alexametrics
27.2 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Operator PIP dan BSM SMAN 1 Banyuates Diperiksa

SAMPANG – Polres Sampang terus mendalami dugaan penyelewengan dana bantuan siswa miskin (BSM) dan program Indonesia pintar (PIP) di SMAN 1 Banyuates. Senin (7/5) sekitar pukul 10.30, operator PIP dan BSM SMAN 1 Banyuates dipanggil serta diperiksa di Unit III Tipikor Polres Sampang.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto mengatakan, secara bergilir pihak-pihak yang keterangannya dibutuhkan akan dipanggil. Keterangan dari seluruh pihak yang dipanggil akan dijadikan acuan untuk meningkatkan status kasus tersebut. ”Hari ini satu orang yang kami panggil dan diperiksa. Yaitu, operator PIP dan BSM,” katanya.

Hery tidak menyebutkan jumlah orang yang sudah dipanggil dan dimintai keterangan. Dia hanya menyebutkan, yang dipanggil meliputi guru, staf, dan siswa SMAN 1 Banyuates. ”Ini masih dalam penyelidikan. Setelah ini, kami memanggil dua orang lagi untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Baca Juga :  Saksi Ahli Perkuat Pembuktian Jaksa

Mantan Kasatnarkoba Polres Bangkalan itu menegaskan, keterangan yang dikumpulkan penyidik bakal dijadikan alat bukti. ”Kepala sekolah juga akan dipanggil nanti. Sekarang masih pemeriksaan saksi-saksi,” terang Hery.

Dugaan penyelewengan dana BSM dan PIP di SMAN 1 Banyuates terungkap ke publik setelah ratusan siswa berdemonstrasi. Saat demo, siswa menuding pihak sekolah mengambil haknya. Siswa yang tercatat sebagai penerima BSM dan PIP mengaku sama sekali tidak memperoleh haknya.

Kasi Pembinaan SMA/SMK Dinas Pendidikan Jawa Timur di Sampang Hendro Hermawan mengatakan, pihaknya menghargai proses hukum atas masalah di SMAN 1 Banyuates. Dia menegaskan, secara administrasi, di SMAN 1 Banyuates tidak ada permasalahan.

Karena itu, pihaknya berharap polisi mempercepat proses hukum. ”Silakan saja, kami akan menunggu dan menerima hasilnya seperti apa nanti,” kata dia.

Baca Juga :  Laskar Jokotole Harus Rela Berbagi Poin

SAMPANG – Polres Sampang terus mendalami dugaan penyelewengan dana bantuan siswa miskin (BSM) dan program Indonesia pintar (PIP) di SMAN 1 Banyuates. Senin (7/5) sekitar pukul 10.30, operator PIP dan BSM SMAN 1 Banyuates dipanggil serta diperiksa di Unit III Tipikor Polres Sampang.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto mengatakan, secara bergilir pihak-pihak yang keterangannya dibutuhkan akan dipanggil. Keterangan dari seluruh pihak yang dipanggil akan dijadikan acuan untuk meningkatkan status kasus tersebut. ”Hari ini satu orang yang kami panggil dan diperiksa. Yaitu, operator PIP dan BSM,” katanya.

Hery tidak menyebutkan jumlah orang yang sudah dipanggil dan dimintai keterangan. Dia hanya menyebutkan, yang dipanggil meliputi guru, staf, dan siswa SMAN 1 Banyuates. ”Ini masih dalam penyelidikan. Setelah ini, kami memanggil dua orang lagi untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Baca Juga :  Tangkap Tiga Pejudi Remi dan Penjual Togel

Mantan Kasatnarkoba Polres Bangkalan itu menegaskan, keterangan yang dikumpulkan penyidik bakal dijadikan alat bukti. ”Kepala sekolah juga akan dipanggil nanti. Sekarang masih pemeriksaan saksi-saksi,” terang Hery.

Dugaan penyelewengan dana BSM dan PIP di SMAN 1 Banyuates terungkap ke publik setelah ratusan siswa berdemonstrasi. Saat demo, siswa menuding pihak sekolah mengambil haknya. Siswa yang tercatat sebagai penerima BSM dan PIP mengaku sama sekali tidak memperoleh haknya.

Kasi Pembinaan SMA/SMK Dinas Pendidikan Jawa Timur di Sampang Hendro Hermawan mengatakan, pihaknya menghargai proses hukum atas masalah di SMAN 1 Banyuates. Dia menegaskan, secara administrasi, di SMAN 1 Banyuates tidak ada permasalahan.

Karena itu, pihaknya berharap polisi mempercepat proses hukum. ”Silakan saja, kami akan menunggu dan menerima hasilnya seperti apa nanti,” kata dia.

Baca Juga :  Napi Kendalikan Ani dan Dewan Jemput Narkoba

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Batu Canggah Jadi Latar Foto Prewedding

Segera Download Radarmadura.id

Legislatif Inisiasi Raperda BUMD Garam

Artikel Terbaru

/