di depan seluruh warga Ponpes Buntet, Airlangga mengajak pesantren ikut mengambil peran vital untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk menyambut bonus demografi 2025-2035.

Baca Juga :  Layanan Prima, BRI Raih Dua Pencapaian dalam BSEM 2022

Airlangga menilai, pesantren memiliki andil yang sangat besar bagi kemajuan bangsa Indonesia. Tahun 2025 hingga 2035, penduduk Indonesia memiliki usia produktif lebih banyak jumlahnya daripada penduduk berusia tidak produktif.

“Sesudah itu penduduk Indonesia akan menua dan akan kehilangan kesempatan menjadi negara maju. Kita harus kaya sebelum menua,” tutur Airlangga.

Airlangga berharap, seluruh pesantren bisa meneladani pendiri dan sesepuh untuk ikut andil mencetak sejarah bagi kehidupan bangsa dan negara Indonesia.

“Pesantren, memiliki peran strategis untuk mendidik dan mencetak para santri memiliki pribadi muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT disertai dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) yang dibutuhkan negara kita,” tegas Airlangga. (*/par)

JAWA BARAT – Ketum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menuturkan, sosok pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Buntet Mbah Muqoyyim menyebarkan Islam dengan cara yang bisa diterima seluruh masyarakat.

Menurut Airlangga, almagfurlah Mbah Muqoyyim yang bernama KH Muqoyyim bin Abdul Hadi, menggunakan metode dakwah yang sangat persuasif dan mengedepankan kasih sayang.

“Metode dakwahnya sangat persuasif seperti halnya para Wali Songo yang mengajarkan ajaran Islam di Jawa, bukan dengan dengan cara-cara kekerasan dan menakutkan,” tutur Airlangga saat menghadiri Haul Armarhumin, Sesepuh dan Warga Ponpes Buntet, di Cirebon, Sabtu (6/8).


Airlangga menilai, metode dakwah seperti itulah yang bisa diterima semua kalangan masyarakat di Indonesia. Menurut Ketum Golkar, wajar jika Ponpes Buntet berhasil melahirkan banyak ulama, kiai, hingga ustadz yang saat ini ikut berdakwah di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Transisi Energi Ciptakan Pembangunan Ramah Lingkungan

Di Jawa misalnya, Islam diterima karena pada prinsipnya ajaran Islam sendiri mengandung ajaran kekeluargaan, kasih sayang, dan melarang adanya paksaan. “Islam merupakan rahmatan lil ‘alamin,” ujar Airlangga.

Menko Bidang Perekonomian itu menambahkan, Islam mengajarkan kita untuk saling menghormati dan menghargai. Juga menjunjung tinggi toleransi dalam kehidupan sosial keagamaan.

Bahkan, Islam disebarkan melalui instrumen kultural atau budaya masyarakat setempat. Sehingga nilai-nilai ajaran agama Islam dapat tersebar secara efektif.

- Advertisement -

“Bukan dengan cara-cara menolak tradisi dan budaya yang positif dalam masyarakat, namun saling bersinergi secara positif membentuk nilai-nilai ajaran luhur bangsa kita,” tegas Airlangga.

Di depan seluruh warga Ponpes Buntet, Airlangga mengajak pesantren ikut mengambil peran vital untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk menyambut bonus demografi 2025-2035.

Baca Juga :  Permintaan Domestik yang Solid Mengakselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional

Airlangga menilai, pesantren memiliki andil yang sangat besar bagi kemajuan bangsa Indonesia. Tahun 2025 hingga 2035, penduduk Indonesia memiliki usia produktif lebih banyak jumlahnya daripada penduduk berusia tidak produktif.

“Sesudah itu penduduk Indonesia akan menua dan akan kehilangan kesempatan menjadi negara maju. Kita harus kaya sebelum menua,” tutur Airlangga.

Airlangga berharap, seluruh pesantren bisa meneladani pendiri dan sesepuh untuk ikut andil mencetak sejarah bagi kehidupan bangsa dan negara Indonesia.

“Pesantren, memiliki peran strategis untuk mendidik dan mencetak para santri memiliki pribadi muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT disertai dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) yang dibutuhkan negara kita,” tegas Airlangga. (*/par)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Lima Raperda Siap Dibahas

/