alexametrics
19 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Pelaku Pemerkosaan Divonis Delapan Tahun

BANGKALAN – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan menyatakan Usman, 65, terbukti melakukan pemerkosaan terdahap So (inisial). Pria asal Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh itu dijatuhi hukuman delapan tahun penjara Senin (7/5).

Usman terbukti melanggar pasal 285 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP tentang Pemerkosaan. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya jaksa menuntut Usman sepuluh tahun penjara.

Jaksa Beni belum bisa mengambil sikap atas putusan yang dibacakan hakim Ahmad Husaini. Apakah menerima atau akan melakukan upaya banding. Pihaknya akan memanfaatkan waktu pikir-pikir selama satu pekan. ”Kami pikir-pikir dulu. Sudah dulu,” ucapnya singkat.

Ahmad Saiho, penasihat hukum Usman dari Posbakum PN Bangkalan mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Usman dan keluarganya. Pihaknya menerima dengan putusan hakim. ”Menerima dengan putusan itu,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemkab-DPRD Sampang Sahkan Perda APBD 2018

Untuk diketahui, So, warga Bangkalan, mengantarkan kue dagangan kepada bibinya, Sabtu (7/10/2017). Saat hendak pulang di pertigaan Junok, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, tiba-tiba dia dicegat Usman. Selanjutnya korban dicabuli di warung. So diketahui mengalami keterbelakangan mental.

Mengetahui itu, orang tua korban melapor ke Polres Bangkalan. Senin (30/10/2017), polisi berhasil meringkus Usman di rumahnya. Kepada penyidik, Usman mengakui perbuatannya.

 

BANGKALAN – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan menyatakan Usman, 65, terbukti melakukan pemerkosaan terdahap So (inisial). Pria asal Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh itu dijatuhi hukuman delapan tahun penjara Senin (7/5).

Usman terbukti melanggar pasal 285 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP tentang Pemerkosaan. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya jaksa menuntut Usman sepuluh tahun penjara.

Jaksa Beni belum bisa mengambil sikap atas putusan yang dibacakan hakim Ahmad Husaini. Apakah menerima atau akan melakukan upaya banding. Pihaknya akan memanfaatkan waktu pikir-pikir selama satu pekan. ”Kami pikir-pikir dulu. Sudah dulu,” ucapnya singkat.


Ahmad Saiho, penasihat hukum Usman dari Posbakum PN Bangkalan mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Usman dan keluarganya. Pihaknya menerima dengan putusan hakim. ”Menerima dengan putusan itu,” tegasnya.

Baca Juga :  Jaksa Hadirkan Saksi Ahli dari Unair Dalam Sidang Pemerkosaan

Untuk diketahui, So, warga Bangkalan, mengantarkan kue dagangan kepada bibinya, Sabtu (7/10/2017). Saat hendak pulang di pertigaan Junok, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, tiba-tiba dia dicegat Usman. Selanjutnya korban dicabuli di warung. So diketahui mengalami keterbelakangan mental.

Mengetahui itu, orang tua korban melapor ke Polres Bangkalan. Senin (30/10/2017), polisi berhasil meringkus Usman di rumahnya. Kepada penyidik, Usman mengakui perbuatannya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/