alexametrics
30.2 C
Madura
Monday, July 4, 2022

Cekcok Masalah Utang Rp 200 Ribu Berujung Pembacokan

SAMPANG – Warga Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, digegerkan aksi dugaan penganiayaan pada Jumat (6/4) sekitar pukul 19.00. MM (inisial), 16, remaja setempat didiuga dibacok oleh teman sekolahnya, yakni KH, 19. Dugaan sementara, pembacokan dilatarbelakangi masalah utang.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuhnya. Antara lain, luka robek di leher samping kanan, luka pada bagian tangan sebelah kanan, dan luka gores pada kaki. Diduga pelaku menggunakan senjata tajam untuk melukai korban.

Hingga Sabtu (7/4), korban masih mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Ketapang. Sementara pelaku sudah diamankan aparat kepolisian. ”Ditangkap satu orang. Pelaku untuk sementara satu orang,” kata Kapolsek Ketapang AKP Aries Dwiyanto.

Baca Juga :  Demo Pengadilan, Minta Hukum Berat Terdakwa Pencabulan

Kasus tersebut dilaporkan oleh Miftanul Khoir, 35, kakak kandung korban. Polisi menindaklanjuti laporan tersebut dan menangkap pelaku. Pelaku mendekam di ruang tahanan Polsek Ketapang untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil penyelidikan sementara, diduga kasus pembacokan tersebut dipicu masalah utang piutang senilai Rp 200 ribu. Pelaku menagih utang tersebut kepada korban. Namun korban hanya membayar Rp 150 ribu. Pelaku kecewa dan mengeluarkan celurit agar korban melunasi utangnya.

Korban memberanikan diri berusaha memegang celurit di tangan pelaku. Sontak, terjadi perebutan celurit antara pelaku dan korban. Korban kalah dalam duel perebutan celurit itu. ”Kami akan mendalami kasus ini. Tersangka akan kami periksa lebih lanjut,” tegas Aries Dwiyanto.

Baca Juga :  Bangkalan Butuh Perubahan

SAMPANG – Warga Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, digegerkan aksi dugaan penganiayaan pada Jumat (6/4) sekitar pukul 19.00. MM (inisial), 16, remaja setempat didiuga dibacok oleh teman sekolahnya, yakni KH, 19. Dugaan sementara, pembacokan dilatarbelakangi masalah utang.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuhnya. Antara lain, luka robek di leher samping kanan, luka pada bagian tangan sebelah kanan, dan luka gores pada kaki. Diduga pelaku menggunakan senjata tajam untuk melukai korban.

Hingga Sabtu (7/4), korban masih mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Ketapang. Sementara pelaku sudah diamankan aparat kepolisian. ”Ditangkap satu orang. Pelaku untuk sementara satu orang,” kata Kapolsek Ketapang AKP Aries Dwiyanto.

Baca Juga :  Laporkan Tiga Polisi ke Propam

Kasus tersebut dilaporkan oleh Miftanul Khoir, 35, kakak kandung korban. Polisi menindaklanjuti laporan tersebut dan menangkap pelaku. Pelaku mendekam di ruang tahanan Polsek Ketapang untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil penyelidikan sementara, diduga kasus pembacokan tersebut dipicu masalah utang piutang senilai Rp 200 ribu. Pelaku menagih utang tersebut kepada korban. Namun korban hanya membayar Rp 150 ribu. Pelaku kecewa dan mengeluarkan celurit agar korban melunasi utangnya.

Korban memberanikan diri berusaha memegang celurit di tangan pelaku. Sontak, terjadi perebutan celurit antara pelaku dan korban. Korban kalah dalam duel perebutan celurit itu. ”Kami akan mendalami kasus ini. Tersangka akan kami periksa lebih lanjut,” tegas Aries Dwiyanto.

Baca Juga :  HUT Ke-76, BNI Gelar Akad 5.476 Debitur FLPP
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/